"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Bona Fortuna 2026 Perkuat Kolaborasi Komunitas dan Angkat Isu Lingkungan

Perjalanan Bona Fortuna: Ruang Refleksi dan Kolaborasi di Kalimantan Barat

Bona Fortuna, sebuah inisiasi yang dimulai sejak 2016, awalnya merupakan perayaan kecil dalam rangka peluncuran album pertama dari band LAS. Acara tersebut digelar di basecamp LAS sendiri dengan undangan terbatas hanya untuk teman-teman dekat. Namun, seiring berjalannya waktu hingga satu dekade, tim LAS merasa perlu merefleksikan perjalanan mereka sekaligus melihat perkembangan kondisi Kalimantan Barat dibandingkan 10 tahun lalu.

Bob, vokalis dari band LAS, menjelaskan bahwa Bona Fortuna tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat di Kalimantan Barat. Dari diskusi bersama berbagai pihak dan melihat tren di Asia, Bona Fortuna dikembangkan menjadi wadah yang lebih luas. Kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan masyarakat adat, sipil, mahasiswa, serta para musisi, seniman, dan budayawan.

“Kami ingin Bona Fortuna menjadi ruang temu semua irisan masyarakat untuk sama-sama melihat kondisi Kalimantan saat ini,” jelas Bob. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam menciptakan perubahan positif.

Selain itu, Bona Fortuna juga mengusung konsep green festival yang diharapkan dapat menjadi standar baru dalam ekosistem industri kreatif di Kalimantan Barat. Inisiasi ini diharapkan tidak hanya menjadi milik LAS, tetapi bisa menjadi model bisnis kreatif yang lebih berkelanjutan.

Isu Lingkungan dan Sosial yang Diangkat

Bob juga menyampaikan sikap terhadap isu lingkungan dan sosial yang masih marak terjadi di Kalimantan Barat. Salah satunya adalah penolakan terhadap kriminalisasi masyarakat adat yang masih sering terjadi, termasuk kasus di Ketapang. Ia menilai bahwa upaya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat sangat penting untuk diperkuat.

Selain itu, isu deforestasi juga menjadi fokus utama. “Hutan Kalimantan sudah cukup dibabat selama puluhan tahun. Sudah saatnya kita beralih ke industri yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Di tingkat lokal, khususnya di Kota Pontianak, LAS turut mendorong pemerintah untuk lebih serius menghadirkan transportasi publik yang layak baik darat maupun air. Menurut Bob, ketergantungan pada kendaraan pribadi tidak hanya berdampak pada kemacetan, tetapi juga meningkatkan emisi karbon dan pemborosan energi.

“Kita punya sungai yang panjang, potensi transportasi air besar. Ini harus didorong bersama,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan secara konsisten.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Bob menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dilakukan secara konsisten. “Kita harus berani bersuara, berisik untuk bumi setiap hari. Jangan takut,” pungkasnya.

Dengan Bona Fortuna, LAS tidak hanya sekadar menggelar acara, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling berbagi dan bekerja sama dalam membangun masa depan yang lebih baik. Acara ini menjadi simbol perjuangan dan harapan untuk Kalimantan Barat yang lebih berkelanjutan dan inklusif.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *