Peningkatan Arus Keberangkatan Kendaraan Umum di Terminal Dungingi
Aktivitas penumpang di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mengalami peningkatan menjelang pergantian tahun. Beberapa hari terakhir, arus keberangkatan kendaraan umum terlihat meningkat dibanding hari normal, terutama untuk rute antarkota dalam provinsi maupun lintas provinsi.
Wasatpel Terminal Dungingi, Ridwan Alipu, menyatakan bahwa kesiapan terminal telah dilakukan jauh hari untuk mendukung kelancaran angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pengawasan diperketat sejak sebelum puncak arus keberangkatan.
“Kesiapan sudah kami lakukan beberapa hari sebelumnya. Fokus kami keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Terminal Dungingi, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, lonjakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 4 persen, sementara peningkatan kendaraan diprediksi hingga 19 persen. Puncak arus keberangkatan terjadi pada 20 sampai 24 Desember 2025. Untuk arus balik diperkirakan berlangsung pada 2 sampai 5 Januari 2026.
Pemeriksaan Kendaraan dan Kesiapan Armada
Dalam rangka memastikan kelayakan angkutan, BPTD Kelas II Gorontalo telah melakukan ramp check terhadap ratusan kendaraan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum masa puncak arus.
“Ramp check kami lakukan terhadap 346 unit kendaraan dari 7 sampai 21 Desember 2025. Hasilnya, seluruh kendaraan dinyatakan layak jalan,” ucap Ridwan.
Selain itu, pihak terminal juga menyiapkan puluhan armada cadangan yang siaga di area terminal dan terminal induk. Kenderaan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mendadak, terutama pada hari-hari puncak.
Tarif Angkutan dan Tujuan Favorit
Terkait tarif angkutan, Ridwan menegaskan tidak ada kenaikan harga selama periode Natal dan Tahun Baru. Tarif kendaraan tetap mengikuti ketentuan normal.
“Tidak ada kenaikan tarif. Semua masih normal,” jelasnya. Dia menyebutkan, tarif Gorontalo–Manado berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp130 ribu, Gorontalo–Kotamobagu sekitar Rp100 ribu, Gorontalo–Bitung berkisar Rp100 ribu hingga Rp110 ribu.
Untuk rute jarak lebih jauh seperti Gorontalo–Palu atau Gorontalo–Makassar, layanan tetap tersedia meski jumlah armadanya terbatas.
Pengamanan dan Pelayanan di Terminal Dungingi
Menghadapi arus balik awal Januari, pengelola terminal mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal dan menggunakan angkutan resmi yang berizin. “Kami imbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik, menggunakan angkutan resmi, dan tetap mematuhi aturan keselamatan,” kata Ridwan.
Di Terminal Dungingi, pengamanan dan pelayanan dilakukan secara terpadu. Sejumlah personel gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan disiagakan di pos pelayanan angkutan Natal dan Tahun Baru. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan penumpang, baik sebelum keberangkatan maupun saat kedatangan.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik pengemudi dan penumpang dalam keadaan layak. “Yang paling utama diperiksa sopir, tapi penumpang juga diperhatikan. Kalau ada yang kurang sehat, langsung ditangani,” ujarnya.
Selama masa pengawasan, Ridwan menyebut belum ditemukan kasus sopir yang dinilai tidak layak berangkat karena faktor kesehatan. Namun jika ditemukan keluhan ringan seperti pusing atau kelelahan, petugas kesehatan memberikan penanganan langsung. “Kalau hanya keluhan ringan, langsung diberikan obat dan itu gratis,” katanya.
Peningkatan Penumpang di Perusahaan Otobus
Sementara itu, peningkatan penumpang juga dirasakan oleh perusahaan otobus. Perwakilan PO Rajawali Indah Ekspres, Supriadi Abukasi, mengatakan lonjakan mulai terasa sejak 20 Desember 2025.
“Mulai tanggal 20-an sudah terlihat peningkatan,” kata Supriadi. Menurutnya, pada hari normal biasanya hanya satu unit bus yang diberangkatkan dan belum tentu terisi penuh. Namun menjelang Natal dan Tahun Baru, jumlah armada yang beroperasi meningkat signifikan.
“Sekarang dalam satu hari bisa berangkat dua sampai tiga unit bus, dan semuanya penuh,” ujarnya. Supriadi menyebutkan, tujuan favorit penumpang dari Gorontalo adalah Manado dan Bitung, terutama untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.
Ia memastikan tarif tiket juga tidak mengalami kenaikan. “Tiket tetap normal. Gorontalo–Manado Rp120 ribu, Gorontalo–Bitung Rp100 ribu, dan Gorontalo–Kotamobagu Rp100 ribu,” katanya.
Meski terjadi lonjakan musiman, Supriadi menilai secara umum jumlah penumpang angkutan bus cenderung menurun dibanding beberapa tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi dan banyaknya alternatif transportasi lain.
“Sekarang banyak yang sudah punya kendaraan sendiri, ada juga alternatif lain seperti travel dan taksi,” ujarnya. Meski demikian, pihak PO tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal selama masa libur panjang, termasuk menyiapkan armada tambahan jika dibutuhkan dan menyesuaikan jadwal keberangkatan.
Tarif Bus Penumpang di Terminal Dungingi:
Tarif Gorontalo–Manado berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp130 ribu
Tarif Gorontalo–Kotamobagu sekitar Rp100 ribu
* Tarif Gorontalo–Bitung berkisar Rp100 ribu hingga Rp110 ribu
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











