Percepatan Bantuan dari Diaspora Aceh di Malaysia
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya mempercekan masuknya bantuan untuk korban bencana banjir yang tertahan di Malaysia. Ia menilai proses birokrasi tidak boleh menjadi penghalang dalam pemberian bantuan kemanusiaan tersebut. Hal ini disampaikan Dasco dalam rapat bersama pemerintah membahas penanganan pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Dasco mengatakan bahwa bantuan tersebut berasal dari warga Aceh yang tinggal di Malaysia dan merupakan bentuk kepedulian keluarga terhadap sesama. Ia mempertanyakan kewenangan dalam pengiriman bantuan tersebut, seperti yang disampaikan oleh Mendagri Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera.
“Masalah bantuan dari warga Aceh yang di Malaysia, itu untuk memasukkan barang sekarang ini jadi kewenangannya siapa, Pak Mendagri? Supaya cepat diputus di sini,” kata Dasco.
Daftar Bantuan yang Dikirim
Bantuan yang dikirim dari diaspora Aceh di Malaysia mencakup berbagai jenis barang, antara lain:
- Minyak goreng: 3.000 liter (senilai Rp 1 miliar)
- Gula pasir: sekitar Rp 50 juta
- Air mineral: senilai Rp 672 juta
- Makanan siap saji: 5.000 dus (senilai Rp 1 miliar)
- Pakaian baru: 3.000 karung (senilai Rp 126 miliar)
- Al-Qur’an: senilai Rp 1 miliar
- Kloset toilet: senilai Rp 4,8 miliar
Tito Karnavian menjelaskan bahwa bantuan tersebut masih tertahan di Port Klang, Malaysia. Ia memohon agar bantuan tersebut dapat diterima demi menjaga hubungan baik dengan masyarakat Aceh. “Ini keluarga, bukan dari pemerintah atau LSM. Ini dari kumpulan keluarga sesuai arahan Bapak Presiden, sepanjang tidak ada barang terlarang, narkoba, senjata, semua harus diperiksa baru boleh masuk,” jelas Tito.
Persyaratan Pengiriman Bantuan
Tito menyebutkan bahwa beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir perlu surat persetujuan dari kementerian teknis, yaitu Kementerian Pertanian (Kementan). Ia meminta pemerintah memberikan dispensasi bagi bantuan kemanusiaan ini karena sifatnya hanya sekali dan jumlahnya tidak besar.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Kementan membantu membuka akses bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada beras dalam bantuan tersebut. “Usul kami, kalau bisa, beras ini sangat sensitif,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. “Nggak ada beras, Pak, hanya minyak goreng dan gula pasir sedikit itu,” kata Dasco.
Andi mengusulkan agar bantuan tersebut diuangkan karena saat ini pihaknya tengah mengekspor minyak goreng besar-besaran ke sejumlah negara. “Kalau masih bisa, usul kami, karena kami juga ekspor minyak goreng besar-besaran ke beberapa negara. Tapi kalau memang bisa itu diuangkan, tapi kalau harus masuk, saya kira pengawasan yang sangat ketat,” kata Andi.
Perintah Menteri Keuangan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memerintahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu untuk tidak menghambat bantuan dari Diaspora Aceh di Malaysia untuk masyarakat Aceh. Purbaya menyebutkan bahwa selama ada keterangan dari BNPB bahwa barang kiriman itu diperuntukkan untuk korban banjir dan longsor Aceh, Bea Cukai akan langsung melepasnya.
“Izin, Pak Ketua. Ya, selama ada keterangan dari BNPB ini lepas, bisa kita bebaskan, Pak. Jadi BNPB bilang ini barang untuk bantuan bencana, Bea Cukai akan melepaskan itu,” sahut Purbaya.
Dengan adanya perintah ini, pihak Bea Cukai diharapkan dapat segera menyelesaikan proses perizinan sehingga bantuan tersebut dapat segera sampai ke tangan korban bencana. Dasco menilai bahwa pengiriman hanya dilakukan satu kali dan sifatnya bantuan kemanusiaan, sehingga pemerintah dapat memberikan dispensasi.
“Ini sudah keburu dibeli, barangnya tinggal dikirim, dan hanya satu kali, dan saya pikir mungkin kita bisa kasih dispensasi karena cuma sekali, daripada nanti kita kan repot harus diuangkan lagi, beli lagi,” kata Dasco.
Pak Mensesneg dan Menkeu bisa koordinasi dengan Dirjen Bea Cukai, ini kita sudah dengar Mentan, karena ini namanya sumbangan hanya satu kali dan jumlahnya tidak ganggu. Saya pikir Pak Mendagri kita bisa realisasi secepatnya supaya barang-barang ini bisa masuk dan diawasi ketat langsung ke pengungsian dalam rangka sambut puasa dan Hari Raya Lebaran,” imbuh dia.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











