Penetapan Tanggal 1 Syaban 1447 Hijriah
Berdasarkan kalender Hijriah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Indonesia, Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), serta organisasi NU, tanggal 1 Syaban 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Malam 1 Syaban dimulai setelah Maghrib pada Senin, 19 Januari 2026, sesuai dengan pergantian hari Hijriah setelah terbenamnya matahari.
Dalam Islam, bulan Syaban memiliki keistimewaan tersendiri. Meskipun sering diabaikan karena berada di antara Rajab dan Ramadhan, bulan ini termasuk dalam empat bulan haram (Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram). Di samping itu, bulan Syaban juga menjadi masa persiapan spiritual menjelang Ramadhan.
Keutamaan Bulan Syaban
Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa Syaban adalah bulan di mana amal perbuatan diangkat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, beliau memperbanyak puasa pada bulan ini. Hal ini diriwayatkan dalam hadis yang disebutkan oleh Imam Nasai nomor 2317:
“Telah mengabari kami Amr bin Ali, dari Abdurrahman, ia berkata: Telah mengisahi kami Tsabit bin Qais Abu Ghusn, seorang syekh dari penduduk Madinah, dia berkata, “Telah mengisahiku Said al-Maqburi, dia berkata, “Telah mengisahiku Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Aku tidak melihatmu berpuasa sebulan dari bulan lainnya sebagaimana engkau berpuasa Sya’ban.” Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang dilalaikan manusia di antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang di dalamnya amal perbuatan diangkat kepada Rabb Semesta Alam. Oleh karena itu aku senang amal perbuatanku diangkat sementara aku berpuasa.”
Dengan demikian, bulan Syaban merupakan waktu yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amal perbuatan. Banyak umat Muslim yang kurang memperhatikan bulan ini, padahal memiliki potensi besar untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Amalan di Bulan Syaban
Bulan Syaban adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sebagai persiapan menyambut Ramadhan. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan:
Amalan Utama
-
Puasa sunnah
Rasulullah SAW sering berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban, terutama Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh (tanggal 13-15), kecuali hari-hari terlarang. -
Shalat sunnah
Termasuk shalat tahajud, dhuha, dan shalat dua rakaat pada Kamis dengan bacaan surah Al-Ikhlas 100 kali per rakaat. -
Bersedekah
Diutamakan karena Allah memelihara sedekah hingga hari kiamat seperti gunung Uhud.
Amalan Khusus Nisfu Syaban
Nisfu Syaban (malam 15 Syaban) memiliki keistimewaan untuk:
- Membaca Surah Yasin tiga kali setelah Maghrib dengan niat umur panjang, rezeki, dan ampunan.
- Membaca doa khusus (seperti doa Nabi Adam AS), istighfar, dan shalawat sebanyak mungkin.
- Membaca tasbih Nabi Yunus (La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazhalimin) 2375 kali untuk perlindungan.
Amalan Pendukung
- Memperbanyak dzikir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, serta membaca Surah Ad-Dhukhan ayat 1-8 selama 30 hari awal bulan.
- Menghindari bid’ah seperti amalan tanpa dalil kuat, fokus pada sunnah yang sahih.











