"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Jam 4 Pagi, Warga Losari Kaget Saat Air Mendadak Naik ke Paha

Banjir Tiba-Tiba Menggenangi Pemukiman Warga

Banjir datang saat sebagian warga masih terlelap. Tanpa hujan, tanpa tanda-tanda mendung, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah warga Blok Pon RT 17 RW 06, Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam waktu singkat, ketinggian air di jalanan bahkan mencapai paha orang dewasa.

Andi (48), warga setempat, masih mengingat betul detik-detik air mulai menggenangi rumahnya. “Air mulai masuk ke rumah itu dari jam 4 pagi tadi,” ujar Andi saat ditemui di kediamannya. Yang membuat warga kaget, banjir terjadi saat cuaca di wilayah tersebut justru cerah. “Kondisi di sini terang dari sore, enggak hujan. Ini air kiriman,” ucapnya.

Menurut Andi, air diduga berasal dari kiriman Sungai Cisanggarung. “Dari kiriman Sanggarung. Katanya tadi petugas dari Sungai Cicalengka masuk ke Sanggarung,” jelas dia. Air dengan cepat merendam seluruh bagian rumahnya. Di dalam rumah, genangan mencapai sekitar 20 sentimeter. Namun di luar rumah, ketinggian air jauh lebih parah. “Ketinggian sekitar 20 cm di dalam rumah. Kalau di luar rumah sampai 1 meter itu,” katanya.

Akibat banjir tersebut, aktivitas warga lumpuh. Anak-anak tidak bisa berangkat sekolah, sementara sebagian warga terpaksa absen bekerja. “Anak-anak sekolah akhirnya enggak pada berangkat. Sebagian orang kerja enggak berangkat. Termasuk saya juga jadi enggak kerja karena banjir ini,” ujarnya. Sebagai sopir, ia tak bisa keluar kampung karena akses jalan terendam. “Saya kerja aktivitas sopir, jadi enggak bisa keluar karena banjir ini,” ucap Andi.

Meski air sempat cukup tinggi, Andi memilih bertahan di rumah bersama istri dan lima anaknya. “Mengungsi sudah tanggung, Pak. Lokasinya sudah kayak gini,” jelas dia. Ia menyebut banjir sebesar ini baru terjadi lagi tahun ini setelah puluhan tahun. “Banjir baru tahun ini saja yang besar. Dulu tahun 85-an pernah banjir di sini,” katanya. Andi berharap ada langkah konkret dari pemerintah agar banjir kiriman tak terus berulang. “Harapan ya biar ditangani lah sama pemerintah, biar enggak banjir lagi,” ujarnya.

Air Datang Cepat, Kasur Tenggelam

Cerita serupa disampaikan Christina (43), warga lainnya yang akrab disapa Istina. Ia menyebut, air mulai masuk sekitar pukul 04.00 hingga 04.30 WIB. “Jam 4-an sih tadi keluar. Ini langsung air kiriman dari Sungai Cisanggarung,” ucap Istina. Air naik begitu cepat hingga membuat warga tak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. “Tahu-tahu enggak ada sejam, langsung kayak gini airnya,” jelas dia. Ketinggian air di dalam rumahnya mencapai betis orang dewasa, sementara di jalanan lebih tinggi lagi. “Sebetis orang dewasa di dalam. Kalau di jalanan mah sampai sedengkul. Enggak nyampe semeter, paling setengah meter. Tapi yang parah di dalam rumah, kasurnya sampai tenggelam semua,” katanya.

Ia mengaku tak sempat mengangkat kasur dan perabot karena air datang mendadak. “Enggak sempat diangkat. Mau angkat gimana, airnya cepat. Tiba-tiba sudah segini aja, jam 5-an sudah segini airnya,” ujarnya. Padahal sejak pukul 02.00 WIB, ia sudah bangun untuk memasak dagangan sarapan. “Dari jam 2 kan saya sudah bangun siap-siap. Jam 4 itu sudah selesai. Lagi mau bungkus-bungkusin nasi, tahu-tahu ada kiriman air kayak gini,” ucap Istina. Meski rumahnya terendam, ia tetap berjualan agar tak merugi. “Daripada rugi jadi dijualin. Alhamdulillah sih ada saja yang beli,” jelas dia. Istina menilai banjir kali ini yang paling parah dibanding biasanya. “Ini paling parah. Biasanya banjir hujan itu semata kaki. Ini karena sungainya meluap. Biasanya enggak kayak gini,” katanya.

Warga Bertahan, Anak-Anak Bermain Air

Pantauan di lokasi, air berwarna coklat keruh menggenangi jalanan pemukiman padat penduduk hingga setinggi paha orang dewasa. Di beberapa rumah, air tampak sudah menyentuh bagian bawah pintu dan jendela. Di dalam rumah warga, genangan mencapai mata kaki hingga betis. Sejumlah perabot seperti ember dan kursi plastik terendam, sementara sebagian barang berharga sudah diamankan ke tempat lebih tinggi.

Meski terdampak banjir, suasana relatif tenang. Beberapa anak justru terlihat bermain dan berenang di genangan air. Warga dewasa tampak berjalan menerobos banjir, sementara lainnya duduk di teras rumah yang lebih tinggi dari permukaan air. Di lorong pemukiman, terlihat sejumlah petugas berseragam oranye menyusuri genangan untuk memantau kondisi.

Selain di Kecamatan Losari, banjir juga dilaporkan merendam sejumlah perumahan di wilayah Kecamatan Ciledug dan Waled. Warga berharap ada penanganan serius terhadap luapan Sungai Cisanggarung agar banjir kiriman tak kembali datang saat warga lengah di dini hari.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *