Kegagalan Ketiga di Final All England Open
Gelar turnamen BWF World Tour Super 1000 kembali menjauh dari jangkauan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pasangan ini sekali lagi gagal meraih mahkota Super 1000 pertama dalam sepanjang karier mereka setelah kalah di laga final All England Open 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Minggu (8/3/2026), Chia/Soh dikalahkan oleh ganda putra nomor satu dunia asal Korea, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, melalui rubber game dengan skor 21-18, 12-21, 19-21.
Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga bagi Chia/Soh di final All England Open. Sebelumnya, pasangan besutan Herry Iman Pierngadi tersebut tampil di laga puncak turnamen bulu tangkis tertua ini pada edisi 2019 dan 2024. All England Open 2019 juga menjadi kali pertama Chia/Soh mencapai final turnamen BWF World Tour Super 1000.
Pada kesempatan pertama itu, mereka kalah dari ganda putra veteran Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dengan skor 21-11, 14-21, 12-21. Sementara pada 2024, mereka dihentikan oleh pasangan Tanah Air lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dengan skor 21-16, 21-16.
Catatan di Turnamen Super 1000
Jika melihat catatan mereka di semua ajang Super 1000, Chia/Soh belum berhasil meraih gelar dalam delapan kesempatan tampil di final. Mereka menjadi runner-up pada beberapa turnamen besar, termasuk All England Open 2019, Thailand Open 2021, Indonesia Open 2023, China Open 2023, All England Open 2024, dan China Open 2025. Tahun ini, mereka juga tidak beruntung di Malaysia Open 2026 dan All England Open 2026, selalu kalah dari Kim/Seo.
Meski begitu, Chia/Soh tetap berusaha untuk tetap positif. “Kami senang bisa menguji batas kami dalam pertandingan kali ini dan menantang pasangan nomor satu,” kata Soh Wooi Yik. “Kami tahu kami bisa menang, tetapi pada beberapa momen krusial, kami membuat beberapa kesalahan yang membuat kami kalah.”
“Kami akan mengambil pengalaman ini dan terus maju,” tambah Soh. Mereka sempat berpeluang untuk meraih kemenangan setelah memimpin lima angka 12-7 pada gim ketiga. Namun, petaka terjadi saat Kim/Seo berhasil menyamakan kedudukan pada 14-14.
Pasangan Malaysia mengakui bahwa penyakit mereka adalah sering melakukan kesalahan pada fase krusial. Situasi serupa dialami Chia/Soh saat kalah dari Kim/Seo pada final Malaysia Open 2026. Saat itu, mereka anti-klimaks setelah mengejar dari ketertinggalan 4-10 menjadi 18-19.
Penjelasan Mengenai Kekalahan
Chia/Soh menepis anggapan bahwa mereka goyah karena pikiran mereka tertekan. Kritik soal aspek mental mengiringi karier mereka mengingat bagaimana mereka sering kalah pada babak-babak akhir. Untuk mendapatkan gelar pertama di World Tour pun (semua level), Chia/Soh harus menunggu selama lima tahun dan butuh tujuh kali percobaan di final.
“Kami tidak terlalu banyak berpikir di lapangan. Kami hanya fokus pada apa yang perlu kami lakukan, apa rencana permainan kami, dan kami tetap pada itu,” ujar Chia. “Kami harus fokus pada strategi, dan kesalahan di momen-momen krusial itulah yang merugikan kami.”
Keberhasilan Ganda Putra Korea
Di sisi lain, euforia dirasakan oleh ganda putra Korea, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Mereka berhasil mempertahankan gelar All England Open sekaligus menjemput gelar kedua pada ajang Super 1000 tahun ini. “Kata-kata kami telah menjadi kenyataan, saya sangat senang bisa memegang trofi ini lagi. Saya tidak pernah berpikir kami bisa melakukannya lagi,” kata Kim.
Kebahagiaan juga diungkapkan oleh Seo yang baru bertanding lagi setelah menjalani proses pemulihan cedera bahu. “Ketika saya mulai bermain bulu tangkis, saya tidak pernah membayangkan akan meraih gelar berturut-turut di All England, itu di luar bayangan saya,” ujar Seo. “Ada banyak prestasi yang ingin saya wujudkan dalam karier saya, dan rasanya luar biasa bisa meraih gelar ini lagi.”
“Dan meraih gelar berturut-turut meningkatkan kepercayaan diri saya untuk turnamen mendatang,” tambah Seo.











