Sinopsis Film The King’s Warden
Film The King’s Warden yang tayang di bioskop Indonesia mengisahkan kisah seorang raja muda yang digulingkan dari tahtanya. Ia kemudian diasingkan ke sebuah desa yang sangat terpencil, hanya bersama pengasuhnya, Mae Hwa. Kepala desa setempat, Eom Heung Do, berharap dengan kedatangan orang yang diasingkan, desanya akan menjadi lebih makmur di masa depan. Tanpa ia ketahui, orang yang diasingkan tersebut adalah raja.
Eom Heung Do adalah kepala desa yang tidak dihargai oleh penduduknya. Suatu hari, ia pergi berburu bersama warga dan terpisah dari rombongan. Ia dikejar harimau hingga terjatuh dari jurang. Meskipun warga melihatnya pingsan, mereka justru mengira ia sedang tidur siang. Heung Do diselamatkan oleh warga desa sebelah, yang ternyata jaraknya cukup jauh. Di sana, ia melihat kehidupan yang sangat makmur, dengan banyak makanan, pakaian bagus, dan warga yang berpendidikan.
Kepala desa sebelah menjelaskan bahwa dulu desa mereka juga miskin. Namun, ada pejabat kerajaan yang diasingkan di sana. Mereka kesal karena pejabat itu seolah masih memiliki kuasa. Tapi sebagai warga yang tidak punya daya, mereka hanya menuruti perintahnya. Tanpa diduga, selama pejabat itu diasingkan, banyak bahan makanan dan buku-buku datang. Setelah pejabat itu kembali ke kerajaan, beberapa penduduk muda ikut belajar di sana. Sehingga ketika kembali, kehidupan warga menjadi lebih makmur lagi.
Heung Do pun bertekat ingin menjadikan desanya sebagai tempat pengasingan juga. Ia memohon kepada pejabat setempat agar mengabulkan keinginannya. Han Myeong Hoe mendengar betapa terpencilnya desa Heung Do dan tertarik untuk mengasingkan raja di sana. Heung Do tidak tahu bahwa yang diasingkan adalah raja. Mengingat ia masih sangat muda dan tampak angkuh.
Raja Danjong awalnya masih terpukul dengan pengasingannya. Ia tidak mau makan dan berniat mengakhiri hidupnya. Mengingat betapa banyak korban jiwa akibat berada di pihaknya. Tapi ketika ia ingin lompat ke jurang, Kepala Desa Heung Do menangkapnya. Di sana ia marah kepada raja. Saat itu juga ada harimau yang menyerang warga. Raja Danjong pun marah menantang harimau dan memanahnya hingga harimau itu jatuh ke jurang. Barulah di sana kepala desa sadar bahwa Danjong adalah raja. Ia meminta maaf, tapi tanpa diduga Raja Danjong mengajaknya bercanda. Bahkan menerima makanan dari warga desa setelah sekian lama ia tidak makan.
Pengasuh Mae Hwa akhirnya lega dengan perubahan sikap Danjong. Tapi sebenarnya Danjong masih tidak bisa melupakan orang-orang yang mati karena membelanya. Ia berniat mendukung pemberontakan yang telah disiapkan. Kepala Desa Heung Do berpesan, itu sengaja disiapkan Myeong Hoe agar Danjong terpancing. Tapi Danjong tetap pada keputusannya. Heung Do mendampingi pelariannya.
Penjelasan Ending The King’s Warden
Aksi pemberontakan Danjong tentu saja diketahui Myeong Hoe. Bahkan telah menyiapkan pasukan untuk menangkap Danjong. Myeong Hoe bersiap menghukum Heung Do karena mengkhianatinya. Tapi Danjong berpura-pura dikhianati Heung Do, membuatnya terkejut. Dalam masa menunggu hukumannya, Danjong menemui Heung Do. Ia merasa senang bisa melihatnya kembali.
Danjong akan dihukum mati dengan cara meminum racun. Tapi Danjong ingin, ia mati ditangan Heung Do. Menurutnya itu lebih terhormat. Heung Do dengan berat hati menerima permintaan itu. Saat hari hukuman tiba, Heung Do menepati janjinya. Semua orang bersedih atas kepergian Danjong. Mae Hwa yang selama ini mendampinginya jadi salah satu yang paling terpukul. Mae Hwa pun ikut mengakhiri hidupnya setelah Danjong meninggal.
Tidak ada yang berani melakukan pemakaman untuk Danjong. Heung Do pun nekat, melakukan pemakaman yang layak untuk sang raja.











