"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Dokter Jelaskan Perubahan Tubuh Saat Berpuasa?

Proses Fisiologis Tubuh Saat Puasa

Puasa adalah keadaan di mana seseorang secara sengaja tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama periode tertentu. Pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana proses fisiologis tubuh terjadi ketika kita melaparkan diri? Berikut penjelasan dari dr. Indah Puji Handayani, Sp. KJ, M.Gizi, seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa.

Pada saat puasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme energi. Awalnya, tubuh memanfaatkan glukosa darah sebagai sumber energi. Glukosa ini berasal dari karbohidrat yang dikonsumsi sebelumnya. Glukosa masuk ke dalam sel dan diolah oleh mitokondria menjadi ATP, yang kemudian digunakan sebagai energi untuk berbagai aktivitas tubuh.

Namun, setelah beberapa jam puasa, cadangan glukosa mulai menipis. Pada titik ini, tubuh akan mulai mengambil cadangan energi dari otot dan hati. Jika puasa berlangsung lebih dari 8 jam, tubuh akan beralih ke sumber energi lain, yaitu lemak. Proses ini disebut ketosis, di mana lemak diubah menjadi keton sebagai bahan bakar utama untuk otak.

Keton memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga kesehatan otak. Dibandingkan dengan glukosa, keton dapat memberikan energi yang lebih efisien dan stabil. Secara analogi, keton bisa dibandingkan dengan bensin berkualitas tinggi seperti Pertamax, yang lebih baik daripada bensin biasa (Pertalite). Dengan demikian, penggunaan keton membantu meningkatkan kinerja sel saraf dan otak.

Selain itu, puasa juga memicu mekanisme alami tubuh yang disebut autofagi. Autofagi adalah proses di mana sel-sel tubuh membersihkan komponen yang rusak atau tidak berguna. Proses ini biasanya terjadi jika puasa berlangsung selama 12 hingga 14 jam, bahkan bisa mencapai 16 jam pada beberapa orang. Proses ini dipicu oleh stres metabolik ringan yang dialami tubuh selama puasa.

Stres metabolik ringan ini justru memberikan manfaat bagi tubuh. Sel-sel akan beradaptasi dengan kondisi puasa, sehingga produksi protein pelindung sel meningkat. Di dalam sel, cairan sel aktif melakukan pembersihan, yang membantu menjaga kelangsungan hidup sel dan mengurangi risiko penyakit.

Puasa dan Pengembangan Kesehatan Mental

Selain dampak fisik, puasa juga berdampak positif pada kesehatan mental. Ketika seseorang berpuasa, mereka dilatih untuk mengendalikan emosi dan dorongan. Rasa lapar dan ketidaknyamanan tetap dirasakan, namun tidak langsung dipenuhi. Proses ini membantu melatih kemampuan pengendalian diri.

Kemampuan menahan dorongan ini berkaitan dengan prefrontal cortex, bagian otak yang bertugas sebagai pengatur emosi. Saat seseorang menahan diri, prefrontal cortex bekerja lebih aktif, sehingga membantu seseorang berpikir sebelum bertindak. Reaksi spontan pun menjadi lebih terkontrol dan terarah.

Kontrol diri yang baik sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Orang yang mampu mengatur reaksinya cenderung lebih stabil dalam mengambil keputusan dan menjaga hubungan sosial yang harmonis. Puasa menjadi sarana latihan nyata untuk membangun kebiasaan tersebut.

Menahan berbagai dorongan selama puasa juga memperkuat disiplin dan meningkatkan kesadaran diri. Kemampuan mengatakan “cukup” terhadap keinginan sesaat menjadi pondasi penting dalam menjaga keseimbangan emosi.

Profil Dr. Indah Puji Handayani

dr. Indah Puji Handayani, Sp. KJ, M.Gizi adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa yang telah menyelesaikan pendidikan Kedokteran Spesialis Kedokteran Jiwa di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Beliau juga merupakan anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *