Pengalaman Mengerikan yang Dialami Nina Saleha
Nina Saleha hampir saja kehilangan bayinya yang lahir pada 1 April 2026. Jika dia terlambat beberapa menit saja, bisa jadi Nina kehilangan buah hatinya untuk selama-lamanya. Pengalaman tersebut terjadi ketika anaknya hampir dibawa keluar dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung oleh seseorang yang tidak dikenal.
Pada saat itu, Nina mencurigai bahwa anaknya dipegang oleh seseorang bernama W dan akan dibawanya meninggalkan rumah sakit. Kecurigaan tersebut muncul setelah ia berpapasan dengan W dan melihat selimut serta pakaian yang dikenakan bayi yang dipegang W sama dengan yang dibawanya dari rumah.
“Saya lihat selimut bayinya, kenapa mirip sama selimut bayi saya, warnanya biru,” kata Nina mengungkap awal kecurigaannya dalam sebuah podcast di kanal YouTube Denny Sumargo.
Dia pun segera melihat ke dalam ruangan tempat bayinya berada di ruang inkubator. Nina tersentak karena bayinya sudah tidak ada di tempat. Ia langsung mengejar W dan menghentikan langkahnya agar tidak terus berjalan. Setelah dilihat, Nina kembali dibuat terkejut karena itu adalah bayinya.
“Saya langsung ke ibu itu, ‘Bu tunggu saya lihat bayinya. Ini selimut, baju, topi, kayak punya anak saya. Ini anak saya, kenapa ada di ibu?'” cerita Nina.
Saat ditanya demikian, W hanya menjawab singkat. “Iya gitu?” katanya.
Nina kemudian mencecar W apakah dia tahu wajah anaknya atau tidak yang katanya juga dirawat di RSHS. W memberikan jawaban sangat mencurigakan dengan mengaku tak mengetahuinya. Saat ditanya kenapa menerima bayi yang bukan anaknya, W hanya terdiam tanpa memberikan jawaban apa pun.
Nina kemudian mencecar suster yang memberikan anaknya kepada W. Suster itu tidak memberikan jawaban yang melegakan. “Saya tanya ke susternya, kenapa dikasihkan ke orang anak saya? Itu kan bukan anaknya dia. Dijawab, ‘iya Bu, maaf. Dipanggil nama ibu tapi ibu nggak ada, saya kasihin’,” kata Nina menirukan perkataan suster.
Nina merasa aneh karena surat izin pulang belum ditandatangani oleh dokter namun bayinya sudah mau dibawa keluar oleh orang lain. “Kan dimana-mana surat izin pulang dulu, baru anak saya bisa keluar. Ini kebalik,” katanya.
Nina juga bertanya kenapa suster memotong gelang yang merupakan identitas anaknya. Jawaban suster itu kembali membuat Nina sangat merasa tidak puas. “Susternya bilang, iya dipotong, takut ada virus dari dalam keluar. Saya bilang kebalik, biasanya orang dari luar bawa virus ke dalam. Ini kan rumah sakit, steril,” katanya.
Tak lama kemudian, petugas keamanan rumah sakit datang. Namun anehnya, satpam bukan mengamankan W yang sempat membawa anak Nina. Justru Nina yang dibuat sibuk diminta untuk melakukan penilaian kepuasan terhadap rumah sakit dan disuruh untuk menandatangani berkas. “Saya disuruh tanda tangan kertas panjang. Saya tanda tangan saja, nggak tahu isinya, nggak ada materai,” ungkap Nina.
Nina memviralkan apa yang dialaminya tersebut untuk tujuan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pasalnya, jawaban pihak rumah sakit tidak membuatnya merasa lega. Jawaban pihak rumah sakit justru terlihat semakin mencurigakan bagi Nina.











