Pengertian dan Tata Cara Takbiratul Ihram dalam Shalat
Takbiratul ihram merupakan rukun shalat yang penting dalam melaksanakan ibadah shalat. Bacaan Allahu Akbar menjadi tanda awal dimulainya shalat, sehingga wajib dilakukan agar shalat sah. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, baik dari segi bacaan, posisi tubuh, maupun cara mengangkat tangan.
1. Pengertian Takbiratul Ihram
Takbiratul ihram adalah ucapan “Allahu Akbar” yang dilakukan sebagai tanda awal dimulainya shalat. Kata “takbir” berarti membesarkan Allah, sedangkan “ihram” berarti larangan atau batas untuk melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan shalat. Tanpa takbiratul ihram, shalat dianggap belum sah.
2. Bacaan Takbiratul Ihram
Bacaan takbiratul ihram adalah:
“Allahu Akbar”
Dilakukan satu kali dalam posisi berdiri tegak. Bagi makmum atau orang yang shalat sendirian, bacaan ini dibaca pelan dan hanya terdengar bagi dirinya sendiri.
3. Cara Mengangkat Tangan Saat Takbir
Mengangkat tangan saat takbiratul ihram hukumnya sunnah, bukan wajib. Ada tiga cara yang umum dilakukan:
-
Mengangkat tangan sampai pundak lalu membaca takbir
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangannya hingga setinggi pundak, kemudian bertakbir. -
Mengangkat tangan lalu sedekap bersamaan dengan takbir
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir. -
Membaca takbir, lalu mengangkat tangan
Dari Malik bin al-Huwairits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangan setelah bertakbir.
4. Posisi Telapak Tangan
Saat melakukan takbiratul ihram, telapak tangan harus dibentangkan secara sempurna, tidak digenggam, jari-jari tidak terlalu lebar atau rapat, dan dihadapkan ke kiblat. Tinggi tangan sejajar dengan pundak atau telinga.
5. Posisi Tubuh
Takbiratul ihram harus dilakukan dalam posisi tubuh tegak sempurna. Jangan condong ke depan seperti akan rukuk. Syarat sahnya takbiratul ihram adalah dilakukan sambil berdiri bagi yang mampu.
6. Hubungan dengan Niat
Takbiratul ihram tidak disyaratkan harus dibarengkan dengan niat shalat. Boleh mendahulukan niat sebelum takbir, selama tidak ada aktivitas antara keduanya. Hal ini diperbolehkan menurut madzhab Hanafi dan Hambali.
7. Takbiratul Ihram Hanya Dilakukan Sekali
Takbiratul ihram hanya dilakukan sekali dan tidak perlu diulang-ulang. Perbuatan ini sering dilakukan karena was-was, padahal tidak diperlukan.
8. Kapan Takbiratul Ihram Dilakukan
Takbiratul ihram dilakukan baik sebagai imam, makmum, maupun shalat sendirian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kunci shalat adalah bersuci, memulainya dengan takbir, dan mengakhirinya dengan salam.” (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan disahihkan al-Albani).
9. Contoh Hadis tentang Takbiratul Ihram
Beberapa hadis yang menjelaskan tata cara takbiratul ihram antara lain:
- Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangan dengan dibentangkan saat memulai shalat.
- Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangan setinggi pundak saat memulai shalat.
- Dari Malik bin al-Huwairits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangan saat takbiratul ihram, rukuk, dan i’tidal.
10. Kesimpulan
Takbiratul ihram adalah rukun shalat yang sangat penting. Memahami bacaan, tata cara, dan posisi tubuh saat melakukan takbiratul ihram adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Dengan melaksanakan sesuai tuntunan syariat, shalat akan sah dan diterima oleh Allah SWT.











