PSM Makassar Masih Terancam Degradasi di Super League Indonesia 2025/2026
Posisi PSM Makassar di klasemen sementara Super League Indonesia 2025/2026 masih belum aman dari ancaman degradasi. Tim Juku Eja berada di peringkat 13 dengan 24 poin, yang membuat mereka terus menghadapi tekanan dari tim-tim di bawahnya. Persaingan di papan bawah sangat ketat, dan jarak poin antar tim terlihat sangat tipis.
Di bawah PSM Makassar, Persijap Jepara berada di posisi 14 dengan 21 poin. Sementara itu, peringkat 15 hingga 17 ditempati oleh Persis Solo, Madura United, dan Semen Padang, masing-masing mengumpulkan 20 poin. Namun, dua klub tersebut, yaitu Madura United dan Semen Padang, sudah berada di zona degradasi. Di posisi terbawah, PSBS Biak menjadi juru kunci klasemen dengan poin terendah.
Dengan jarak poin yang hanya berkisar antara dua hingga empat poin, kemungkinan perubahan posisi di klasemen bisa terjadi kapan saja. Hal ini menambah motivasi bagi tim-tim papan bawah untuk berjuang keras demi menghindari turun kasta ke Liga 2.
Tiga tim terbawah di akhir musim akan otomatis turun kasta, sehingga PSM Makassar harus tetap waspada agar tidak terjebak dalam zona merah. Meskipun saat ini PSM Makassar unggul empat poin dari Madura United, yang berada di posisi terbawah, situasi ini belum sepenuhnya aman. Kemenangan mutlak dibutuhkan agar PSM bisa menjauhi peringkat bawah.
Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menyampaikan bahwa persaingan di klasemen bawah sangat sulit. Ia mengatakan, tim-tim di bawah PSM menunjukkan progres yang bagus, terutama Persijap Jepara dan Persis Solo. Persijap berhasil meraih tiga poin dari tiga pertandingan terakhir, sedangkan Persis Solo mengumpulkan tujuh poin. Dengan hasil tersebut, kedua tim ini telah mampu keluar dari zona degradasi.
Meski PSM Makassar sudah tujuh pekan bertahan di peringkat 13, Amir tetap optimis bahwa tim bisa bangkit pasca jeda kompetisi. Ia percaya bahwa kerja keras dan semangat para pemain akan membawa PSM melewati situasi sulit sekarang ini.
“Saya yakin, melihat bagaimana kerja keras dan semangatnya para pemain, InsyaAllah kita akan keluar dari masa-masa sulit ini,” ujarnya saat dihubungi.
Amir juga meminta pemain PSM Makassar tidak terbebani dengan persaingan sengit di klasemen bawah. Ia ingin Yuran Fernandes cs tampil lepas, namun tetap bertanggung jawab dalam setiap momen di lapangan.
“Saya sampaikan ke pemain main lepas, nikmati gamenya, tapi penuh tanggung jawab untuk semua momen di lapangan,” katanya.
Di sisi lain, pengamat sepak bola Imran Amirullah menyarankan PSM Makassar fokus dan bekerja keras di setiap pertandingan. Ia menilai, sembilan pertandingan sisa musim ini harus dianggap sebagai final. Apalagi, PSM menghadapi beberapa klub besar seperti Persib Bandung, Borneo Samarinda FC, PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Lampung FC, Persik Kediri, Arema FC, dan Bali United.
Namun, di bawahnya hanya ada Persis Solo dan Madura United. Imran menekankan bahwa PSM harus fokus pada diri sendiri, bukan pada hasil pertandingan tim lain.
“Fokus, kerja keras. Tak usah pikirkan hasil tim lain. Anggap setiap laga adalah final untuk raih poin penuh,” katanya.
Ia juga mendorong PSM Makassar untuk tidak gentar menghadapi tim-tim yang memiliki peringkat lebih tinggi. Menurutnya, PSM memiliki nama besar dan kualitas yang baik. Materi pemain yang dimiliki sangat bagus, dan sisa musim harus dimaksimalkan potensinya.
“Jangan gentar dengan tim mana pun. PSM Makassar ini tim besar di Indonesia,” ujar mantan asisten pelatih PSM ini.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











