"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Karisidenan Pekalongan dan Kedu Maju Jadi Tuan Rumah Porporv Jateng 2023

Rakerprov KONI Jawa Tengah Fokus pada Persiapan Porprov 2026 dan Penentuan Tuan Rumah 2030

Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Tengah yang diadakan di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (4/4/2026), menjadi momen penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-17 tahun 2026. Selain itu, acara ini juga membahas penentuan tuan rumah Porprov ke-18 tahun 2030.

Dalam forum tersebut, berbagai aspek teknis menjadi fokus utama, termasuk jadwal pelaksanaan, cabang olahraga yang akan dipertandingkan, serta kelas-kelas pertandingan. Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa Rakerprov kali ini difokuskan untuk memastikan kesiapan detail penyelenggaraan Porprov 2026 agar berjalan optimal.

“Hari ini kita memastikan jadwal pelaksanaan. Bulan dan tahun sudah ditentukan, sekarang kita dalami hari pelaksanaannya. Selain itu, kita juga masih memasukkan cabang olahraga serta kelas yang akan dipertandingkan,” kata dia kepada awak media di sela agenda Rakerprov.

Menurutnya, penyusunan cabang olahraga dan kelas pertandingan ini penting untuk menciptakan pemerataan kekuatan daerah sekaligus meningkatkan daya saing peserta. Dengan begitu, kekuatan daerah bisa merata dan mereka akan benar-benar siap serta antusias menuju penyelenggaraan Porprov.

Selain fokus pada Porprov 2026, Rakerprov juga membahas agenda penting lain, yakni penentuan tuan rumah Porprov ke-18 tahun 2030. Sejumlah daerah telah mengajukan diri dan saat ini dalam tahap penilaian.

“Ada wilayah Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Kedu yang mengajukan diri. Prosesnya sudah melalui penilaian dan penapisan, dan hari ini akan disepakati,” jelas Sujarwanto.

Ia menegaskan, wilayah yang terpilih nantinya akan diminta memaparkan garis besar kesiapan sebagai tuan rumah, termasuk perencanaan awal penyelenggaraan. “Kami akan meminta calon tuan rumah menyampaikan kesiapan mereka secara umum sebagai bagian dari komitmen penyelenggaraan Porprov 2030,” katanya.

Terkait kesiapan tuan rumah Porprov 2026 di wilayah Semarang Raya, Sujarwanto memastikan seluruh daerah telah berkoordinasi dengan baik. Pembagian peran antarwilayah pun telah disepakati.

“Secara keseluruhan kesiapan Semarang Raya sudah cukup baik. Pembagian tugas di Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Demak sudah disepakati. Venue juga sudah siap, begitu pula dengan rancangan penyelenggaraannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menambahkan bahwa pembahasan dalam Rakerprov juga mencakup aspek pendukung seperti anggaran, kesiapan waktu, serta kelayakan venue. “Kita bahas anggaran, waktu pelaksanaan, serta kesiapan venue. Ini penting karena Porprov menjadi bagian dari proses pembinaan atlet Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Porprov 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam menyiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. “Dari 35 kabupaten/kota dan seluruh cabang olahraga, kita harus bersama-sama menyiapkan atlet terbaik yang nantinya akan mewakili Jawa Tengah di jenjang lebih tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Taj Yasin juga menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang untuk Porprov 2030, terutama dalam pembangunan infrastruktur olahraga. “Persiapan harus dimulai sekarang karena membangun venue dan fasilitas atlet membutuhkan waktu yang panjang. Dengan begitu, Porprov 2030 bisa lebih siap,” katanya.

Tak hanya itu, pelaksanaan Porprov 2026 juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah, khususnya di kawasan Semarang Raya. “Olahraga tidak bisa dipisahkan dari penonton. Kehadiran penonton dan suporter diharapkan mampu menggerakkan ekonomi, terutama di Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Kendal,” pungkasnya.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *