"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Keutamaan Shalat Tarawih Malam Kesepuluh Ramadan, Kebaikan Dunia dan Akhirat Diperoleh

Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-10 Ramadan

Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Ibadah sunnah ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual antara hamba dan Tuannya. Pada malam ke-10 Ramadhan, terdapat keistimewaan yang luar biasa bagi umat Muslim yang menjalankan shalat tarawih dengan penuh iman dan harapan pahala.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

“Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadan (shalat sunnah di malam hari pada bulan Ramadhan) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Hadist ini menegaskan bahwa shalat tarawih, khususnya di bulan Ramadhan, memiliki nilai yang sangat tinggi. Bagi yang melakukannya dengan niat ikhlas, ia akan mendapatkan pengampunan dosa. Hal ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini.

Selain keutamaan umum, malam ke-10 Ramadhan memiliki keistimewaan khusus yang disebutkan dalam kitab Durrotun Nasihin. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-10 akan mendapat pahala berupa rezeki dunia dan akhirat. Berikut adalah arti dari ayat tersebut:

وَفِى اللَّيْلَةِ الْعَاشِرَةِ يَرْزُقُهُ اللهُ تَعَالَى خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya:

“Pada malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.”

Pesan ini mengingatkan kita bahwa shalat tarawih di malam ke-10 bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih berkah yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu, kebaikan yang diberikan Allah SWT tidak hanya terbatas pada kehidupan akhirat, tetapi juga meliputi kehidupan dunia.

Tata Cara Shalat Tarawih

Secara umum, tata cara shalat tarawih sama dengan shalat sunnah lainnya. Shalat dilakukan dalam rangkaian dua rakaat-dua rakaat, dengan gerakan dan bacaan yang sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:

  • Mengucapkan niat shalat tarawih sesuai posisinya (imam atau makmum).
  • Niat di dalam hati.
  • Takbiratul ihram sambil mengucap takbir.
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an.
  • Rukuk.
  • I’tidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk istirahat sejenak.
  • Berdiri untuk rakaat kedua.
  • Menyelesaikan rakaat kedua dengan gerakan yang sama.
  • Salam

Setelah selesai shalat tarawih, biasanya ditutup dengan shalat witir sebagai penyempurna ibadah malam Ramadhan.

Lafal Niat Shalat Tarawih

Niat berjamaah (makmum):

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa

Artinya:

Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Niat sendiri:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya:

Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’la.

Niat sebagai imam:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa

Artinya:

Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’la.

Kesimpulan

Shalat tarawih bukan sekadar rutinitas Ramadhan, melainkan kesempatan emas untuk meraih ampunan, pahala, dan keberkahan. Malam ke-10 Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu janji Allah berupa kebaikan dunia dan akhirat bagi yang menunaikannya. Dengan melaksanakan tarawih secara ikhlas, baik berjamaah maupun sendiri, umat Islam dapat memperkuat hubungan dengan Allah dan memperkaya amal di bulan penuh rahmat ini.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *