Puasa Qadha Ramadhan: Hukum, Waktu dan Manfaat yang Perlu Diketahui
Puasa qadha Ramadhan adalah salah satu bentuk ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang pernah meninggalkan puasa Ramadan karena alasan tertentu. Hukumnya dianggap sebagai kewajiban, dan tidak boleh ditinggalkan begitu saja tanpa ada penggantian.
Bagi mereka yang pernah meninggalkan puasa Ramadhan tahun lalu, maka wajib menggantinya. Tidak hanya sekadar melaksanakan puasa qadha, tetapi juga bisa mendapatkan tiga pahala sekaligus jika dilakukan di bulan Syaban. Pahala tersebut mencakup puasa qadha, puasa sunnah Syaban, dan puasa Senin.
Jika ingin melaksanakan puasa qadha, niatnya hanya satu yakni niat puasa qadha. Tidak perlu meniatkan untuk masing-masing jenis puasa secara terpisah. Niat yang dibaca malam hari adalah “Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta’ālā.”
Pada tahun 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026, puasa Ramadhan akan segera tiba. Sebelum masuknya awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam yang pernah tinggal puasanya di tahun lalu disarankan untuk segera mengqadha puasanya di bulan Syaban.
Puasa qadha adalah ibadah puasa wajib untuk mengganti puasa Ramadan yang tertinggal karena uzur syar’i seperti sakit atau safar. Puasa ini dilakukan di luar bulan Ramadan, idealnya sebelum Ramadan berikutnya tiba. Ini berlaku bagi mereka yang mampu berpuasa, tetapi untuk sementara terhalang untuk melakukannya, bukan bagi mereka yang terhalang secara permanen seperti orang tua.

Adapun hukum puasa qadha wajib. Pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja kecuali hari-hari terlarang puasa. Batas waktu untuk melaksanakan puasa qadha adalah sampai bulan Ramadhan selanjutnya tiba.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa puasa qadha bisa dilakukan di bulan Syaban. Bahkan, barang siapa yang mengerjakan puasa qadha di bulan Syaban, ia otomatis akan mendapat tiga pahala sekaligus. “Siapa yang mengganti puasa di bulan Syaban hari Senin, otomatis dapat tiga, puasa qadha lunas satu hari, puasa sunnah Syaban dapat, puasa hari Senin dapat,” kata UAS dalam video yang diunggah akun Youtube Kun Ma Alloh.
Meski bisa mendapat tiga keuntungan itu sekaligus, lanjut UAS, orang yang hendak membayar puasa tidak perlu mengucapkan niat satu per satu untuk masing-masingnya. Cukup diniatkan untuk satu saja, yakni niat untuk qadha puasa Ramadhan.

Batas waktu puasa qadha menurut UAS adalah sampai bulan Ramadhan selanjutnya tiba. Itu artinya, hingga hari terakhir di bulan Syaban, seorang muslim masih bisa melakukan puasa qadha Ramadhan tahun lalu.
Jika puasa qadha belum juga dilakukan, sementara bulan Ramadhan tahun ini sudah lewat, maka harus men-qadha setelah Ramadhan plus fidyah. Fidyah yang dimaksud adalah memberi makan fakir miskin selama satu hari. Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, yaitu makan pagi, siang, dan malam.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











