"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

RSU UMC Dikabarkan Tinggalkan Pasien: Institusi Kedokteran Kabupaten Cirebon Tercoreng!

Kasus Pasien yang Diduga Ditolak di RSU UMC Astanajapura

Sebuah insiden yang menimpa seorang pasien di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Cirebon (RSU UMC) Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mengundang perhatian masyarakat. Insiden ini terjadi saat hari jadi Kabupaten Cirebon yang ke-544 sedang dirayakan. Pasalnya, salah satu oknum dokter jaga IGD diduga menelantarkan pasien yang datang ke rumah sakit tersebut.

Menurut keluarga pasien, Hj. Yuyun Sriwahyuni, ketika tiba di rumah sakit, pelayanan terasa sangat tidak memadai. Keluarga merasa diperlakukan acuh, sehingga mereka harus mencari dokter secara mandiri dan baru mendapatkan layanan setelah beberapa waktu.

“Jujur saja, sebagai anak dari pasien H Wasra, saya sangat kecewa dengan pelayanan di rumah sakit tersebut,” ujar Yuyun, kemarin.

Penyaranaan Rawat Inap yang Tidak Segera Diambil

Yuyun menceritakan bahwa saat bertemu dengan dokter jaga IGD, pihak keluarga disarankan untuk melakukan rawat inap. Mereka bersedia melakukannya. Namun, prosesnya berjalan lambat dan terkesan ditelantarkan. Bahkan dalam kondisi pasien yang tergolong ‘gawat’, pihak rumah sakit hanya meminta keluarga menunggu ketersediaan kamar tanpa memberikan tindakan medis awal.

“Saya tidak mempermasalahkan kamar yang penuh, tapi seharusnya pasien ditangani dulu, misalnya dipasang infus atau diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit. Tapi selama itu tidak ada tindakan, hanya diminta menunggu saja,” cerita Yuyun.

Kekecewaan tersebut berlangsung cukup lama, mulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga mendekati waktu Isya. Meski menunggu lebih dari satu jam, belum ada penanganan lanjutan yang diberikan. Akhirnya, Yuyun meluapkan kekecewaannya kepada dokter yang bertugas, menilai bahwa tenaga medis tidak mengutamakan keselamatan pasien.

Pergeseran ke Rumah Sakit Lain

Karena kesal, Yuyun memutuskan untuk merujuk ayahnya ke rumah sakit lain, yaitu Rumah Sakit Gunungjati. Dirinya berharap pihak rumah sakit dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga medis, khususnya dokter yang bertugas saat itu.

“Pelayanan harus diperbaiki. Jangan sampai merugikan pasien, apalagi ini menyangkut nyawa,” harap Yuyun.

Sekretaris Desa Cipeujeuh Kulon, Yoyo Sudharyo, juga mengatakan bahwa tidak sedikit warga yang mengeluhkan pelayanan kurang baik di RSU UMC Astanajapura.

“Semoga dengan adanya kejadian ini, dijadikan evaluasi pihak rumah sakit supaya lebih baik dalam pelayanan pasien dan keluarganya,” harap Yoyo.

Penjelasan dari Pihak Rumah Sakit

Saat dikonfirmasi, Humas RSU UMC Astanajapura, Toha, membantah adanya dugaan menelantarkan pasien. Menurutnya, rumah sakit telah melakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk pemeriksaan awal ketika pasien datang.

“Kondisi pasien gawat tapi tidak darurat, sehingga dilakukan penanganan pasien lain yang tergolong gawat dan darurat,” jelas Toha.

Toha menjelaskan bahwa ada beberapa kategori pasien yang masuk ke ruang IGD, seperti gawat tidak darurat dan gawat darurat. Artinya, ketika ada pasien yang gawat darurat, penanganan segera dilakukan. Namun tetap menangani pasien yang lain.

“Saat kejadian, ada sekitar enam pasien yang masuk IGD dan dokter yang memeriksa telah melakukan SOP pelayanan medis,” tambahnya.

Persiapan Ruang Rawat Inap

Toha menambahkan bahwa ketika pasien akan dirawat inap, pihak rumah sakit mempersiapkan ruangan. Karena pada waktu itu, ruangan penuh maka dilakukan pergeseran tempat tidur pasien.

“Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama untuk menyiapkan ruang rawat inap. Tapi sepertinya keluarga pasien kurang sabar, maka dirujuk ke rumah sakit lain,” tuturnya.

Dirinya mengaku sudah melakukan rapat bersama manajemen untuk melakukan perbaikan dalam pelayanan.

“Hanya miskomunikasi saja antara dokter dan keluarga pasien dan kami mohon maaf atas pelayanan yang kurang berkenan, sekaligus menjadi evaluasi kami untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *