Masalah yang Sering Dialami Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya
Menyusui adalah aktivitas alami yang dilakukan oleh ibu setelah melahirkan. Meskipun terlihat sederhana, nyatanya menyusui tidak selalu mudah. Banyak masalah bisa muncul selama proses menyusui, termasuk gangguan pada payudara yang dapat memengaruhi produksi ASI dan kelancaran menyusui bayi.
Berikut ini adalah lima masalah umum pada payudara yang sering dialami ibu menyusui beserta cara mengatasinya:
1. Mastitis
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini bisa berasal dari mulut bayi yang masuk ke kelenjar susu melalui luka pada puting. Gejala mastitis antara lain pembengkakan payudara, kemerahan, rasa panas, demam, hingga abses.
Penanganan mastitis sebaiknya dilakukan dengan bantuan dokter. Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi rasa sakit dan antibiotik. Selama mengalami mastitis, ibu disarankan tetap menyusui agar tidak terjadi penumpukan ASI dan mencegah kondisi semakin parah.
2. Milk Blister

Milk blister atau jerawat puting muncul dalam bentuk benjolan bernanah yang terasa sakit saat disentuh. Jenis jerawat ini berbeda dari jerawat akibat gesekan. Penyebabnya bisa karena pelekatan bayi yang kurang sempurna atau penggunaan nipple shield yang tidak pas.
Untuk mengatasi milk blister, ibu perlu rajin membersihkan area yang terkena dengan kain lap basah. Kompres hangat sebelum menyusui juga bisa membantu. Memijat payudara dengan minyak grapefruit seed extract bisa membantu penyembuhan jika milk blister sudah matang. Jika rasa sakit berlanjut disertai demam, segera konsultasikan ke dokter.
3. Flat Nipple

Flat nipple atau puting datar tidak selalu mengganggu kualitas menyusui. Namun, jika bayi kesulitan menempel karena puting datar, ibu bisa menggunakan pompa ASI sebelum menyusui untuk menarik puting. Selain itu, alat seperti nipple averter bisa digunakan untuk mengangkat puting ke atas agar lebih mudah dipegang bayi.
4. Puting Lecet

Puting lecet bisa disebabkan oleh pelekatan yang tidak sempurna, infeksi, atau gesekan dari pompa ASI atau mulut bayi. Untuk mengatasinya, hindari membersihkan puting dengan sabun karena bisa membuat kulit lebih kering. Kompres dingin bisa membantu meredakan nyeri.
Oleskan ASI secara lembut pada kulit sekitar puting. Jika terdapat luka berdarah, gunakan pelembap khusus untuk nipple crack. Gunakan bra menyusui dari bahan katun dan ganti breast pad secara rutin untuk menjaga kebersihan.
5. Payudara Besar Sebelah

Masalah payudara besar sebelah sering terjadi karena bayi cenderung menyusu pada satu sisi saja. Hal ini menyebabkan hormon prolaktin bekerja lebih keras pada satu payudara, sehingga produksi ASI menurun dan payudara menjadi lebih kecil.
Untuk mengatasinya, lakukan penyusuan bergantian antar payudara. Selain itu, lakukan pemompaan atau pijatan pada payudara yang besar sebelah setelah dan sebelum menyusui untuk menyeimbangkan bentuk payudara.
Itu dia beberapa masalah payudara yang sering dialami ibu menyusui beserta cara mengatasinya. Jika masalah tersebut tidak bisa diatasi sendiri atau disertai gejala seperti demam, segera konsultasikan ke dokter. Kesehatan payudara sangat penting bagi ibu menyusui agar proses menyusui berjalan lancar dan nyaman.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











