Persija Jakarta Menghadapi Tekanan Berat dalam Perburuan Gelar Super League 2025/2026
Persija Jakarta kini berada dalam tekanan berat dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Tim asal Ibu Kota ini tertinggal sembilan poin dari Persib Bandung di puncak klasemen, yang membuat peluang untuk menjadi juara semakin berat di sisa musim. Meski begitu, manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, meminta seluruh pemain dan ofisial untuk tetap fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Ada rasa kecewa, tapi tidak boleh terus terjebak pada hasil yang sudah lewat, kita harus fokus hadapi pertandingan berikutnya,” ujar Ardhi di Lapangan A GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
Ardhi menegaskan bahwa target juara tetap menjadi tujuan utama, namun hal tersebut jangan sampai menjadi beban bagi para pemain. “Target adalah juara, namun jangan sampai pola pikir kita tertekan dengan keharusan untuk juara, itu menjadi beban bagi pemain,” tambahnya.
Dengan delapan pertandingan tersisa, Persija diminta menjalani setiap laga dengan fokus penuh untuk meraih kemenangan. Salah satu laga penting yang akan dihadapi adalah pertandingan melawan Persebaya Surabaya di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026) malam.
“Kita harus menjalaninya langkah demi langkah, pertandingan besok harus fokus, harus bisa menang, setelah itu pikirkan lagi pertandingan berikutnya, fokus lagi, dan harus bisa menang,” kata Ardhi.
Masalah Konsentrasi dan Fokus Pemain
Selain faktor hasil, Ardhi juga menyoroti masalah internal tim, terutama terkait konsentrasi dan fokus pemain yang dinilai menjadi kendala dalam tiga laga terakhir. “Konsentrasi dan fokus, itu yang menjadi masalah,” katanya.
Ia juga menyentil pentingnya pengendalian emosi di lapangan yang terus menjadi perhatian tim pelatih. Beberapa pemain Persija kerap mendapatkan kartu kuning di setiap laganya. Bahkan pada laga kontra Persebaya saja, Macan Kemayoran tidak akan diperkuat Jordi Amat karena sanksi kartu merah dan Thales Lira yang menjalani akumulasi kartu kuning.
Tidak hanya itu, pemain kunci Persija, Allano Lima, juga menjadi salah satu pemain Super League yang banyak diganjar kartu kuning hingga pekan ke-26, yakni 12 kartu kuning. “Kami terus mengingatkan soal emosi di lapangan, ini seakan tidak pernah selesai, selalu kami ingatkan sebelum pertandingan, baik emosional maupun sikap (attitude) di lapangan, itu harus benar-benar diperhatikan,” ucap Ardhi.
Karakter Pemain dan Pengaruh Tekanan
Terkait pemain yang memiliki kecenderungan emosional, Ardhi mengakui tidak ada perlakuan khusus yang diberikan, mengingat hal tersebut berkaitan dengan karakter masing-masing individu. Menurutnya, tekanan berlebihan justru dapat berdampak negatif terhadap performa pemain di lapangan.
“Ketika terlalu ditekan atau diingatkan secara berlebihan, justru performanya bisa menurun, itu yang dikhawatirkan,” jelasnya.
Di tengah situasi yang tidak mudah, Ardhi memastikan bahwa Persija belum menyerah. Ia menegaskan peluang masih terbuka selama kompetisi belum berakhir. “Kompetisi belum selesai, masih ada delapan pertandingan, dan peluang masih terbuka,” kata Ardhi.
“Kami akan terus berusaha dan berdoa, fokus menghadapi delapan pertandingan tersebut, mudah-mudahan kita bisa meraih hasil terbaik, bahkan menjadi juara,” ucapnya.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











