"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Daya Tarik Pos Singgah Momen 5 Rajab di Siring Rantau Baru Tapin Kalsel Disukai Jemaah

Arus Balik Jamaah Momen 5 Rajab di Wilayah Tapin Lancar

Arus balik jamaah yang menghadiri acara Momen 5 Rajab di Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel) terpantau lancar. Kondisi ini berlaku pada wilayah Kabupaten Tapin, dengan pengawasan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Satlantas Polres Tapin, Dinas Perhubungan, dan Relawan Kabupaten Tapin.

Pengawasan lalu lintas dilakukan melalui pemasangan barier di sejumlah titik strategis, sehingga arus kendaraan dapat terkendali. Penutupan jalur sebelah kiri menuju Bypass Rantau juga diberlakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan. Di Bundaran Dulang, arus lalu lintas dari Jalan Jenderal Sudirman, Bypass Rantau, serta dari dalam kota sudah terurai dan berjalan terkendali.

Selain pengaturan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Tapin juga menyiapkan Posko Singgah Jamaah di Ruang Terbuka Publik (RTP) Kawasan Siring Rantau Baru. Posko ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk kebutuhan jamaah yang sedang melakukan perjalanan arus balik.

Di lokasi tersebut tersedia Pos Kesehatan, pos istirahat bagi jamaah untuk sekadar rebahan, hingga layanan bengkel sepeda motor gratis. Tidak hanya itu, jamaah juga diberi makanan dan minuman gratis dengan aneka menu, sehingga dapat memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke daerah asal, khususnya ke wilayah Hulu Sungai, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Sejarah dan Peran Guru Sekumpul

Momen 5 Rajab merupakan peringatan Haul ke-21 KH Muhammad Zaini Ghani atau Guru Sekumpul, ulama kharismatik Kalimantan Selatan yang wafat pada Agustus 2005 silam. Setiap tahunnya, haul ini menjadi magnet jutaan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara Rutinan 5 Rajab atau Momen 5 Rajab di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), digelar setiap akhir pekan. Kegiatan ini sebelumnya dikenal sebagai Haul Guru Sekumpul.

KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul juga dikenal dengan nama Guru Ijai, merupakan ulama besar yang terkenal dan dihormati di Kalsel. Haul ke-20 Guru Sekumpul diperingati pada 5 Rajab 1446 Hijriah yang bertepatan Ahad, 5 Januari 2025. Dan pada Minggu (28/12/2025) lusa Haul Ke-21 yang masih dalam tahun 2025, tapi sudah memasuki 1447 Hijriah.

Diperkirakan kembali akan dihadiri jutaan jemaah, baik dari Kalimantan Selatan maupun dari daerah lainnya di Indonesia.

Profil Muhammad Zaini Abdul Ghani

Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul merupakan putra dari pasangan Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman dan Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin. Saat dilahirkan, Abah Guru Sekumpul diberi nama Qusyairi, namun karena sering sakit kemudian namanya diganti menjadi Muhammad Zaini Abdul Ghani.

Abah Guru Sekumpul adalah keturunan ke-8 dari Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari, ulama besar Banjar, Kalimantan Selatan. Berikut silsilah keluarganya: Muhammad Zaini adalah putra dari Abdul Ghani, cucu dari Abdul Manaf, buyut dari Muhammad Seman, cicit dari Muhammad Sa’ad, canggah dari Abdullah, buyut dari Mufti Muhammad Khalid, cicit dari al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin, dan canggah dari Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari.

Perjalanan Hidup Guru Sekumpul

Ketika masih kecil, Abah Guru Sekumpul berada di lingkungan yang penuh kasih sayang oleh keluarganya. Beliau diajarkan tentang kedisiplinan dalam pendidikan tauhid, akhlak, dan membaca Al-Quran. Abah Guru Sekumpul juga mendapat bimbingan dari pamannya, Syekh Seman Mulia yang peduli pada pendidikannya.

Dia didorong oleh pamannya untuk belajar dari tokoh-tokoh Islam terkanal seperti al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani yang ahli dalam bidang hadis dan tafsir. Setelah menjalani perjalanan belajar agama dan pendidikan lainnya, Abah Guru Sekumpul diberi amanah untuk mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan.

Beberapa tahun kemudian, Abah Guru Sekumpul memutuskan untuk berhenti dan memulai kegiatan dakwah dengan membuka pengajian di rumahnya di Keraton Martapura, Kalimantan Selatan. Awalnya, pengajian ini diselenggarakan untuk mendukung pembelajaran para santri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan, dengan fokus pada pengulangan kitab-kitab Ilmu Alat seperti Nahwu dan Saraf.

Namun, seiring berjalannya waktu, jemaah yang menghadiri pengajian semakin beragam, tidak hanya dari kalangan santri, melainkan juga masyarakat umum. Pengajian pun berkembang pesat dengan penambahan kitab-kitab yang lebih bervariasi, meliputi fikih, tasawuf, tafsir, dan hadis.

Pada saat itu, Abah Guru Sekumpul juga memulai penyebaran Maulid al-Habsyi atau Simthud Durar karya al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. Selain itu, pengajiannya semakin memperkaya diri dengan menyelipkan lantunan syair atau kasidah yang memuji Nabi Muhammad.

Wafat Saat Usia 63 Tahun

KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul atau Haji Ijai meninggal dunia pada 10 Agustus 2005 di usia 63 tahun. Sebelum mengembuskan nafas terakhir, Abah Guru Sekumpul dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura karena sakit ginjal.

Makam Abah Guru Sekumpul berada di kompleks pemakaman keluarga dekat dengan Musala Ar Raudhah, Sekumpul, Martapura Kalimantan Selatan. Musala Ar Raudhah, Sekumpul, Martapura Kalimantan Selatan juga menjadi pusat kegiatan Haul Abah Guru Sekumpul yang diperingati setiap tahunnya dengan selalu dihadiri jutaan jemaah.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *