Peran Penting Khutbah Jumat dalam Kehidupan Seorang Muslim
Khutbah Jumat memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Selain sebagai pengingat tentang pesan-pesan ketakwaan, khutbah juga menjadi ajang untuk mengingatkan umat tentang berbagai perintah dan larangan yang harus dilaksanakan serta dihindari. Namun, materi khutbah kali ini tidak hanya sekadar menyoroti pentingnya mematuhi perintah dan menjauhi larangan, tetapi juga membahas sikap Allah di balik semua itu, terlepas dari ukuran atau bentuknya.
Para penyimak khutbah diharapkan dapat meresapi bahwa setiap perintah dan larangan berasal dari sumber yang utama, yaitu Allah. Dengan begitu, kita tidak akan meremehkan apa pun atau siapa pun karena di balik semua itu ada ridha, murka, dan anugerah Allah. Dalam penyampaian khutbah, terdapat berbagai cara yang bisa digunakan, salah satunya adalah dengan judul: “Stimulus Kemudahan Amal Agar Cepat Diterima Allah.”
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، الْقَائِلِ فِيْ كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيِّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ . وَقَال: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Menjadi keniscayaan bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah swt atas karunia nikmat yang tidak bisa kita hitung satu persatu dalam kehidupan di dunia ini. Semua ini harus disyukuri agar senantiasa ditambah oleh Allah, bukan malah dikufuri sehingga nikmat ini akan dicabut dan diganti dengan siksa yang pedih.
Shalawat serta salam juga harus kita sampaikan kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad saw yang telah memberi petunjuk kepada kita bagaimana menjalani dan melaksanakan misi hidup dengan baik. Melalui firman Allah yang disampaikan kepada beliaulah, kita tahu bahwa tujuan diciptakannya kita ke dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Tugas kita beribadah di dunia ini harus kita perkuat dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah agar kita senantiasa berada pada jalur yang benar sesuai syariatNya. Mari kita kuatkan ketakwaan ini dengan sekuat tenaga menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Pentingnya Ibadah dalam Kehidupan
Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Az-Zariyat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Artinya: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
Dalam Tafsir Al-Misbah disebutkan bahwasanya ibadah yang harus kita lakukan ini sejatinya bukanlah kewajiban, tetapi merupakan kebutuhan dan kebahagiaan yang akan kembali kepada kita sendiri. Pentingnya ibadah sebagai kebutuhan kita ini, sampai Allah menggunakan kata ‘Aku’ yang menunjukkan bahwa perintah ini langsung datang dari Allah. Bukan melalui perantara.
Ibadah yang bisa kita lakukan juga bukanlah hanya sekedar ibadah mahdhah yakni ibadah yang telah ditentukan oleh Allah swt, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji. Namun kita juga bisa melakukan ibadah ghairu mahdhah yakni segala aktivitas lahir dan batin manusia yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Menyingkirkan duri di jalan dan senyum kepada orang lain pun bisa menjadi ibadah.
Empat Hal yang Harus Diperhatikan dalam Beribadah
Jamaah Jumat rahimakumullah, Dalam Kitab Tanbighul Ghafilin, Syaikh Abi Laits As Samarqandy menyebutkan bahwa ada 4 hal yang harus kita perhatikan agar amal ibadah kita diterima oleh Allah swt.
-
Memiliki ilmu
Ilmu menjadi hal yang sangat penting dalam beribadah karena tanpa ilmu kita tidak akan dapat beribadah dengan benar. Tanpa ilmu, ibadah yang kita lakukan bisa jadi keluar dari garis syariat yang telah ditentukan. Semisal saat kita akan melaksanakan shalat, kita harus memiliki ilmu tentang syarat dan rukunnya. Ketika kita akan berpuasa, kita harus memiliki ilmu tentang kapan waktu berpuasa dan apa saja yang bisa membatalkannya. Jika kita beribadah tanpa ilmu, bisa saja shalat dan puasa kita batal sehingga tidak diterima Allah swt. -
Niat yang benar
Dalam melakukan amal ibadah di dunia, niat menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Niat menjadi penentu apakah ibadah kita memiliki nilai atau tidak di sisi Allah. Amal ibadah kita bisa diibaratkan seperti angka nol. Berapapun angka nol yang berjajar, tak akan memiliki nilai kecuali di depan deretan nol tersebut kita awali dengan angka selain nol. Angka yang bernilai itulah yang dinamakan niat. Jika kita memiliki angka nol sebanyak enam, dan diawali dengan angka 1, maka nilai satu juta yang akan kita dapatkan. -
Sabar dalam menjalani proses
Amal ibadah yang kita lakukan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya memerlukan proses yang didalamnya akan dijumpai dinamika seperti godaan dan sejenisnya. Sabar menjadi kunci agar kita senantiasa istiqamah dalam beribadah dan meraih kesuksesan. -
Ikhlas
Kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa amal ibadah yang kita lakukan harus ikhlas karena Allah swt. Bukan karena hal-hal lain seperti ingin dilihat, dipuji, dan mendapatkan imbalan dari manusia.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ











