"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Kangen Rasa Masa Lalu? 10 Wisata Kuliner Legendaris Yogyakarta yang Masih Menggugah Selera

Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan, tetapi juga menjadi pusat bagi berbagai tempat kuliner legendaris yang memiliki rasa yang lezat. Banyak kuliner legendaris di Jogja yang hingga saat ini masih tetap eksis dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai makanan.

Mengunjungi kota Jogja menjadi pilihan terbaik ketika ingin menikmati berbagai olahan kuliner legendaris khasnya, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat bisa dinikmati.

Berikut 10 Wisata Kuliner Legendaris di Yogyakarta yang Masih Eksis:

Bakmi Jawa Mbah Gito (Sejak 1960-an)

Bakmi Jawa Mbah Gito menjual menu bakmi yang memiliki cita rasa autentik dengan aroma bumbu rempah yang kuat. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan karena suasana tradisionalnya. Konsep tempat seperti bangunan rumah kayu klasik membuat pengunjung merasa nyaman.

Spesialis bakmi jawa dengan menjual menu bakmi godog dan bakmi goreng. Tidak hanya bakmi, terdapat menu lainnya seperti magelangan, nasi goreng, rica-rica ayam hingga capcay.

Lokasi:
Jl. Nyi Ageng Nis No. 9, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 10.00 – 22.00 WIB.

Harga:
Mulai dari Rp 20.000 – 40.000

Lupis Mbah Satinem (Sejak 1963)

Kuliner legendaris kaki lima terlaris di Yogyakarta sampai pernah diliput oleh Netflix. Hingga sekarang masih tetap eksis dicari warga lokal maupun wisatawan. Buka hanya di pagi hari dan berjualan di dekat stasiun Tugu.

Makanan yang dijualnya simpel hanya kue lupis ketan yang disiram gula jawa dan parutan kelapa. Namun, rasanya nggak main-main. Cita rasa gurih, manis, lembut berpadu jadi satu nggak bikin eneg, pas di lidah.

Lokasi:
Jl. Bumijo No.52-40, Bumijo, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55231.

Jam operasional:
Senin – Sabtu, pukul 05.10 WIB – Habis

Harga:
Mulai dari Rp 10.000 – 150.000

Sate Klathak Pak Pong (Sejak 1960)

Kuliner legendaris seperti sate klathak Jogja memang wajib dicoba, masih tetap eksis banyak dicari wisatawan. Konsep tempat yang sederhana namun memberikan suasana nyaman saat makan.

Satu tusuk sate klathak dengan potongan daging kambing cukup besar, bumbu rahasia meresap sempurna menghasilkan cita rasa daging yang juicy, empuk dan pastinya tidak alot. Selain sate klathak terdapat juga tongseng kambing, gulai kambing, dan tengkleng.

Lokasi:
Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55791

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 09.00 – 23.30 WIB

Harga:
Mulai dari Rp 25.000 – 50.000

Warung Bu Sirep (Sejak 1980-an)

Warung ini menjual menu masakan rumahan khas Jawa dengan ciri khas bumbu sederhana namun tetap nikmat di lidah warga lokal maupun wisatawan. Atmosfer yang bisa dirasakan saat menikmati makanan disini “seperti makan dirumah nenek sendiri”.

Menu masakan berganti-ganti tiap harinya biasanya seperti Sayur lodeh, Sayur bening bayam, Opor ayam, Gudeg rumahan, Oseng tempe/tahu, Aneka sambal dan masih banyak lainnya.

Lokasi:
Ps. Ngasem, Jl. Polowijan No.11, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55132

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 05.00 – 11.30 WIB

Harga:
Mulai dari Rp 1.600 – 7.000

Gudeg Yu Djum (Sejak 1951)

Berkunjung ke Jogja nggak afdol kalau belum mencoba Gudeg. Pusatnya berada di Sentra Gudeg Wijilan, pusat kuliner dekat Keraton Yogyakarta.

Menjual jenis gudeg basah dan kering, lengkap dengan pilihan lauk seperti ayam kampung, tahu, tempe, krecek pedas serta telur pindang. Cita rasa otentik dari resep turun-temurun dominan rasa manis dan gurih konsisten sejak dulu. Proses masak yang masih tradisional dengan tungku dan kayu bakar membuat aroma gudeg lebih kaya rasa.

Lokasi:
Jl. Dagen No.2C, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 06.30 – 21.00 WIB

Harga:
Mulai dari Rp 17.000 – 50.000

Jenang Yu Jamilah (Sejak 1980-an)

Jenang Yu Jamilah warung bubur sederhana yang berada di dalam Pasar Ngasem ini sekarang sedang eksis dicari warga lokal maupun wisatawan.

Menjual 9 macam bubur yang disiram dengan santan kelapa. Uniknya dalam satu piring yang disajikan bisa memilih jenis bubur yang dicampurkan. Jenisnya mulai dari Jenang sumsum, Jenang grendul, Jenang mutiara, Jenang candil, Bubur kacang hijau, dan Bubur ketan hitam. Tekstur jenang yang lembut ditambah kuah santan yang gurih, aromanya kuat karena dimasak fresh setiap harinya.

Lokasi:
Pasar Ngasem, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 06.00 – 12.00 WIB.

Harga:
Rp 10.000

Soto Kadipiro (Sejak 1928)

Ikon kuliner klasik di Yogyakarta. Menjual soto ayam kampung dengan resep turun-temurun, rasanya tetap konsisten, selalu menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan.

Soto ayam kampung kuah bening yang ringan namun kaya aroma dengan cita rasa gurih, satu porsinya berisikan suwiran ayam kampung, kol, soun dan bawang goreng sebagai taburannya. Menyediakan menu pelengkap seperti sate telur puyuh, tempe, perkedel dan aneka gorengan.

Lokasi:
Jl. Ipda Tut Harsono Jl. Timoho No.27, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 7.30 – 16.30 WIB.

Harga:
Mulai dari Rp 15.000 – 19.000

Oseng Mercon Bu Narti (Sejak 1997)

Kuliner pedas legendaris di Yogyakarta yang selalu eksis hingga sekarang. Biasanya kuliner di Yogya bercita rasa manis/gurih tetapi disini menyajikan kuliner pedas ekstrim yang menjadikannya pionir masakan pedas di Yogya.

Menjual oseng mercon pedas berisi kikil, daging sapi, dan tetelan dengan bumbu rempah melimpah. Ciri khas masakan disini adalah warna merconnya yang merah menyala menghadirkan sensasi pedas yang “meledak” namun nagih. Selain oseng mercon yang populer ada menu pendamping seperti tempe garit, ayam goreng, aneka gorengan dan empal.

Lokasi:
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.107, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 16.00 – 23.00 WIB.

Harga:
Mulai dari Rp 28.000 – 30.000

Susu Murni Pak Warto (Sejak 1977)

Warung Susu Murni Legendaris di Yogyakarta, menjadi incaran kuliner malam bagi warga lokal maupun wisatawan. Menjual susu murni segar dengan beragam varian rasa yang bisa dipilih. Dikelola langsung oleh Pak Warto yang selalu berkomitmen menghadirkan susu murni berkualitas.

Menjual susu panas, susu dingin, susu coklat, susu stroberi, susu jahe, hingga yogurt rumahan. Makanan pendampingnya ada roti kukus, pisang bakar, roti bakar. Keunikan rasa susu tanpa tambahan pemanis atau campuran air, menjadi daya tarik tersendiri.

Lokasi:
Jl. Ibu Ruswo No.30, Prawirodirjan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55131

Jam operasional:
Senin – Sabtu, pukul 17.00 – 00.00 WIB.

Harga:
Mulai dari Rp 8.000 – 25.000

Wedang Ronde Lek Dhie (Sejak 1950-an)

Tahta tertinggi wedang ronde di Yogyakarta dipegang oleh Wedang Ronde Lek Dhie di sekitar Malioboro. Menggunakan resep turun-temurun keluarga, namun tetap memiliki rasa yang konsisten. Menjual wedang ronde dengan gerobak, tetapi selalu ramai pelanggan menghampiri.

Menjual wedang ronde klasik berisikan ronde kecil/besar, kacang tanah, kolang kaling serta potongan roti tawar. Kuahnya menggunakan jahe hangat yang lembut bukan jenis jahe yang terlalu pedas sehingga tetap nyaman diperut. Rondenya kenyal, aromanya wangi, dan kacang sangrainya memberi sensasi gurih manis yang khas.

Lokasi:
Jl. Dagen Jl. Malioboro No.16, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta

Jam operasional:
Setiap hari, pukul 17.30 – 00.00 WIB.

Harga:
Mulai dari Rp 6.000 – 11.000

Itu dia 10 Wisata Kuliner Legendaris di Yogyakarta yang Masih Eksis. Yuk buruan dicoba karena rasanya tetap konsisten sejak dulu.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *