Apa Itu Magellanic Plover?
Magellanic Plover (Pluvianellus socialis) adalah jenis burung pantai yang unik dari ujung paling selatan Amerika Selatan. Mereka termasuk dalam kategori burung penghasil “susu” seperti flamingo dan merpati, meskipun lebih jarang dikenal oleh masyarakat umum. Burung ini sering dibahas dalam kalangan ahli ornitologi karena keunikan yang membuatnya menarik untuk diteliti. Berikut lima fakta menarik tentang Magellanic Plover.
Jenis Burung Apa Magellanic Plover?
Magellanic Plover merupakan jenis burung pantai atau burung perandai. Burung pantai biasanya ditemukan di pantai, pesisir, atau hutan bakau. Mereka mencari makan sambil berlari-lari kecil dikejar ombak. Contoh burung pantai lain ada burung trinil, burung berkik, burung cerek, sampai burung gagang bayam.
Nah, Magellanic Plover juga termasuk dalam kelompok burung pantai dalam ordo Charadriiformes bersama yang lain. Meski nama mereka “plover” atau burung cerek, Magellanic Plover bukanlah sejenis burung cerek. Mereka cukup khas dan unik untuk bisa disebut sebagai jenis burung tersendiri serta dikelompokkan dalam keluarga sendiri: Pluvianellidae.
Burung Langka yang Hanya Ada di Patagonia
Magellanic Plover merupakan burung yang langka secara alami. Kamu hanya bisa menjumpai mereka di ujung selatan Amerika Selatan, tepatnya di bagian paling selatan Patagonia. Mereka umum terlihat di teluk, laguna, dan muara sungai.
Magellanic Plover aktif bergerak dan berlari mencari makan di tepian. Menurut BirdLife DataZone, beberapa Magellanic Plover bermigrasi ke utara saat musim dingin di sepanjang pesisir Atlantik. Mereka berbiak di tepian danau, kolam, atau sungai di daerah stepa Patagonia. Di tanah berkerikil itu, burung ini membangun sarang sangat dekat dengan air. Menurut laman Oiseaux-Birds, Magellanic Plover hanya menghasilkan 1–2 butir telur. Anak kedua mereka sering mati kelaparan sehingga selalu hanya satu yang berhasil tumbuh dewasa.

Menghasilkan “Susu” Bak Merpati dan Flamingo
Gak banyak burung yang menghasilkan “susu” untuk memberi makan anak mereka. Hanya ada merpati, flamingo, dan penguin kaisar. Susu yang dimaksud bukan susu sungguhan seperti yang dihasilkan mamalia, melainkan susu tembolok alias crop milk.
Susu tembolok merupakan makanan yang baru separuh dicerna oleh induk burung di dalam tembolok yang ada di bawah saluran kerongkongan. Sang induk kemudian memuntahkan susu ini untuk disantap sang anak. Magellanic Plover jadi satu-satunya burung pantai yang memberi makan anak mereka dengan cara ini.

Lebih Metodis dari Burung Pantai pada Umumnya
Burung pantai umumnya mencari makan dengan berlari, lalu menyambar makanan. Namun, Magellanic Plover lebih metodis. Mereka mematuk berulang kali sambil berjalan, sering kali sambil menggoyang-goyangkan tubuh mereka naik turun saat berjalan. Mereka juga membalik benda-benda, seperti kerikil dan cangkang kerang, untuk mengambil makanan berupa krustasea serta artropoda yang bersembunyi.
Lebih unik lagi, Magellanic Plover juga bakal berjuang menggali ke dalam tanah dengan kaki mereka yang kuat untuk menggapai makanan yang bersembunyi. Bahkan, burung ini bisa menggali lubang hampir sebesar tubuh mereka. Gak ada burung pantai lain yang terlihat mencari makan dengan cara ini selain Magellanic Plover.

Sulit Diklasifikasikan Secara Taksonomi
Keunikan-keunikan Magellanic Plover membuat burung ini sulit diklasifikasikan secara taksonomi. Kebiasaan makan dan bentuk paruh yang menyerupai burung trinil pembalik batu (turnstone) membuat Magellanic Plover sempat dikelompokkan bersama trinil pembalik batu. Mereka juga pernah dikira sejenis merpati aneh karena punya susu tembolok dan bertubuh serta bersuara seperti merpati.
Namun, laman Birds of the World mengungkap bahwa data molekuler memperjelas identitas Magellanic Plover sebagai burung perandai yang unik. Kerabat terdekat mereka kemungkinan besar burung cerek es atau sheathbill (keluarga Chionidae) yang hidup jauh di kutub selatan. Meski dengan hubungan kekerabatan yang cukup dekat, Magellanic Plover terbilang masih sangat berbeda dari cerek es.
Kini, Magellanic Plover dianggap sebagai hewan yang terancam punah karena seluruh populasi mereka hanya ada di satu wilayah. Meski kemungkinan besar jumlah mereka lebih besar dari yang diperkirakan, Magellanic Plover terdampak oleh polusi. Mereka pun terancam oleh keberadaan hewan ternak dan hewan peliharaan. Semoga keberadaan Magellanic Plover bisa lebih terjaga, ya!

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











