"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Respons BGN soal Motor Listrik Mirip Emmo yang Dijual Rp 10 Juta di Alibaba



Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan respons terkait informasi yang menyebutkan bahwa sepeda motor listrik merek Emmo yang digunakan oleh kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) merupakan branding ulang dari motor listrik yang dijual di situs Alibaba.

BGN membeli 21.801 unit sepeda motor listrik untuk kebutuhan operasional program makan bergizi gratis (MBG). Sepeda motor listrik tersebut berasal dari merek Emmo Electric Mobility Indonesia. Ada dua tipe sepeda motor yang dibeli oleh BGN, yaitu Emmo-JVX GT dan Emmo-JV Max.

Emmo-JVX GT adalah sepeda motor trail, sedangkan Emmo-JV Max merupakan sepeda motor bebek. Untuk sepeda motor trail, Dadan menyatakan bahwa lembaganya membelinya dengan harga Rp 43,3 juta per unit. Sementara itu, sepeda motor tipe bebek dibeli seharga Rp 41,7 juta per unit.

Namun, beredar informasi di media sosial yang menduga bahwa sepeda motor listrik Emmo hanya penamaan jenama ulang dari motor listrik yang dijual di Alibaba dengan merek Kollter ES1-X PRO. Hasil penelusuran Tempo di aplikasi Alibaba menunjukkan kemiripan desain antara Emmo dan Kollter ES1-X PRO. Di situs Alibaba, motor ini dijual oleh perusahaan bernama Guangzhou Yangfa E-Commerce Co., Ltd., dengan harga Rp 10,425 juta per unit.

Dadan menegaskan bahwa motor yang dijual di Alibaba berbeda dengan yang dibeli BGN. Ia menekankan bahwa motor Emmo merupakan merek yang dijual di Indonesia, sementara penjualan di Cina, Eropa, dan Amerika menggunakan merek Tinbot.

“Itu akun bodong. Baterai motor listrik saja harganya Rp 7 juta, belum dinamo dan controller, serta peralatan lainnya,” kata Dadan kepada Tempo, Senin, 13 April 2026.

Dadan juga mengirimkan situs web Joule Motorcycles yang menampilkan Kollter ES1 PRO-L yang asli atau dengan merek Tinbot. Motor tersebut serupa dengan Emmo dan Kollter yang dijual di Alibaba. Pada bagian harga tertera US$ 6.900 per unit dengan diskon menjadi US$ 5.900.

Menurut Dadan, merek Tinbot sudah dipamerkan di Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori atau EICMA, salah satu pameran motor di Milan, Italia. Bahkan, ia menyebutkan bahwa kepolisian Spanyol juga menggunakan motor listrik Tinbot.

Pengadaan motor listrik BGN ini viral setelah video yang menampilkan gudang penuh dengan motor berlogo BGN. Dadan menyatakan bahwa 21.801 unit motor listrik yang dibeli tersebut masih berada di gudang. “Sekarang di gudang distributor,” kata Dadan saat dikonfirmasi Kamis malam, 9 April 2026.

Namun, Dadan tidak merinci gudang distributor di daerah mana yang dimaksudkan. Seorang narasumber di internal BGN mengatakan ribuan motor listrik itu sempat ditaruh di gudang daerah Tangerang dan sempat dipindahkan lagi ke markas kodim daerah Cakung, Jakarta Timur, sebelum akhirnya ditaruh di gudang daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dadan menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik hanya dianggarkan untuk anggaran 2025. BGN tidak menganggarkan item yang sama pada 2026.

Dosen IPB ini menyampaikan bahwa motor listrik tersebut akan digunakan untuk SPPG di daerah yang aksesnya sulit. “Akan kami distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG, terutama untuk di daerah-daerah yang sulit,” ujar Dadan.

Dinda Shabrina dan Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *