Oleh-Oleh Unik Jogja yang Bukan Bakpia
Jogja tidak hanya dikenal dengan bakpianya yang terkenal, tetapi juga menyimpan berbagai oleh-oleh unik yang tidak pasaran. Setiap sudut kota ini penuh dengan kreativitas lokal yang menghasilkan produk-produk yang berbeda dari yang biasanya. Mencari oleh-oleh di Jogja bisa menjadi pengalaman seru ketika kamu menemukan sesuatu yang benar-benar unik dan bukan sekadar bakpia.
Oleh-oleh Jogja yang unik memberikan kesan lebih personal dibandingkan produk yang sudah mainstream. Berikut adalah sepuluh oleh-oleh Jogja yang tidak pasaran dan sangat layak untuk dibawa pulang:
1. Gudeg Yuk Djum
Gudeg Yuk Djum telah menjadi ikon kuliner Yogyakarta dengan resep turun-temurun sejak tahun 1950. Cita rasa autentik dari gudeg ini sangat khas dan berbeda dari tempat lain. Kini tersedia dalam kemasan vakum dan kaleng yang lebih praktis untuk dibawa pulang. Harga mulai dari Rp80.000 dengan lokasi di Jalan Laksda Adi Sucipto Km 8, Kembang, Maguwoharjo.
2. Yangko Pak Prapto
Yangko merupakan makanan berbahan dasar tepung ketan dengan tekstur kenyal menyerupai mochi. Pak Prapto sudah legendaris dan kini dikelola oleh generasi kelima keluarga. Satu kotak berisi 30 potong dengan varian rasa original, kacang, coklat, stroberi, nangka, durian, dan wijen. Produk ini bertahan sekitar 6 hari dengan alamat di Jalan Pramuka Nomor 82, Giwangan, Umbulharjo.
3. Tiwul Yuk Tum
Tiwul adalah makanan tradisional yang dibuat dari singkong kering atau gaplek khas Gunungkidul. Tiwul Yuk Tum sudah eksis sejak tahun 1985 dengan resep yang konsisten turun-temurun. Biasanya disajikan bersama kelapa parut dan dikemas menggunakan besek anyaman bambu tradisional. Tersedia juga versi instan untuk dimasak sendiri di rumah, berlokasi di Jalan Pramuka Nomor 36, Wonosari.
4. Cokelat Monggo
Cokelat Monggo menggunakan biji kakao pilihan langsung untuk menjaga kualitas dan cita rasa asli. Brand ini sudah berdiri sejak tahun 2008 dengan nama yang diambil dari bahasa Jawa artinya “silakan”. Varian produk sangat lengkap mulai dari cokelat batangan hingga minuman berbahan cokelat premium. Gerai berada di Jalan Tirtodipuran Nomor 10, Mantrijeron, Yogyakarta dengan berbagai pilihan kemasan menarik.
5. Keripik Belut Citra Rasa
Di daerah Seyegan terdapat produsen keripik belut terkenal bernama Citra Rasa yang sangat diminati. Awalnya pemilik hanya memasok belut segar ke pasar sebelum mengembangkan produk keripik kemasan. Meski usaha rumahan namun kualitas produk sangat terjamin dengan tekstur garing dan renyah maksimal. Kemasan kering membuat keripik ini sangat awet dengan harga terjangkau di Jalan Kledokan Nomor 2, Margoluwih, Seyegan.
6. Jadah Tempe Mbah Carik
Jadah tempe Mbah Carik adalah kuliner khas Kaliurang yang paling banyak dicari wisatawan domestik. Makanan tradisional ini terdiri dari jadah yaitu ketan putih kukus yang disandingkan dengan tempe bacem. Kedua komponen dimakan bersamaan menghasilkan perpaduan rasa yang sangat pas dan nikmat di lidah. Satu paket berisi lima jadah dan lima tempe atau campuran keduanya di Jalan Kaliurang KM 5, Pakem.
7. Oseng Mercon Bu Narti
Oseng mercon Bu Narti adalah tumisan daging dengan cabai rawit sangat banyak cocok untuk pecinta pedas. Selain makan langsung di tempat tersedia juga versi kemasan kaleng untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Pilihan rasa sangat beragam meliputi ayam, cumi, tongkol, dan cakalang sesuai dengan selera masing-masing. Lokasi warung berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 107, Ngampilan, Yogyakarta dengan jam operasional lengkap.
8. Walang Goreng Pak Gareng
Walang atau belalang goreng adalah camilan ekstrem khas Gunungkidul yang cukup menantang untuk dicoba. Meskipun terdengar aneh namun makanan ini diolah dengan bersih dan sangat aman untuk dikonsumsi. Rasanya gurih dan renyah bisa dimakan langsung atau sebagai lauk pendamping nasi hangat. Produk ini dijual di Jalan Yogya-Wonosari Nomor 1, Kepek, Wonosari, Gunungkidul dengan harga cukup murah.
9. Kipo Bu Djito
Kipo adalah camilan tradisional khas Kotagede terbuat dari adonan tepung ketan dan beras yang dipanggang matang. Isinya enten-enten yaitu campuran parutan kelapa dan gula merah yang memberikan rasa manis gurih. Bujito merupakan kedai pertama yang menjual kipo dengan cita rasa paling original dan autentik. Satu bungkus kecil berisi lima potong hanya Rp3.000 di Jalan Mondorakan Nomor 27, Prenggan, Kotagede.
10. Roti Sisir Delicia Bakery
Delicia Bakery merupakan toko roti legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1989 di Yogyakarta. Roti sisir menjadi produk andalan dengan cita rasa klasik yang sangat autentik dan khas masa lampau. Varian rasa sangat beragam ada yang manis dan asin sesuai preferensi masing-masing pembeli. Satu boks terdiri dari enam potong roti di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 107, Ngampilan, Yogyakarta.











