"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Northstar (DOID) Kontraktor Tambang Raih Pendapatan Rp24,75 Triliun pada 2025



JAKARTA — PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) mencatatkan penurunan pendapatan menjadi US$1,48 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini setara dengan Rp24,75 triliun (kurs Jisdor BI Rp16.720 per dolar AS 31 Desember 2025).

Pendapatan BUMA turun sebesar 15,71% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$1,75 miliar. Manajemen BUMA menjelaskan bahwa penurunan pendapatan ini terutama disebabkan oleh penurunan volume pekerjaan, sementara Average Selling Price (ASP) sebagai kontraktor tambang relatif stabil. Hal ini didukung oleh porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi.

Sementara pendapatan mengalami penurunan, BUMA mencatatkan rugi bersih sebesar US$128 juta atau setara Rp1,89 triliun pada 2025. Rugi entitas Northstar tersebut dipicu oleh penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak di Australia yang telah berakhir, serta penurunan nilai aset pada operasional di Australia dan Amerika Serikat.

Beberapa faktor tersebut sebagian diimbangi oleh keuntungan nilai wajar sebesar US$41 juta dari investasi Grup di 29Metals, seiring pemulihan harga sahamnya sepanjang tahun. Selain itu, ada juga keuntungan selisih kurs sebesar US$36 juta atau berbalik dari kerugian US$19 juta pada 2024, serta pembalikan pencadangan piutang di Australia setelah putusan Mahkamah Agung Queensland yang memenangkan BUMA Australia. Penyelesaian keuangan yang diharapkan terealisasi di 2026.

Direktur BUMA Internasional Grup Iwan Fuad Salim menjelaskan bahwa 2025 merupakan tahun yang menantang bagi Grup. Menurutnya, gangguan yang dihadapi BUMA pada kuartal pertama berdampak signifikan terhadap produksi dan pendapatan. Hal ini juga menunjukkan area-area di mana pendekatan BUMA dapat diperkuat.

“Kami merespons dengan cepat melalui pengetatan disiplin operasional, penguatan pengendalian biaya dan fundamental pemeliharaan, serta pengambilan langkah-langkah tegas guna menjaga likuiditas dan memperkuat neraca keuangan. Langkah-langkah tersebut mendorong peningkatan produktivitas, biaya, dan arus kas sepanjang tahun, serta memberikan pondasi yang lebih kuat saat kami memasuki 2026,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

DOID juga membukukan arus kas bebas (free cash flow) positif sebesar US$8 juta, dibandingkan negatif US$60 juta pada 2024. Pada kuartal IV/2025, Grup membukukan arus kas bebas sebesar US$57 juta, menjadikannya capaian arus kas bebas kuartalan tertinggi sepanjang tahun.

Di sisi lain, belanja modal DOID sepanjang 2025 mencapai sebesar US$179 juta, relatif stabil YoY, dengan alokasi yang seimbang antara kebutuhan pemeliharaan dan pertumbuhan.

Lebih lanjut, sepanjang 2025 hingga awal 2026, DOID juga mengamankan tiga kontrak yang mencakup operasional di Indonesia dan Australia. BUMA Australia memperoleh perpanjangan kontrak sekitar A$740 juta di Blackwater Mine hingga Juni 2030, serta perpanjangan kontrak di Goonyella Riverside Mine hingga September 2027.

Setelah penutupan tahun buku, BUMA mengamankan kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia di Tambang Tutupan Selatan hingga Desember 2030. Kontrak ini mencakup sekitar 239 MBCM overburden removal dan 44 juta ton produksi batu bara, memperpanjang kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun.

“Kami memasuki tahun 2026 dengan fondasi operasional yang lebih kuat, neraca keuangan yang lebih tangguh, serta basis kontrak yang lebih terjamin. Prioritas kami jelas, mendorong keunggulan operasional, menjaga disiplin biaya dan belanja modal, memperkuat pengelolaan kas, serta mewujudkan pemulihan menjadi kinerja keuangan yang konsisten, sembari terus mengejar pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik,” tutur Iwan.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *