Sejarah dan Peristiwa Pembongkaran Ndalem Padmosusastro
Ndalem Padmosusastro, sebuah bangunan warisan pujangga keraton yang kini berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), hampir rata dengan tanah pada Minggu (25/1/2026) sore. Bangunan ini telah dibongkar sejak Kamis (22/1/2026), menandai akhir dari era penggunaannya sebagai pusat kebudayaan dan ruang publik.
Fungsi dan Peran Ndalem Sebelum Dibongkar
Sebagai situs yang memiliki nilai sejarah dan sastra tinggi, Ndalem Padmosusastro pernah menjadi pusat kebudayaan sejak tahun 2019. Berbagai kegiatan seperti diskusi, seni, dan kegiatan sosial diadakan di dalamnya. Menurut mantan pengelola, Fawarti Gendra Nata Utami, bangunan ini juga sempat digunakan sebagai tempat latihan teater dan acara budaya lainnya.
“Dari halaman depan, ndalem, seluruh area. Belakang itu sempat waktu diupayakan hidup untuk ruang publik oleh Pak Sardono belakang itu ada teater terbukanya untuk latihan teater untuk pentas-pentas gitu,” katanya.
Ia menyampaikan kekecewaannya atas pembongkaran yang dilakukan, mengingat bangunan ini merupakan salah satu situs kapujanggan terakhir Keraton Solo yang perlu dilestarikan.
Keberadaan dan Fungsi Sebagai Ruang Sosial
Selain sebagai pusat kebudayaan, Ndalem juga sempat dijadikan semacam wedangan yang menjual menu-menu khas pedesaan. Tujuannya adalah untuk membiayai perawatan bangunan. “Di bagian depan ada benda beberapa. Ada ndalem ada halaman ada 7 gazebo gitu, ada langgar. Hanya untuk mengupayakan agar ada pemasukan untuk pemeliharaan maintenance. Itu bukan untuk bisnis,” jelasnya.
Para karyawan yang bekerja di sana adalah anak yatim dan janda. Mereka menggantungkan hidup pada tiap pengunjung yang datang sampai akhirnya muncul sengketa antar ahli waris.
Latar Belakang Ki Padmosusastro
Ki Padmosusastro, yang lahir dengan nama Suwardi pada 1841 di Surakarta, dikenal sebagai sastrawan, wartawan, dan intelektual publik. Ia pernah menjadi abdi dalem Keraton Surakarta dan berguru pada pujangga besar Raden Ngabehi Ronggowarsito. Dalam sejarah sastra Jawa, ia disebut sebagai tokoh yang menjembatani sastra Jawa klasik dan modern, bahkan dijuluki sebagai bapak sastra Jawa modern oleh pakar budaya George Quinn.
Semasa hidupnya, ia menghasilkan banyak karya penting, baik berupa novel, buku kebahasaan, hingga karya sastra edukatif. Setelah wafat pada 1926, ndalem tersebut diwariskan kepada keturunannya.
Status Hukum dan Putusan Pengadilan
Kuasa hukum penggugat, KRATT Priyanggo Trisaputro, menyatakan bahwa bangunan ini telah memiliki status berkekuatan hukum tetap (inkracht). “Berkaitan dengan proses hukum, status putusan adalah sudah berkekuatan hukum tetap. Artinya jika ada kabar kasasi adalah tidak benar karena sudah ada surat keterangan BHT (Berkekuatan Hukum Tetap) tertanggal 16 Oktober 2025,” jelas Priyanggo.
Dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), disebutkan bahwa kelima tergugat tidak menyerahkan memori kasasi. Priyanggo menekankan, ketidakdiserahan memori kasasi otomatis membuat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap dan dimenangkan penggugat.

Pandangan Kuasa Hukum Ahli Waris
Sementara itu, kuasa hukum salah satu ahli waris tergugat, Bambang Ary Wibowo, memiliki pandangan berbeda. Ia menyatakan bahwa proses persidangan di Pengadilan Negeri Surakarta masih dalam tahap pengajuan kasasi. Menurut Bambang, pembongkaran seharusnya dilakukan hanya jika tidak ada upaya hukum lain.
“Kita menyayangkan sementara proses hukumnya saat ini masih menunggu putusan kasasi. Putusan kasasi saja kan tidak serta merta katakanlah besok pagi saya menerima putusan kasasi saya masih punya waktu. Kita bisa melakukan PK dan sebagainya. Kemudian yang melakukan eksekusi aparat hukum dalam hal ini pengadilan,” jelasnya.
Bambang menjadi kuasa hukum dari lima orang trah Ki Padmosusastro yang menolak menjual lahan ini. Mereka adalah Saras Endah Padmiandini, R. Padmosawego, R. Padmosawardo, R. Ngt. T. Mangondipoer, dan Erna Wadiani.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











