"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Pasca Serangan Harimau, Warga Musi Rawas Takut Beraktivitas, Mengharapkan Tindakan Pencegahan

Kekhawatiran Warga Musi Rawas Pasca Serangan Harimau

Pasca serangan harimau di wilayah Musi Rawas, warga setempat kini merasa was-was dan takut untuk beraktivitas di kebun. Kejadian ini menimpa seorang warga Desa Batu Ganeh Kecamatan Selangit bernama Sahanan (45), yang ditemukan tewas diterkam harimau.

Jenazah korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Bagian kepalanya terpisah dari tubuhnya, sementara mata, hidung, dan telinganya hilang. Kejadian ini terjadi di tepi Sungai Bal, Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenen, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas.

Kejadian yang Membuat Warga Kekagetan

Anang, salah seorang warga Desa Batu Ganeh, mengungkapkan bahwa kejadian ini membuat masyarakat menjadi was-was dan takut untuk pergi ke kebun. Ia menyampaikan harapan agar pihak terkait segera melakukan upaya penanganan terhadap satwa dilindungi tersebut, baik dengan cara menangkap atau mengusirnya dari lokasi.

“Kami berharap ada upaya dari pihak terkait, apakah diusir atau ditangkap. Karena sebelum ada upaya itu, tentu warga masih takut pergi ke kebun,” ujar Anang kepada Sripoku.com.

Warga juga mengaku terkejut dengan adanya serangan harimau tersebut. Sebab, selama ini belum pernah ada laporan tentang penampakan harimau di sekitar Sungai Bal. “Kalau selama ini belum dengar ada warga yang lihat Harimau berkeliaran, tiba-tiba langsung kejadian. Ini kejadian yang pertama setelah puluhan tahun ini,” tambahnya.

Upaya Pemerintah Daerah

Camat Selangit, Misbahudin Lubis, memberikan himbauan kepada warga di wilayah Kecamatan Selangit agar tidak beraktivitas di kebun di sekitar lokasi kejadian. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Pihak kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, baik itu Kepolisian, TNI maupun petugas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS),” kata Camat.

Detail Kejadian

Sebelum ditemukan tewas, Sahanan pamit pergi dari rumah untuk mencari ikan di Sungai Bal pada Jumat (27/2/2026) pagi sekira pukul 09.00 Wib. Biasanya, ia pulang ke dusun sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 Wib untuk menjual ikan hasil buruannya. Namun, pada hari itu, ia tidak kunjung pulang hingga pukul 21.00 Wib.

Pihak keluarga dan warga kemudian melakukan pencarian dengan menyelusuri aliran Sungai Bal. Pada Sabtu (28/2/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wib, jenazah korban ditemukan di tepi Sungai Bal.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Kepala korban terpisah dari leher, sementara bola mata, hidung, rambut, dan telinga korban hilang. Lengan tangan korban juga terpisah dari bahu. Di bagian leher, hanya tersisa bagian dada atas sebelah kanan. Dada korban mengalami luka robek, serta paha sebelah kiri mengalami luka robek lebih kurang 40 cm.

Penutup

Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Batu Gane. Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga setempat untuk tetap waspada dan mematuhi himbauan pihak berwenang.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *