"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

RISHA Jadi Solusi Bangun Rumah Korban Banjir Sumatera



JAKARTA,

Pemerintah Indonesia akan menggunakan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat atau RISHA untuk membangun rumah bagi para korban banjir di Pulau Sumatera. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam Rapat Kabinet yang disiarkan langsung oleh Sekretariat Presiden, Senin (15/12/2025).

“Ada berbagai metode, termasuk penggunaan rumah RISHA yang selama ini telah digunakan,” ujar Ara, sapaan akrab Menteri PKP.

RISHA merupakan inovasi teknologi konstruksi knock-down yang dirancang untuk dibangun dengan cepat menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya. Teknologi ini sangat cocok digunakan dalam kebutuhan pembangunan cepat, terutama untuk perumahan sederhana maupun hunian sementara pasca-bencana.

Sejak diluncurkan, RISHA telah diterapkan dalam berbagai proyek perumahan sederhana hingga hunian darurat di berbagai daerah.

Apa Itu RISHA?

Menurut Ahli Konstruksi Davy Sukamta, RISHA adalah solusi konstruksi modular yang mudah diproduksi massal dan dirakit di lapangan tanpa perlu campuran semen dan bata. Setiap komponennya dirancang untuk memudahkan pemasangan dan perbaikan.

Struktur RISHA terdiri dari tiga jenis panel utama:

  • Panel 1 (P1): Berukuran 30 cm x 120 cm x 10 cm dengan bobot sekitar 50 kilogram. Fungsinya sebagai sloof, kolom, dan ring balok.
  • Panel 2 (P2): Berukuran 20 cm x 120 cm x 6–10 cm dengan bobot sekitar 40 kilogram. Digunakan untuk kolom atau tiang.
  • Panel 3 (P3): Berbentuk L berukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm. Fungsinya sebagai penyambung di sudut bangunan.

Ketiga panel tersebut dihubungkan menggunakan baut dan pelat galvanis anti-korosi sehingga konstruksi tetap kuat, stabil, dan dapat dipasang atau dibongkar kembali dengan mudah.

RISHA dirancang untuk rumah berukuran 3×3 meter (9 meter persegi), namun sistem modularnya memungkinkan perluasan hingga tipe 36, bahkan dua lantai dengan syarat tertentu seperti batas beban hidup maksimal 125 kilogram per meter persegi dan penggunaan lantai kayu atau multiblock di lantai dasar.

Keunggulan RISHA

Inovasi RISHA didasari oleh kebutuhan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau sambil tetap mempertahankan kualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Berdasarkan uji penerapan di lapangan, satu modul 3×3 meter dapat dirakit dalam waktu 24 jam oleh tiga hingga lima pekerja. Dengan metode konvensional, pekerjaan serupa bisa memakan waktu hingga enam minggu.

Studi Time Cost Trade-Off (TCTO) menunjukkan bahwa penggunaan teknologi RISHA mampu memangkas waktu konstruksi hingga dua minggu. Efisiensi ini menjadikannya ideal untuk proyek rumah subsidi skala besar, terutama bagi pekerja industri atau generasi muda yang membutuhkan hunian cepat dan terjangkau.

Selain itu, RISHA dirancang tahan gempa, bahkan telah diuji hingga zona 3 (beberapa sumber menyebut mampu mencapai zona 6) di Laboratorium Struktur Puslitbang. Bobot panel yang relatif ringan, sekitar 40-50 kilogram, membantu mengurangi gaya inersia saat terjadi gempa sehingga risiko kerusakan menjadi lebih kecil.

Dampak Banjir di Sumatera

Ara melaporkan bahwa total ada 139.485 rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rusak akibat banjir Sumatera. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah rumah yang rusak ringan, sedang, berat, dan hanyut mencapai angka tersebut.

Di Aceh, terdapat 100.569 unit rumah yang terdampak banjir, dengan rincian 38.553 rumah rusak ringan, 22.204 rusak sedang, 35.517 rusak berat, dan 4.295 rumah hanyut.

Di Sumatera Utara, terdapat 29.766 unit rumah yang terdampak, sementara di Sumatera Barat tercatat 9.150 unit.

Ara juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 51 lokasi untuk rumah relokasi warga terdampak banjir. Berikut rincian lokasi relokasi di tiga provinsi tersebut:

  • Aceh: 30 lokasi
  • Aceh Barat: 8
  • Aceh Selatan: 3
  • Aceh Tamiang: 8
  • Aceh Utara: 2
  • Bireuen: 1
  • Nagan Raya: 1
  • Pidie: 1
  • Pidie Jaya: 1
  • Langsa: 2
  • Lhokseumawe: 2
  • Kota Subulussalam: 1

  • Sumatera Utara: 13 lokasi

  • Sibolga: 2
  • Tapanuli Utara: 2
  • Tapanuli Tengah (Tapteng): 5
  • Tapanuli Selatan (Tapsel): 4

  • Sumatera Barat: 8 lokasi

  • Kota Padang: 3
  • Tanah Datar: 1
  • Padang Panjang: 1
  • Agam: 2
  • Pesisir Selatan: 1
Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *