Bacaan-Bacaan Liturgi Hari Ini
Pekan XXXIII dan pesta wajib Santa Elisabet dari Hungaria menjadi fokus bacaan-bacaan liturgi hari ini. Peringatan wajib ini memiliki warna liturgi putih, mencerminkan kekudusan dan kesucian yang diperjuangkan oleh Santa Elisabet.
Bacaan hari Senin, 17 November 2025, terdiri dari beberapa bagian. Pertama, kitab 1Maklumat (1Mak) 1:10-15,41-43,54-57,62-64; Mazmur 119:53,61,134,150,155,158; Injil Lukas 18:35-43 dan Bacaan Khotbah Orang (BCO) Yehuda 17:3-15,19-24. Setiap bacaan memiliki makna dan pesan khusus yang ingin disampaikan kepada umat.
Bacaan Pertama: 1Mak 1:10-15,41-43,54-57,62-64
Dalam bacaan ini, kita melihat bagaimana sebuah kelompok orang jahat di Israel memengaruhi banyak orang untuk mengadakan perjanjian dengan bangsa-bangsa sekitar mereka. Mereka membangun gelanggang olahraga menurut adat istiadat bangsa-bangsa lain dan menjual dirinya untuk berbuat jahat. Tindakan ini menyebabkan penurunan ketaatan terhadap perjanjian kudus.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 119:53,61,134,150,155,158
Mazmur ini mengungkapkan rasa gusar terhadap orang-orang fasik yang meninggalkan Taurat Tuhan. Ia juga menyatakan bahwa Taurat Tuhan tidak akan dilupakan meskipun tali-tali orang-orang fasik membelitnya. Mazmur ini menekankan pentingnya kesetiaan terhadap Firman Tuhan.
Injil Katolik: Lukas 18:35-43
Injil ini menceritakan tentang Yesus yang bertemu dengan seorang buta di pinggir jalan. Ketika orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya dan diberitahu bahwa Yesus orang Nazaret lewat. Ia lalu berseru meminta belas kasihan. Meski orang-orang di depan menegor dia, ia semakin keras memohon. Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dengan imannya, orang itu dinyatakan selamat dan dapat melihat.
BCO: Yehuda 17:3-15,19-24
Dalam BCO ini, ada gambaran tentang burung rajawali besar yang mengambil puncak pohon aras dan menanamnya di ladang yang sudah sedia ditaburi. Pohon anggur ini kemudian tumbuh dan menjadi pohon yang rimbun. Namun, ketika ada burung rajawali lain yang datang, pohon anggur mengarahkan akarnya ke burung itu. Akhirnya, Tuhan menyatakan bahwa pohon yang tinggi akan direndahkan dan pohon yang rendah akan ditinggikan.
Santo-Santa: Santa Elisabeth dari Hungaria
Santa Elisabeth dari Hungaria adalah janda kudus yang hidup dalam kesederhanaan dan penuh kasih kepada sesama. Ia lahir pada tahun 1207 dari pasangan Raja Andreas II dan Gertrude dari Andechs Meran. Sejak kecil, ia dibesarkan di istana Wartburg di Jerman Tengah dan dipertunangkan dengan Ludwig IV dari Turingia. Pernikahan mereka berlangsung pada tahun 1221, dan mereka dikaruniai tiga anak.
Setelah kematian suaminya pada tahun 1227, Elisabeth menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan sangat aktif dalam pelayanan kepada orang-orang miskin. Ia memberikan makanan, pakaian, dan bantuan kepada para fakir miskin. Meskipun tidak disukai oleh keluarganya, ia tetap setia pada tujuannya.
Elisabeth diangkat menjadi pelindung kudus karya-karya sosial karena teladan hidupnya yang luar biasa. Ia wafat di Marburg, Jerman, pada tanggal 17 Nopember 1231, dalam usia 24 tahun. Banyak mujizat terjadi berkat perantaraannya.











