Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Idul Fitri adalah hari raya yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2026, perayaan Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, sebagian masyarakat sudah lebih dulu merayakan hari raya ini. Misalnya, Muhammadiyah telah melaksanakan Shalat Id pada Jumat, 20 Maret 2026.
Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, umat Muslim laki-laki dan perempuan disunnahkan untuk menunaikan Shalat Idul Fitri atau yang dikenal dengan Shalat Id. Selain itu, terdapat beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan pada hari raya ini. Berikut penjelasannya:
Amalan Sunnah dalam Hari Raya Idul Fitri
1. Mandi Sunnah
Sebelum berangkat menunaikan Shalat Idul Fitri, seorang muslim dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu. Mandi menjelang shalat Id ini biasa disebut mandi sunnah. Dalilnya didasarkan pada perbuatan Nabi SAW, “Bahwasanya Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha” (HR Ibnu Majah).
Mandi sunnah di hari raya Idul Fitri sudah dapat dilakukan sejak tengah malam pada malam hari raya atau lebih afdolnya pada pagi saat subuh. Tujuan dari mandi adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar, maka mandi sebelum waktu berangkat shalat Ied adalah yang paling baik. Sebagian ulama memasukkan memotong kuku dan merapikan rambut sebagai bagian dari kebersihan (fitrah).
2. Berhias Memakai Pakaian Bagus
Orang yang menghadiri salat Idulfitri, baik laki-laki maupun perempuan dianjurkan agar berpenampilan rapi, yaitu berhias, memakai pakaian bagus (tidak harus mahal, yang penting rapi dan bersih), dan wangi-wangian sewajarnya. Dirumuskan dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari kakeknya, “Rasulullah Saw selalu memakai wol atau burda bercorak buatan Yaman pada setiap salat Idulfitri” (H.R. Asy-Syafi’i dalam kitabnya Musnad asy-Syafi’i).
3. Makan Sebelum Salat Idulfitri
Ternyata, anjuran ini bukan tanpa alasan. Terdapat makna makan terlebih dahulu sebelum sholat Idulfitri yang perlu kalian ketahui. Mengonsumsi makanan sebelum melaksanakan salat Idulfitri pun juga dilakukan oleh Rasulullah Saw. Dia menyempatkan waktu untuk makan buah kurma terlebih dahulu sebelum pergi melaksanakan salat Idulfitri pada pagi hari.
Esensi dianjurkan makan sebelum berangkat salat Idulfitri adalah agar tidak disangka hari tersebut masih hari berpuasa, sedangkan untuk shalat Iduladha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging kurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah salat Iduladha.
4. Berjalan Kaki ke Tempat Salat
Jika tempat salatnya tidak terlalu jauh, disunahkan untuk berjalan kaki menuju musala, masjid, atau tanah lapang tempat diselenggarakannya salat Idulfitri. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ali bin Abi Thalib, dia berkata, “Termasuk sunah Rasulullah Saw adalah keluar menuju tempat salat Idulfitri dengan berjalan kaki” (H.R. Tirmidzi).
5. Berangkat dan Pulang Melewati Jalan yang Berbeda
Diriwayatkan dari Muhammad bin Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari ayahnya dari kakeknya, “Rasulullah Saw mendatangi salat Idulfitri dengan berjalan kaki dan beliau pulang melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi” (H.R. Ibnu Majah). Salah satu hikmah yang menyebabkan Rasulullah Saw membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal.
6. Mengumandangkan Takbir
Mengumandang takbir atau takbiran pada hari raya Idulfitri adalah sesuatu yang disyariatkan oleh agama. Ada dua pendapat dari ulama mengenai waktu dimulainya takbiran, yaitu dimulai sejak malam setelah magrib satu hari sebelum salat Idulfitri dan saat pagi hari ketika menuju salat Idulfitri.
7. Mendatangi Keramaian
Salah satu cara menyemarakkan Idulfitri adalah dengan mendatangi keramaian dan bergembira bersama sesama muslim. Diceritakan bahwa suatu waktu Rasulullah Saw menemani Aisyah mendatangi sebuah pertunjukan atraksi tombak dan perisai.
8. Saling Mengucapkan Selamat
Termasuk sunah yang baik yang bisa dilakukan pada hari Idulfitri adalah saling mengucapkan selamat. Ucapan seperti “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah SWT menerima amalan kami dan kalian) sudah dikenal pada masa salaf dahulu.
9. Silaturahmi
Setelah melaksanakan salat, Rasulullah Saw mendatangi tempat keramaian dan mengunjungi rumah sahabat. Ya, tradisi silaturahmi saling mengunjungi saat hari raya Idulfitri sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











