"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Ressa Rossano Sapa Denada dengan ‘Mbak’, Akui Canggung Meski Diakui sebagai Anak

Perjalanan Ressa Rizky Rossano dan Denada

Ressa Rizky Rossano, seorang pria berusia 24 tahun, mengakui bahwa dirinya masih merasa canggung dalam memanggil Denada dengan sebutan “ibu” meskipun telah diakui sebagai anak kandungnya. Ia masih menggunakan sapaan “Mbak” untuk menyebut Denada, yang merupakan mantan istri dari Jerry Aurum.

Pengakuan Denada terhadap Ressa sebagai anak kandungnya membuat hubungan antara keduanya mulai mencair. Namun, Ressa belum merasa siap untuk memanggil Denada dengan sebutan ibu. Ia juga masih merasa canggung dan tidak ingin bertemu langsung dengan sang ibu.

“Ressa sampai sekarang masih manggil ‘Mbak’,” kata Ressa, seperti dikutip dari Kompas.com pada Kamis (12/2/2026). Ia mengaku masih menyimpan rasa canggung dan belum siap untuk bertemu langsung. Selain itu, Ressa juga mengakui adanya perasaan kecewa dan trauma terhadap Denada. Hal ini wajar mengingat ia telah ditelantarkan dan tidak diakui sebagai anak sejak usianya 10 hari.

Ressa juga mengatakan bahwa ia belum siap untuk bertemu langsung dengan Denada. “Bukan belum mau (bertemu), tapi takut mengambil keputusan dan takutnya juga nanti terjadi kegagalan ketiga kalinya gitu,” ujarnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa Denada telah menjalin komunikasi dengan anaknya, Ressa Rizky Rossano. Menurut Iqbal, keduanya telah saling bertukar nomor telepon sejak lama. “Komunikasi itu sudah sejak lama. Yang jelas karena ada masalah ini pun Mbak Denada ke Ressa tetap menghubungi,” katanya.

Iqbal juga menyarankan Ressa agar segera mencabut gugatan dan menyelesaikan masalah secara baik-baik. Ia menekankan bahwa Denada telah mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. “Udahlah ini ibumu kamu sudah ketemu. Kamu jadi anak yang baik, yang kemarin-kemarin itu memang salah tapi kan harusnya diperbaiki,” ujarnya.

Ressa Bela Denada

Di tengah gelombang empati publik yang berujung pada seruan boikot terhadap penyanyi Denada, sang putra, Ressa Rizky Rossano, justru muncul dengan pernyataan yang menggetarkan hati. Sambil berurai air mata, pemuda berusia 24 tahun ini memohon kepada netizen agar menghentikan kecaman terhadap ibu kandungnya.

Ressa merasa menjadi penyebab kegaduhan ini dan mengutarakan beban batin yang mendalam hingga mempertanyakan apakah kehadirannya di dunia adalah sebuah kesalahan. Bagi Ressa, pengakuan sebagai anak jauh lebih berharga daripada melihat kehancuran karier sosok yang telah melahirkannya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Ressa meminta agar masyarakat tidak memboikot ibunya. “Jangan, kasihan,” kata Ressa di program Pagi pagi Ambyar TransTV, Selasa (3/2/2026). Ia juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap nasib sang ibu di dunia hiburan. Sejak awal, Ressa tidak pernah menginginkan perjuangannya mencari jati diri berakhir dengan merusak sumber penghidupan ibunya.

Kekecewaan yang Menumpuk Selama 24 Tahun

Nama Ressa Rizky mulai mencuat ke publik sejak pemuda berusia 24 tahun tersebut mendaftarkan gugatan terhadap Denada atas dugaan penelantaran anak. Gugatan tersebut resmi didaftarkan pada 26 November 2025 di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur. Langkah hukum ini merupakan puncak dari akumulasi rasa kecewa keluarga yang telah menumpuk selama lebih dari dua dekade terhadap sikap Denada beserta adik-adiknya.

Ressa lahir tahun 2002 dan dibawa ke Banyuwangi dari Jakarta untuk dirawat oleh tante Denada, Ratih. Sejak saat itu, tidak ada itikad baik dari Denada untuk setidaknya menyapa atau sekadar bertanya kabar. “Saya ini bukan pembantunya, saya tantenya, (sekedar tanya) ‘tante apa kabar, kayak apa?’ enggak ada,” kata Ratih di YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.

Puncak dari kekecewaan mereka adalah ketika Ratih justru dituduh melakukan penggelapan mobil sampai didatangi dua polisi.

Pengakuan Denada, Ressa Memang Anak Kandungnya

Penantian panjang Ressa akhirnya membuahkan hasil, pada Senin (2/2/2026), selang beberapa bulan sejak kemunculannya ke publik, Denada mengunggah sebuah video yang mengonfirmasi Ressa memang benar putra kandungnya. Melalui akun @denadaindonesia, Denada menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena butuh waktu hingga puluhan tahun untuk akhirnya berani mengakui keberadaan Ressa secara terbuka.

“Saya juga minta maaf kepada Ressa, karena baru saat ini, setelah sekian lama, saya memberitahukan Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya,” ungkap Denada.

Denada juga mengungkapkan penyesalannya karena Ressa tidak tumbuh besar bersamanya. Terkait alasan di balik keputusan masa lalunya, Denada menjelaskan kondisi psikisnya saat itu sedang dalam keadaan tidak layak sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk hidup bersama. “Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” ungkap Denada.

Harapan Ressa Bertemu Langsung dengan Denada

Mendengar pengakuan jujur dari Denada membawa kelegaan tersendiri bagi Ressa. Namun, sebuah video saja belum cukup untuk mengobati luka lama. Ressa menegaskan sangat mendambakan pertemuan langsung dengan sang ibu demi membangun kembali ikatan keluarga yang sempat terputus selama dua dekade.

“Alhamdulillah, tapi Ressa ingin ketemu, menjalin hubungan yang baik,” ujar Ressa singkat di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026). Meski keinginan untuk bersua sangat kuat, Ressa mengungkap fakta pahit jika sejak video permintaan maaf itu diunggah, belum ada komunikasi yang terjalin dengan Denada. “Enggak ada (komunikasi),” ujar Ressa. Ressa bahkan masih terus berupaya bisa menghubungi sang ibu, dengan harapan bisa bertemu dan berbicara dari hati ke hati.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *