Tekanan yang Meningkat pada Arne Slot di Liverpool
Kekalahan 2-1 Liverpool dari Brighton di pantai selatan akhir pekan lalu telah menambah tekanan besar terhadap manajer mereka, Arne Slot. Kekalahan ini menjadi kekalahan kesepuluh mereka di Premier League musim ini, dan merupakan hasil terburuk dalam satu dekade terakhir.
Pertandingan tersebut berjalan buruk sejak awal. Liverpool tampil tanpa Mohamed Salah, Alisson, dan Hugo Ekitiké yang cedera setelah bertabrakan dengan James Milner. Performa tim terlihat lemah bahkan sebelum pertandingan dimulai. Danny Welbeck berhasil mencetak dua gol untuk Brighton, sementara Milos Kerkez mencetak gol penyama kedudukan. Namun, Brighton tampil lebih tangguh dan efisien, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.
Hasil ini membuat Liverpool tergelincir ke posisi kelima klasemen Premier League, hanya satu poin di atas Chelsea dan lima poin di belakang Aston Villa yang berada di posisi keempat. Situasi semakin memperihatinkan karena performa buruk Slot di musim ini.
Slot juga diperkirakan akan dipecat jika tidak mampu memperbaiki situasi. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, ia menyatakan bahwa mengulangi performa Liga Champions melawan Galatasaray secepat itu “tidak realistis.” Pernyataan ini dianggap tidak biasa bagi seorang manajer elite, dan memberikan gambaran tentang ketidakpastian yang mengelilingi klub.
Saat ini, situasi di sekitar Liverpool semakin tidak menentu. Jajaran petinggi Anfield tampaknya memperhatikan secara cermat. TEAMtalk melaporkan bahwa pengawasan terhadap kinerja Slot telah mencapai tingkat serius, dan pemilik klub kemungkinan akan membuat keputusan di akhir musim apakah akan terus mendukung pelatih asal Belanda itu atau memecatnya.
Kandidat Terkuat untuk Menggantikan Arne Slot
Dengan situasi yang semakin sulit, pertanyaan utamanya adalah siapa yang akan menggantikan Slot. Beberapa nama telah muncul sebagai kandidat kuat, salah satunya adalah Xabi Alonso.
Xabi Alonso, yang meninggalkan Real Madrid pada bulan Januari setelah enam bulan yang sulit memimpin di Bernabeu, disebut berada di ‘posisi terdepan’ untuk mengambil alih Liverpool. Menurut TEAMtalk dan jurnalis Graeme Bailey, Alonso ‘sangat’ berada di ‘posisi terdepan’ untuk mengambil alih Anfield setelah ‘muncul sebagai kandidat utama’.
Sumber-sumber yang dekat dengan pria berusia 44 tahun itu mengatakan bahwa ia siap kembali ke dunia kepelatihan musim depan dan bahwa Liverpool sangat masuk dalam radarnya. Alonso memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub dan basis penggemarnya, karena ia pernah memenangkan Liga Champions sebagai pemain.
Selain sentimen, penunjukan Alonso juga didukung oleh argumen sepak bola yang kuat. Liverpool akan menganggap memaksimalkan potensi Florian Wirtz sebagai prioritas utama. Hanya sedikit pelatih yang memahami pemain Jerman itu lebih baik daripada Alonso, yang bekerja dengannya selama bertahun-tahun di Bayer Leverkusen dan membantunya menjadi salah satu gelandang paling menjanjikan di Eropa.
Alonso dan Wirtz memenangkan gelar ganda Jerman bersama pada tahun 2024 dan merupakan bagian dari tim Leverkusen yang terkenal karena tidak terkalahkan sepanjang musim Bundesliga.
Tantangan yang Menanti Liverpool
Bagi Liverpool, bulan-bulan mendatang sangat penting. Meskipun musim belum berakhir, kualifikasi Liga Champions masih bisa diraih, dan Slot belum dipecat. Namun, bayang-bayang perubahan semakin sulit diabaikan.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











