"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Wanita Nikahi Dua Polisi dengan Mahar Rp 1 M, Ibu Tak Masalah Asal Anak Bahagia

Kisah Unik Wanita Thailand yang Menikahi Dua Pria Sekaligus

Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai bentuk hubungan, kisah seorang wanita Thailand yang menikahi dua pria sekaligus menjadi sorotan. Dujduan Ketsaro (37), seorang mantan penyanyi dan penulis lagu, memutuskan untuk mengikat janji suci dengan dua pria Austria, Roman dan Macky, dalam satu upacara pernikahan yang sangat unik.

Awal Cerita Cinta yang Tidak Biasa

Pernikahan ini digelar di Distrik Prakhon Chai, Provinsi Buriram, Thailand, pada Sabtu (28/2/2026). Kehadiran Dujduan dalam acara tersebut membuat banyak orang terkejut, karena ia memilih untuk menikahi dua orang sekaligus. Dalam wawancara dengan salah satu tamu undangan, Dujduan menyampaikan bahwa keputusannya ini sengaja dilakukan agar tidak mudah dilupakan oleh masyarakat.

Roman, salah satu dari dua pria tersebut, adalah seorang pensiunan polisi yang telah tinggal bersama Dujduan selama lima tahun. Sementara itu, Macky adalah sahabat Roman dan juga seorang polisi. Hubungan asmara antara Macky dan Dujduan mulai berkembang ketika ia berkunjung ke Thailand untuk berlibur. Meski Macky mencintai Dujduan, Roman memilih untuk meredam konflik dan membiarkan mereka berdua saling menjalin hubungan.

Setelah melalui diskusi mendalam selama setahun, ketiga pihak akhirnya sepakat untuk mengikat janji suci bersama. Prosesi pernikahan ini digelar dengan ritual adat setempat, termasuk pengikatan pergelangan tangan untuk menerima berkat spiritual.

Mahar Fantastis dan Janji Kepada Keluarga

Sebagai bentuk komitmen, masing-masing pria memberikan mahar sebesar 1 juta baht Thailand (sekitar Rp 530 juta) kepada keluarga Dujduan. Total mahar yang diterima mencapai 2 juta baht atau sekitar Rp 1 miliar. Roman dan Macky juga berjanji akan menjaga Dujduan beserta ketiga anak dari pernikahan sebelumnya dan dua cucunya.

Setelah upacara usai, kedua pria tersebut merayakan kebahagiaan mereka dengan cara yang tidak biasa, yaitu saling merangkul dan melompat bersama ke dalam kolam. Meskipun tidak lazim, ibunda Dujduan yang berusia 61 tahun memberikan restu penuh terhadap pernikahan tersebut. Ia mengatakan bahwa kebahagiaan putrinya adalah yang terpenting baginya.

Perkembangan Karier dan Masa Sulit

Dujduan sempat mengalami masa sulit setelah pernikahan pertamanya dengan pria Thailand kandas, yang bertepatan dengan meredupnya karier musiknya. Dia bahkan harus bekerja keras di Pattaya demi menghidupi keluarganya. Namun, kini ia telah menemukan kebahagiaan baru dengan dua pria yang mencintainya.

Wali Kota Saengthon Thian-iew Lueangdechanurak, yang hadir dalam pernikahan ini, menyebutkan bahwa ini adalah pernikahan pertama dari jenisnya yang pernah ia tangani. Meski secara hukum, pernikahan ini tidak memiliki kekuatan legal, Thailand telah mencatat sejarah baru sejak akhir Januari 2025 dengan mengizinkan pasangan sesama jenis untuk mendaftarkan pernikahan secara resmi.

Berita Lain: Pernikahan Antarnegara

Selain kisah Dujduan, ada juga kisah lain tentang seorang pria Turki yang menikahi wanita asal Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Pria bernama Emre Daghi terbang ke Indonesia untuk mempersunting Desti Wulandari (19) dengan mahar 10 gram emas. Prosesi akad nikah berlangsung di kediaman Desti di Kelurahan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Jumat (20/2/2026) pagi.

Emre melangsungkan ijab qobul didampingi temannya pria Turki yang menikah dengan warga Bengkulu, yang bertugas sebagai penerjemah. Usai melangsungkan akad nikah, keduanya sempat foto bersama penghulu sembari menunjukkan buku nikah.

Berdasarkan keterangan Desti, mereka berdua dipertemukan melalui media sosial (Medsos) Facebook kurang lebih sejak 1 tahun lalu. Emre, yang merupakan pekerja swasta di Turki dengan usaha toko kue, akhirnya memutuskan untuk menikahi Desti setelah merasa cocok.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *