Perayaan Haul Guru Zuhdi yang Menarik Banyak Jamaah
Tak lama lagi bulan Ramadan akan tiba, dan bersamaan dengan itu masyarakat akan menghadiri haul Guru Zuhdi. Diketahui bahwa KH Ahmad Zuhdiannor atau lebih dikenal dengan nama Guru Zuhdi wafat pada hari Sabtu, 2 Mei 2020, yang bertepatan dengan tanggal 9 Ramadan 1441 Hijriah. Meskipun demikian, pelaksanaan haul tidak dilakukan saat Ramadan, melainkan sebelumnya karena adanya ibadah puasa.
Pada tahun ini, haul ke-6 Guru Zuhdi dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 Februari 2026 mendatang, yaitu bertepatan dengan malam 27 Sya’ban. Antusiasme masyarakat terhadap perayaan haul ini sangat besar setiap tahunnya, sehingga diprediksi jumlah jamaah tahun ini akan melebihi rekor dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kominfo, pada haul sebelumnya tercatat sekitar 1 juta orang hadir melalui pelacakan jaringan sinyal. Untuk mengantisipasi kepadatan, panitia telah membagi wilayah sekitar haul ke dalam beberapa zona pengamanan dan pelayanan.
Profil Sosok Ulama Guru Zuhdi
Guru Zuhdi, yang juga kerap disapa Abah Haji, wafat pada usia 48 tahun akibat sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta. Selama hidupnya, beliau sering memberikan pengajian agama Islam di berbagai tempat seperti Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid Harun Aliyah, Masjid Ar-Raudhah, dan tentunya Masjid Jami. Jemaahnya tidak hanya berasal dari Banjarmasin, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, bahkan ada yang datang dari luar provinsi.
Guru Zuhdi dianggap sebagai sosok teladan bagi jemaahnya. Selama hidupnya, Abah Haji dikenal memiliki tutur kata dan sikap yang sangat lembut. Penyampaian ceramahnya yang lugas dan menyentuh hati diselingi dengan candaan membuat beliau dicintai oleh ribuan jemaah hingga kini. Selain itu, beliau juga aktif dalam dunia relawan Badan Pemadam Kebakaran (BPK) dan ikut langsung memadamkan api saat musibah kebakaran. Hal ini menjadikannya dekat dengan warga.
Saat prosesi pengantaran jenazah almarhum ke kediaman juga diiringi oleh ribuan relawan BPK. Selain itu, cara berpakaian Guru Zuhdi yang mirip dengan mendiang ulama besar asal Martapura KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani dianggap sebagai penerus dari Abah Guru Sekumpul yang wafat pada tahun 2005 lalu.
Profil dan Fakta-Fakta Tentang Guru Zuhdi
KH Ahmad Zuhdiannor lahir di Banjarmasin pada 10 Februari 1972 dari keluarga yang menekuni ilmu-ilmu agama. Ayah beliau, H. Muhammad bin Jafri, dikenal sebagai ulama yang cukup terkenal di Banjarmasin. Sedangkan kakek beliau dari pihak ibu, KH. Asli, adalah tokoh ulama yang berdomisili di Alabio. Keduanya turut serta dalam pendidikan Zuhdi kecil.
Guru Zuhdi memiliki sembilan orang saudara, dua di antaranya sudah meninggal, sehingga tersisa tujuh orang yang masih hidup. Nama-nama saudara beliau adalah Hj. Naqiah, Sa’aduddin, Jahratul Mahbubah, As’aduddin, Zulkifli, Najiah, Nashihah, dan Nafisah.
Beliau belajar langsung dari kakek beliau sendiri dari pihak ibu, KH. Asli selama satu tahun, dengan bidang ilmu yang dipelajari adalah Ilmu Tajwid, Fikih, Tashrif, Tauhid, Tasawuf. Setelah satu tahun di Alabio, beliau meneruskan pengajian dengan orang tuanya, belajar Tauhid, Fikih, Nahwu, dan Tasawuf. Selama di Banjarmasin, beliau juga belajar dengan KH. Abd. Syukur Teluk Tiram, di mana beliau belajar tasawuf, fikih, ushul fikih, dan Arudh.
Setelah KH. Abd. Syukur wafat, beliau melanjutkan belajar dengan KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), dengan beliau belajar beberapa ilmu, terutama akhlak kurang lebih selama tujuh tahun.
Pengaruh Guru Sekumpul Sangat Kuat
Pengaruh Guru Sekumpul sangat kuat dalam diri Guru Zuhdi. Dalam banyak hal, beliau selalu merujuk kepada figur sang guru ini, termasuk dalam hal tarekat, di mana beliau mengikuti Tarekat Sammaniyah. Bahkan dalam berpakaian pun ketika mengisi pengajian, beliau sangat mirip dengan ulama kharismatik asal Martapura ini, yakni baju putih dengan serban besar di kepala.
KH. Ahmad Zuhdiannor pernah mengajar selama sekitar dua tahun di Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru. Semasa hidup Guru Zuhdi juga sering membuka pengajian di Mesjid Jami pada Malam Ahad, pengajian di rumah Guru Zuhdi pada Malam Sabtu, pengajian di Teluk Dalam, Langgar Darul Iman malam kamis, dan pengajian di Sabilal Muhtadin pada malam Jum’at.
Jadi Relawan BPK
Di sela-sela waktu memberi pengajian dalam beberapa majelis di Banjarmasin, Abah Haji (Guru Zuhdi) juga menjadi anggota pemadam kebakaran. Ia pernah beberapa kali terlibat dalam kegiatan pemadaman api yang menghanguskan rumah warga di Kota Banjarmasin. Beberapa kisah lucu saat menjadi anggota pemadam, terkadang beliau sampaikan di depan jamaahnya, sebagai selingan.
Dekat dengan Klub Sepakbola Barito Putera
Selain itu, Guru Zuhdi juga merupakan sosok yang dekat dan dihormati para petinggi klub sepak bola Kalimantan Selatan, Barito Putera. Beberapa kali mendiang Guru Zuhdi terlibat dalam acara-acara penting klub berjuluk Laskar Antasari tersebut mulai dari launching pemain dan jersey klub, kegiatan buka bersama, hingga acara-acara lainnya.











