"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Truk Besar Protes Tak Diangkut, Jalan Macet di Pelabuhan Gilimanuk

Aksi Protes Truk di Pelabuhan Gilimanuk

Pada hari Senin, 30 Maret 2026, sejumlah truk besar melakukan aksi protes dengan blokade di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Aksi ini dilakukan karena adanya perubahan skema operasional yang disebut Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB), yang bertujuan untuk mempercepat proses penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang.

Aksi protes terjadi sekitar pukul 08.39 WITA. Di kawasan parkir Dermaga LCM, para sopir truk memarkir kendaraannya secara melintang. Mereka merasa tidak nyaman karena harus menunggu cukup lama untuk bisa diangkut ke kapal. Menurut Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, ada gangguan dalam proses bongkar muat di Dermaga 1 Pelabuhan Gilimanuk akibat perubahan tersebut.

Perubahan pola operasional kapal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran arus penyeberangan secara keseluruhan. Dalam skema TBB, beberapa kapal menjalankan pola Tiba-Bongkar-Berangkat agar distribusi armada lebih merata. Namun, hal ini berdampak pada waktu tunggu pengguna jasa yang lebih panjang dari biasanya.

Pihak ASDP mengakui bahwa mereka memahami ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat. Penyesuaian pola operasional kapal merupakan bagian dari koordinasi bersama dengan otoritas terkait, termasuk Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD). ASDP menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan pengertian masyarakat serta berupaya memastikan pelayanan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Setelah dilakukan mediasi dan penyesuaian kebijakan, sekitar pukul 10.00 WITA aksi tersebut berakhir. Para sopir truk kemudian diizinkan naik kapal untuk menyeberang ke Pelabuhan Ketapang. Saat ini, kondisi di pelabuhan telah berangsur terkendali. ASDP akan melakukan evaluasi penyempurnaan pola operasional guna meningkatkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi masyarakat.

Antrean Kendaraan Capai 5,8 KM

Berdasarkan pemantauan pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan mencapai sekitar 5,8 km dari akses masuk Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Antrean ini didominasi kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus besar yang terus bergerak menuju pelabuhan.

Untuk merespons lonjakan tersebut, ASDP bersama operator kapal lainnya mengoperasikan total 34 kapal. Sebanyak 22 kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 3, MB 4, LCM, dan Bulusan, serta didukung 4 kapal perbantuan guna mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.

Dari sisi permintaan, data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10 (11 Maret–1 April 2026). Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan sisa potensi 10.568 unit yang diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa percepatan layanan di dermaga diperkuat dengan pengaturan arus kendaraan sejak di sisi darat. “Kami mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone, sehingga kedatangan ke pelabuhan tetap terukur dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Puncak arus balik tercatat pada Minggu, 29 Maret 2026 (H+7), dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Komposisi didominasi sepeda motor sebanyak 12.458 unit dan mobil pribadi 4.995 unit.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *