"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

One Championship – Petarung MMA Dagestan Pertahankan Rekor Sempurna, Sam-A Hebat di Usia 42, Regian Eersel Kembali Jadi Raja Kickboxing



Akhir pekan ini menjadi momen penting bagi para petarung yang tidak pernah menyerah dalam pertandingan. Di Lumpinee Stadium, Bangkok, tiga acara besar dari ONE Championship berlangsung secara berturut-turut, memberikan aksi yang luar biasa. Acara dimulai dengan The Inner Circle dan ONE Friday Fights 150 pada malam Jumat (10/4/2026), dilanjutkan dengan ONE Fight Night 42 pada pagi Sabtu (11/4/2026).

Dzhabir Dzhabrailov Membuktikan Rekornya Bukan Kebetulan

Di partai utama ONE Fight Night 42, Dzhabir Dzhabrailov memperlihatkan bahwa rekor sempurnanya bukanlah kebetulan. Petarung asal Turki berdarah Dagestan ini mengakhiri perlawanan Chase Mann dengan KO di ronde pertama yang sangat dramatis. Kemenangan ini meningkatkan rekor Dzhabrailov menjadi 7-0 sekaligus mencatatkan lima kemenangan beruntun via finish di ronde pertama.

Meskipun demikian, laga ini penuh dengan drama. Mann tampil sangat impresif di awal pertandingan dan berhasil membawa Dzhabrailov ke tali ring sebelum mendaratkan pukulan kanan pendek yang membuat lawannya terkapar. Pada saat itu, kemenangan tampaknya sudah dekat. Namun, Dzhabrailov bangkit dengan menjaga jarak menggunakan tendangan terukur, kemudian melepaskan hook kiri keras yang menghantam wajah Mann. Dua hammerfist berikutnya memastikan wasit menghentikan laga saat ronde pertama baru berjalan 2 menit 31 detik.

Kemenangan ini menjadi langkah besar bagi Dzhabrailov menuju gelar juara dunia kelas welter MMA ONE Championship milik Christian Lee.

Sam-A Gaiyanghadao Tampil Mengesankan di Usia 42 Tahun

Di partai pendamping utama, Sam-A Gaiyanghadao kembali menunjukkan bahwa karier legenda ini belum berakhir. Dalam usia 42 tahun, Sam-A menghentikan Elmehdi El Jamari dengan KO menggunakan tendangan ke arah kepala di ronde kedua. Pertandingan ini juga penuh dengan drama. Setelah Sam-A berhasil menjatuhkan lawannya sebanyak dua kali, momentum sempat berbalik. El Jamari tampil berani dan berhasil menjatuhkan Sam-A di tengah ronde kedua, membalikkan situasi sejenak.

Namun, sang legenda bangkit, mundur beberapa langkah, dan menunggu lawannya terperangkap. Ketika El Jamari kembali menyerang, tendangan ke kepala yang sempurna mengakhiri pertandingan. Rekor Sam-A kini berdiri di angka 378-50, dan dia pulang dengan bonus penampilan sebesar Rp850 juta. Laga ini disebut-sebut sebagai salah satu aksi terbaik di ONE Championship pada tahun ini.

Regian Eersel Kembali Memegang Sabuk Juara

Pada malam sebelumnya, The Inner Circle menjadi panggung kebangkitan seorang raja. Regian Eersel mengalahkan Rungrawee Sitsongpeenong lewat kemenangan keputusan mutlak untuk merebut sabuk kelas ringan kickboxing ONE Championship yang kosong. Eersel, yang telah menyandang sabuk Muay Thai di divisinya, tampil dominan dari awal hingga akhir.

Dia mampu memanfaatkan jangkauan dan kecepatan tangan yang tidak mampu dijawab Rungrawee secara konsisten. Di ronde ketiga, rangkaian uppercut, hook kiri, dan straight kanan menjatuhkan Rungrawee sehingga menerima hitungan wasit. Meski tidak berhasil mengakhiri laga lebih awal, Eersel mengunci kemenangan di semua kartu juri dengan rekor yang kini tajam di angka 65-5.

Sabuk kickboxing itu pertama kali dia rebut pada 2019 sebelum dicopot bukan karena kekalahan melainkan karena gagal lolos tes hidrasi. Kini The Immortal kembali mengambil gelar juara tersebut.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *