Pengaturan Lalu Lintas dan Operasi Ketupat 2026 untuk Mudik Lebaran
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk menghadapi periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Rekayasa tersebut mencakup sistem one way, contraflow, serta ganjil genap. Kebijakan ini diterapkan guna mengatur mobilitas masyarakat yang diproyeksikan mencapai ratusan juta orang.
Rekayasa lalu lintas ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
“SKB tersebut mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, dan ganjil genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut serta pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan,” ujar Sigit saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Pengaturan lalu lintas ini diterapkan seiring tingginya potensi mobilitas masyarakat pada periode Lebaran tahun ini. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang. Meskipun terjadi penurunan sekitar 1,75 persen atau setara 2,5 juta orang, tetap diperlukan kesiapan pengamanan serta pengaturan lalu lintas yang matang.
“Meskipun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya,” ujar Sigit.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan menggelar Operasi Ketupat 2026. Operasi ini berlangsung selama 13 hari mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel disebar di berbagai jalur utama mudik guna menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas.
“Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat 2026 selama 13 hari mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan,” kata Sigit.
Pengamanan juga diperkuat melalui penyediaan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode mudik.
Aparat memfokuskan pengamanan pada 185.607 objek yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran. Lokasi tersebut meliputi masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
“Polri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu,” ujar Sigit.

Jaga bumi saat mudik. – (Tim infografis)
Ia menuturkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14–15 Maret 2026 dan gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026. Arus balik juga diperkirakan terjadi dalam dua periode, yakni pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Berbagai skema rekayasa lalu lintas disiapkan untuk menjaga kelancaran perjalanan pada periode tersebut.
Pengaturan transportasi juga mencakup pengelolaan jalur penyeberangan. Sistem delaying system, buffer zone, dan mekanisme first in first out disiapkan untuk mengatur antrean kendaraan di pelabuhan.
“Guna menjaga kelancaran jalur penyeberangan akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first in first out,” kata Sigit.
Polri juga memetakan potensi gangguan keamanan yang dapat muncul selama masa mudik, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antarkelompok. Patroli rutin diminta diperkuat di berbagai titik rawan.
Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor cuaca. Prediksi BMKG menunjukkan sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami kondisi berawan hingga hujan lebat selama arus mudik.
Seluruh instansi yang terlibat diminta memperkuat koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan perjalanan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengamanan mudik tahun ini.
Operasi Ketupat 2026 melibatkan berbagai instansi mulai dari TNI, kementerian, hingga pemerintah daerah dan relawan masyarakat. Dukungan lintas sektor diharapkan mampu menjaga perjalanan mudik berlangsung aman dan tertib bagi masyarakat.











