"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Renungan Katolik Harian: Kerajaan Allah Ada di Tengah Kita

Renungan Harian Katolik: Kerajaan Allah Sudah Ada di Tengah-Tengah Kita

Hari ini, kita diajak untuk merenungkan firman Tuhan yang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah kita. Yesus menjawab pertanyaan orang Farisi tentang kapan dan bagaimana Kerajaan Allah akan datang dengan berkata, “Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Ini menunjukkan bahwa kehadiran Yesus sendiri adalah tanda dari hadirnya Kerajaan Allah.

Kehadiran Yesus sebagai tanda Kerajaan Allah

Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, sehingga kehadiran-Nya secara otomatis berarti kehadiran Kerajaan Allah. Di mana pun Yesus hadir, maka Kerajaan Allah juga hadir. Kehadiran-Nya membawa keselamatan bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya dan bersedia menerima-Nya.

Dalam perjalanan-Nya, Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit, membuat orang bisu bisa berbicara, bahkan menghidupkan kembali orang mati. Orang-orang yang disembuhkan tentu merasa gembira karena mereka merasakan kasih dan kuasa Tuhan dalam hidup mereka.

Demikian pula, ketika Kerajaan Allah hadir, maka sukacita, keselamatan, dan kebahagiaan juga hadir. Namun, orang-orang Farisi tidak menyadari bahwa Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah mereka. Mereka tidak mengakui Yesus sebagai tanda dari Kerajaan Allah, karena dosa ketidakpercayaan dan ketegaran hati menghalangi mereka untuk melihat tanda-tanda itu.

Kerajaan Allah dalam damai dan sukacita

Kerajaan Allah selalu mengagumkan bagi yang melihatnya. Ia hadir dalam suasana damai dari dalam, yaitu dari hati dan jiwa yang bersih dari endapan dosa. Dalam Khotbah di Bukit, Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Mat 5:8). Mereka akan melihat Kerajaan Allah dan merasakan kehadirannya dalam damainya.

Tomas a Kempis, penulis buku terkenal Mengikuti Jejak Kristus, menyatakan bahwa Kerajaan Allah adalah damai dan sukacita dalam Roh Kudus. Pernyataan ini sejalan dengan kata-kata Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Rom 14:17).

Karena Kristus adalah damai sejahtera kita (Ef 2:14), maka dalam suasana damai sejahtera inilah kita merasakan dan mengalami Kerajaan Allah. Kita menerima apa yang selalu kita mohon dalam doa Bapa Kami, “Datanglah Kerajaan-Mu.”

Menjadi pengikut Yesus yang benar

Saudara-saudari, dalam Yesus, Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah kita. Yang perlu kita lakukan adalah menerima, merasakan, dan mensyukurinya. Jika hal ini menjadi pengalaman harian dalam hidup kita, maka kita berbahagia sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus.

Namun, sering kali kita tidak memahami ajaran Yesus dengan baik. Hal ini terjadi karena kita terlalu fokus pada pikiran kita sendiri dan tidak mau membuka hati serta pikiran untuk memahami ajaran-Nya secara benar.

Sikap seperti ini menghalangi kita untuk mengenal Yesus dan ajaran-Nya. Apalagi dewasa ini, banyak kehebohan yang tidak perlu dalam pewartaan karya keselamatan dan sukacita Allah. Karena itu, kita diajak untuk selalu waspada agar tidak terjebak dalam situasi tersebut.

Doa dan salam

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk membuka mata hati kami agar semakin mengenal Engkau dan ajaran-Mu. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Kamis. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *