Masjid Bergaya Tionghoa di Indonesia: Pilihan Menarik untuk Ngabuburit Ramadan 2026
Ramadan adalah bulan yang penuh makna dan kekhusyukan. Selain beribadah, banyak orang juga memanfaatkan waktu ngabuburit sebagai kesempatan untuk menikmati suasana kota sambil menunggu waktu berbuka puasa. Salah satu cara unik dan menarik untuk melakukannya adalah dengan mengunjungi masjid bergaya Tionghoa di Indonesia. Perpaduan antara arsitektur khas Tiongkok dan elemen Islam menciptakan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Berikut lima masjid bergaya Tionghoa yang bisa kamu kunjungi saat ngabuburit Ramadan 2026.
1. Masjid Lautze – Jakarta
Alamat: Jalan Lautze No.87 10, RT.10/RW.3, Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat
Jam buka: 09.00–17.00 WIB (Sabtu tutup)
Masjid Lautze menjadi salah satu ikon masjid bernuansa Tionghoa di kawasan Pasar Baru. Bangunannya didominasi warna merah, hijau, dan emas yang mencerminkan perpaduan budaya Tiongkok dan nilai-nilai Islam. Lokasinya strategis, dekat Pasar Baru, Stasiun Juanda, serta kawasan Pecinan lama Jakarta. Akses menuju masjid ini cukup mudah menggunakan TransJakarta, KRL, maupun kendaraan pribadi.
Meski tidak terlalu besar, fasilitasnya lengkap dan fungsional. Tersedia ruang salat pria dan wanita, tempat wudhu bersih, ruang pembinaan mualaf, kelas pengajian rutin, hingga perpustakaan kecil berisi buku-buku Islam. Masjid ini dikenal sebagai pusat pembinaan mualaf, terutama dari etnis Tionghoa. Suasananya tenang dan ramah, cocok untuk kamu yang ingin ngabuburit sambil belajar sejarah dan budaya.
2. Masjid Siti Djirzanah – Yogyakarta

Alamat: Jalan Margo Mulyo No.25, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta
Jam buka: 03.30–20.30 WIB
Terletak di kawasan Malioboro dan tepat di depan Pasar Beringharjo, Masjid Siti Djirzanah berdiri setinggi 12 meter di deretan pertokoan sisi barat Malioboro. Masjid ini mengusung konsep Pecinan-Hindia yang unik. Fasadnya dihiasi tulisan Mandarin “Qingzhensi” (清真寺) yang berarti masjid, lengkap dengan jam raksasa berbentuk lingkaran.
Bangunan ini tidak memiliki kubah seperti masjid pada umumnya. Atapnya menyerupai kelenteng, menjadikannya tampak mencolok di tengah kawasan wisata. Interiornya nyaman dan bersih. Area salat perempuan berada di lantai bawah dengan AC yang dinyalakan saat waktu salat. Tempat wudhu dan toilet tertata rapi serta harum. Masjid ini dibangun untuk mengenang almarhumah Siti Djirzanah, ibu dari mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.
Ngabuburit di sini terasa istimewa karena kamu bisa sekaligus menikmati suasana Malioboro.
3. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya – Surabaya

Alamat: Jalan Gading No.2, Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur
Jam buka: 04.00–22.00 WIB
Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Cheng Ho Surabaya ini berdiri di kompleks PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Jawa Timur. Bangunannya menyerupai kelenteng dengan dominasi warna merah, hijau, dan kuning. Pintu masuknya berbentuk pagoda dengan ornamen khas Tiongkok, termasuk relief naga dan patung singa.
Di puncak pagoda terdapat lafaz Allah dalam huruf Arab. Di sisi kiri bangunan terdapat beduk sebagai pelengkap. Masjid ini bersih dan terawat, berada di area sekolahan, serta terbuka untuk pengunjung. Tersedia papan informasi dan mural yang menjelaskan sejarah berdirinya masjid. Menjelang waktu berbuka, suasana di sekitar masjid terasa teduh dan cocok untuk refleksi spiritual.
4. Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Palembang – Palembang

Alamat: Jalan Cheng Ho 1, 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Jam buka: 04.00–21.00 WIB
Masjid ini berada di kawasan strategis, dekat Stadion Gelora Sriwijaya dan Pasar Induk Jakabaring. Area parkirnya cukup luas, memudahkan akses kendaraan roda dua maupun roda empat. Nuansa Tionghoa terasa dari desain pagoda dan kaligrafi Arab serta Cina di bagian dalam masjid.
Di atas mimbar terdapat papan bertuliskan kaligrafi dua bahasa lengkap dengan arti dalam bahasa Indonesia. Interiornya nyaman dengan AC, kipas angin, karpet empuk, serta sound system memadai. Tersedia sarung dan mukena yang bisa dipinjam jamaah. Saat waktu Asar, suasana sejuk di dalam masjid menjadi tempat ideal untuk beristirahat setelah beraktivitas di luar ruangan.
5. Masjid Al-Imtizaj – Bandung

Alamat: Jalan ABC No.8, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat
Jam buka: 11.40–19.40 WIB
Masjid Al-Imtizaj berada di kawasan Braga yang ramai wisatawan. Dari luar, gapuranya menyerupai kelenteng dengan lampion menggantung dan warna merah-kuning yang dominan. Meski tidak besar, masjid ini nyaman untuk beribadah. Area salat perempuan berada di lantai dua, sementara tempat wudhu berada di bawah dekat pintu masuk.
Tempat wudhu unik berbentuk cawan emas menjadi daya tarik tersendiri. Di pelataran terdapat tempat duduk dengan pepohonan dan bunga yang menghiasi sudut masjid. Suasana ini cocok untuk kamu yang ingin ngabuburit santai sebelum berbuka di kawasan Braga atau Asia Afrika.
Mengunjungi masjid bergaya Tionghoa saat Ramadan 2026 bukan hanya soal menunggu waktu berbuka. Kamu juga bisa belajar tentang akulturasi budaya, sejarah Islam di Nusantara, dan menikmati arsitektur yang berbeda dari biasanya. Jika kamu sedang berada di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, atau Bandung, lima masjid ini bisa menjadi pilihan ngabuburit yang berkesan.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











