Apresiasi Gubernur Jawa Barat terhadap Ajang SDM
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi terhadap sosok Ajang SDM yang kerap melakukan cosplay menyerupai gaya berpakaian dan gerak-geriknya. Namun, Dedi juga memberikan pesan agar Ajang bekerja lebih produktif.
Ajang SDM adalah seorang pria kelahiran Garut yang kini menetap di Tasikmalaya. Kemiripannya dengan Dedi Mulyadi membuatnya dijuluki sebagai KDM KW. Ia mengaku mulai mengikuti gaya Dedi karena rasa kagum terhadap keteladanan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Baru-baru ini, sosok konten kreator bernama Ajang SDM mendadak menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah Dedi Mulyadi menyinggungnya dalam sebuah unggahan video di Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Dedi mengucapkan terima kasih kepada Kang Ajang karena sering berpakaian mirip dengannya. Ia juga mengapresiasi aktivitas Ajang yang aktif berkeliling desa, jalan raya, daerah wisata, dan produksi pembangunan di Jawa Barat.
Meski memberikan apresiasi, Dedi meminta Ajang untuk bekerja lebih produktif, bukan hanya sekadar menyerupai gaya pakaiannya. Ia berharap Ajang bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Misalnya, menjadi petani, nelayan, pengusaha, atau karyawan industri yang memiliki nilai produksi dan manfaat bagi kepentingan masyarakat.
Dedi juga menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan masyarakat yang kreatif dan inovatif untuk bersama-sama membangun Jawa Barat Istimewa. Setelah videonya diunggah, Ajang SDM membagikan ulang video Gubernur tersebut dengan ucapan rasa terima kasih. Namun, video Ajang justru menuai sorotan hingga akun Instagramnya diserbu warganet, terutama pendukung Dedi Mulyadi.
Beberapa warganet memberikan komentar bahwa pesan Dedi Mulyadi tersebut merupakan peringatan dan teguran. Ada juga yang menganggap keberadaan Ajang SDM sebagai hiburan.
Sosok Ajang SDM
Sebelum disinggung Dedi Mulyadi, sejumlah konten Ajang SDM viral di media sosial. Hal ini lantaran kemiripannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Terlebih, Ajang kerap memperlihatkan gaya pakaian dan gerak-geriknya seolah cosplay menyerupai Dedi Mulyadi. Saking miripnya, banyak warga yang terkecoh dan sering mengajaknya berfoto bersama.
Ajang SDM memiliki nama asli Ajang Syarif Nur Hidayatullah. Karena wajahnya yang mirip Dedi Mulyadi, ia sering disangka sebagai KDM KW alias palsu. Karena hal itu, Ajang pun memiliki panggilan akrab sebagai Ajang SDM.
Ajang lahir dan berasal dari Garut, tetapi dibesarkan di Tasikmalaya. Ia pindah dari Garut setelah tamat SMA, sempat tinggal di Bandung, dan kini menetap di Tasikmalaya. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara yang lahir dari keluarga buruh petani. Meskipun begitu, Ajang memiliki profesi sebagai marketing dan juga nyambi menjadi konten kreator.
Dilihat dari akun Instagram dan Facebooknya, Ajang SDM memiliki puluhan ribu pengikut. Selain itu, Ajang juga mengaku memiliki nasib yang sama seperti Dedi Mulyadi yaitu menjadi duda. Namun, ia merendah dengan menyebut dirinya sebagai duda biasa, sementara Dedi Mulyadi dikenal sebagai duren (duda keren).
Selain itu, Ajang SDM mengaku memiliki kekurangan berbeda dari KDM yaitu cadel (tidak fasih menyebut huruf R). Kemiripan wajahnya dengan KDM atau Dedi Mulyadi dia jadikan sebagai berkah yang berharga baginya. Menjadi “KDM KW” membuatnya terkenal dan sering mendapatkan keistimewaan, seperti diberikan parkir VIP karena dikira KDM asli.
Namun, di sisi lain, Ajang juga merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah atau nama baik KDM agar tidak melakukan hal-hal yang melenceng. Ia pun mengaku sering bertemu Dedi Mulyadi. “Saya sering ketemu beliau ketika ada acara, sapa warga, karena antusiasme masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat itu luar biasa,” ujar Ajang SDM.
Kagum ke Dedi Mulyadi
Secara pribadi, alasan Ajang mengikuti gaya Dedi Mulyadi seperti memakai pakaian serba putih dan totopong atau penutup kepala iket Sunda, karena kekagumannya kepada Dedi Mulyadi. Bahkan, Ajang tergabung di komunitas Sahabat Dedi Mulyadi.
Ajang SDM menyebut bahwa aksi Dedi Mulyadi sebagai pejabat yang turun langsung ke jalan itu sudah dilakukan bahkan sebelum menjabat sebagai Gubernur. Menurut Ajang, meski Dedi Mulyadi disebut Gubernur Konten, aksi KDM itu out the box dari pejabat lainnya.
“Sebelum jadi Gubernur, KDM itu sudah melakukan aksi populis sehingga masyarakat Jabar betul-betul terhipnotis bukan karena gaya kepemimpinannya saja tapi juga keteladanannya,” ungkap Ajang SDM.
Lebih lanjut, Ajang disinggung tentang politik jika dirinya ditawari masuk partai. Meski mirip secara fisik, Ajang SDM menegaskan tidak berniat mencalonkan diri sebagai bupati atau lurah. “Percaya diri boleh, tapi tahu diri lebih bagus,” karena menyadari kapasitas pemikirannya berbeda jauh dengan KDM yang asli.
Lebih lanjut, Ajang SDM justru menyampaikan rasa terima kasih kepada manajernya, Ahendra, yang dianggap paling berjasa dalam kariernya saat ini. Berkat manajernya, kemiripannya dengan Dedi Mulyadi menjadi keberkahan dan bermanfaat bagi kariernya sebagai konten kreator sekaligus pekerjaannya di bidang marketing.











