Seminar Nasional Antropologi Budaya 2025: Pasar sebagai Ruang Budaya dan Sosial
Selama lebih dari dua abad, pasar telah menjadi subjek perdebatan intelektual yang terus berkembang. Dari pemikiran tokoh-tokoh seperti Adam Smith, Karl Polanyi, hingga Karl Marx, banyak konsep teoritis tentang pasar lahir. Pemikiran mereka juga melahirkan polemik antara kubu substansialis dan formalis. Perdebatan ini tidak hanya berdampak pada ilmu ekonomi, tetapi juga memengaruhi studi antropologi budaya.
Di Indonesia, fenomena pasar memiliki makna khusus. Keberagaman etnik, pola interaksi sosial, serta praktik budaya di pasar-pasar lokal menciptakan makna baru dalam kajian antropologi ekonomi. Hal ini menjadi benang merah dari Seminar Nasional Antropologi Budaya 2025 yang diselenggarakan oleh Prodi Antropologi Budaya ISBI Bandung pada 20-21 November 2025.
Seminar ini mengusung tema “Pasar-pasar di Indonesia dalam Keberagaman Etnik, Eksteriosasi Budaya Lokal, Segmentasi Pelaku Pasar, Potensi Pasar sebagai Destinasi Wisata Berbasis Kearifan Lokal”. Topik-topik ini menunjukkan keinginan untuk melihat pasar bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang budaya yang dinamis.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISBI Bandung, Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, PhD, menyampaikan bahwa seminar ini adalah kesempatan untuk mengeksplorasi kembali konsep-konsep pasar yang sudah lama diperdebatkan. Ia menegaskan bahwa pasar tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi ruang pertemuan cerita, kebiasaan, bahasa, logat, strategi hidup, hingga tawa dan canda yang membentuk wajah budaya kita.
Ia menambahkan bahwa pasar merupakan laboratorium sosial yang tak pernah kehabisan cerita. Dari cara seseorang menawar, cara pedagang merapikan dagangan, hingga ritme harian pasar yang berubah sesuai musim, tradisi, dan kebutuhan zaman, semua itu adalah bagian dari mozaik kebudayaan Indonesia.
Para Narasumber yang Memperkaya Diskusi
Seminar ini menghadirkan lima narasumber dari berbagai bidang keilmuan yang memperluas cakrawala diskusi mengenai pasar tradisional sebagai ruang budaya. Mereka adalah:
- Dr. Sukapti, M. Hum dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan
- Dr. Ikhtiar Hatta, S. Sos. dari Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur
- Wardatul Adawiah, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur
- Arief Sudrajat, S.Ant., M.Si. dari Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur
- Dr. Amilda Sani, M.Hum. dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan
Dalam forum ilmiah ini, para narasumber menjelaskan bahwa pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai arena interaksi sosial dan ekspresi budaya masyarakat. Seminar ini diharapkan mampu memperluas kajian antropologi budaya di Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas disiplin yang relevan dengan pengembangan pasar tradisional sebagai ruang budaya yang hidup.
Pengalaman Peserta dan Kontribusi Akademik
Winna Shafanissa Mukhlis, S.St.Par., MM.Par., selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi penggalian perspektif yang mencakup dinamika keberagaman etnik, perwujudan budaya lokal dalam praktik perdagangan, serta segmentasi pelaku pasar dalam ekosistem sosial yang terus berkembang.
Malika Nasya, salah satu peserta seminar, berbagi pengalamannya. Menurut dia, pasar bukan hanya sebagai tempat perbelanjaan, tetapi juga sebagai wadah terbentuknya dinamika interaksi sosial antara penjual dan pembeli. Pasar juga menjadi sumber mata pencaharian masyarakat dari generasi muda hingga yang sudah berusia lanjut, dengan adat daerah masing-masing.
Rangkaian gagasan, pembahasan, dan pemikiran yang muncul dalam seminar ini juga dihimpun dalam sebuah book chapter berjudul “Pasar-pasar di Indonesia: Dua Abad Lebih, Napak Tilas, Debat Perkara Pasar.” Hal tersebut merupakan bentuk kontribusi akademik Prodi Antropologi ISBI Bandung untuk menelusuri sejarah panjang pasar dan posisinya dalam perdebatan intelektual global.












