Menyusuri Daun Caspia yang indah, nyaman dan tentram. Dengan burung-burung camar yang selalu terbang rendah dengan cuitannya yang khas. Pagi itu, memang luar biasa …..
Baku adalah ibukota Republik Azerbaijan. Kota ini merupakan pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan industri yang besar. Perkotaan kuno, wilayah yang luas, dan populasi yang besar menjadikan Baku sebagai salah satu kota tertua dan terbesar di Timur. Baku terletak di tepi Danau Kaspia di selatan semenanjung Absheron.
Warga kota Baku sudah mendirikan permukiman mereka di kota sejak jaman kuno. Sampai tahun 1920 Tentara Merah masuk ke Azerbaikan sebelum negara ini Merdeka di tahun 1991.
Letak geografis Baku menguntungkan untuk jalur perdagangan yang melintasi Jalur Sutra. Juga dengan kondisi alamnya, serta bahan bakar minyak bumi sejak jaman dahulu, sampai sekarang memungkinkan Baku atau Azerbaijan menjadi salah “negara kaya”.
Pagi itu …..
Puluhan burung camar terbang melayang-layang. Mereka bersuka ria mencari ikan dengan suara merdunya. Menyenangkan sekali, ketika mereka menukik tajam, menyambar ikan dan membawanya terbang tinggi ……
Suara-suara pagi pun riang gembira dengan cuitan-cuitan burung-burung camar itu, dan aku terus mengamatinya. Bergerak dengan perlahan, aku di atas kursi rodaku bergerak tanpa suara, dan hanya kepakan sayap burung-burung camar tersebut.
Pagi yang syahdu ….
Berjalan berdua bersama sahabat saat itu sekitar jam 10.00 pagi, memang memberi efek positif dan aura bahagia. Lupa pekerjaan, lupa rutinitas yang ada hanya apa yang ada di depanku. Kota Baku dan menyusuri Danau Caspia …..
Kami bergerak perlahan, seringkali kami hanya duduk saja, dan ngobrol saja. Setelah itu bergerak perlahan lagi, dan duduk lagi begitu seterusnya. Sungguh sebuah perjalanan yang santai dan romantis.
Menyusuri Danau Caspia memang “sesuatu banget!”
Sebuah danau yang maha luas sehingga banyak orang berkata, “Ini Laut Caspian”, itu memang “sesuatu banget!”
Langit biru ceria, burung-burung camar pun terbang rendah menyapa kami, udara sejuk tidak dingin dan angin yang mengehembus perlahan. Banyak ngobrol, banyak ketawa-ketiwi. Lupa segalanya, lupa rutinitas. Yang ada adalah Bahagia …..
Semakin kesini, bangunan-bangunan cantik itu semakin terlihat mungil. Sampai pada akhirnya, kami berada di sebah dermaga dengan pembatas Danau Caspia, bagaimana bangunan-bangunan cantik itu tegak bersahaja.
Dari kejauhan, Port Mall dan icon Baku dengan 3 gedung yang menyerupai nyala api
Danau Caspia adalah perairan tertutup terbesar di dunia, dan memainkan peran penting dalam ekonomi dan budaya ibukota Baku. Danau ini merupakan sumber ikan, minyak, dan gas alam, serta mendukung industri pariwisata yang berkembang pesat. Pantai-pantai danau Baku populer untuk berenang, berjemur, dan olahraga air, dan banyak restoran makanan laut di kota ini menawarkan hasil tangkapan Danau Caspia yang segar.
Aku berada dalam dunia antah berantah di pinggir Danau Caspia. Menyusuri dari Port Mall, sebuah bangunan berbentuk lingkaran yang pastinya mahal dalam desain dan konstruksinya, berlanjut bergerak perlahan berdua sambil ngobrol, disaksikan burung-burung camar yang terbang rendah dengan suara nyaringnya …..
Senja di Baku, di tepi Danau Caspia, bermain dengan burung-burung camar yang selalu terbang rendah. Aku menaburkan remah-remahan roti dan mereka menyambar ke arahku …..
Burung-burung camar yang berjemur di Danau Caspia
Suasana pagi yang hening sepanjang penelusuran kami Danau Caspia, memberikan rasa damai, lupa segalanya. Dunia antah berantah yang mungkin bisa aku lakukan lagi, jika ada kesempatan bersamanya, pasti akan terulang lagi …..
Zoyir adalah teman dan sahabatku. Bukan sekedar seorang tour-guide biasa yang professional. Tetapi dia juga menjabat seorang fotografer, pengarah gaya dan tentu saja, malaikat pelindungku yang terbaik, yang Tuhan berikan untukku.
Dia sangat sigap membantuku bahkan hanya sekadar kaki kananku yang lumpuh, jatuh dari tempat kaki kursi rodaku, dan aku tidak sadar akan “bahaya nya”. Beberapa saat lalu, kaki kananku terjepit roda kursi rodaku, dan aku berteriak kesakitan.
Bukan hanya sekedar sebentar rasa sakit itu, malah semakin menjalar urat atau syarafnya sampai ke pahaku, dan itu berlangsung sampai beberapa bulan! Sampai aku berpikir bukan karena kaki yang terjepit, tetapi memang sudah penurunan fungsi kaki kananku.
Setelah aku mencari obat-obatan pain killer, dan sebelum ke dokterku Tuhan menyembuhkanku. Terima kasih, Tuhan …..
Dan, setelah aku cerita ke Zoyir tentang Riwayat kaki kananku yang lumpuh itu, dia sangat sigap untuk selalu membetulkan kaki kananku untuk berada di posisi yang aman, tanpa aku sadar dan tanpa aku tahu dia membetulkannya.
Jika kursi rodaku bergerak perlahan, dan dia melihat kaki kananku tidak dalam posisi yang seharusnya, dia akan menyetopku dan membetulkan kaki kananku ke posisi yang seharusnya, tanpa aku menyadarinya …..
Itulah Zoyir, tour-guide, teman dan sahabatku serta malaikat pelindungku yang terbaik yang Tuhan berikan untukku jika aku traveling di sekitaran Russia dan negara-negara satelitnya …..
Dia juga fotograferku yang handal. Aku biasanya tidak sreg dengan hasil foto teman-temanku atau seseorang yang aku mintakan untuk memfotoku jika aku traveling sendirian. Pasti ada yang kurang. Latar belakang yang terpotong lah, miring-miring lah, atau wajahku tidak senyum karena seseorang itu tidak memberi tahu dan meng-klik saja …..
Sehingga, aku selalu membawa tripot untuk selfie jika memang aku tidak puas dengan hasil foto seseorang tersebut.
Tetapi tidak dengan Zoyir. Dia selalu mengarahkan gayaku jika memang aku harus berpose khusus dan dia akan memfotoku dengan meng-kliknya jika dianggap pergerakkanku terbaik, seperti candid. Dan, aku selalu puas dengan hasilnya. Bukan hanya puas tetapi sangat puas. Aku selalu mengamati apa yang dia foto dan aku posting di medsosku dengan bangga …..
Kembali ke menyusuri Danau Caspia yang tenang damai dan Bahagia dengan burung-burung camar yang selalu terbang rendah …..
Seharian kami menyusuri Danau Caspia sampai malam. Bermain dengan burung-burung camar, di videoin oleh Zoyir, rasanya aku adalah seseorang yang paling Bahagia, sesuai dengan prediksiku, bahkan lebih dari itu. Tuhan memang sungguh luar biasa ….
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











