"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Xtrim Langsa Bawa Bantuan ke Desa Terisolir Ranto Panjang Bedari Aceh Timur

Komunitas Xtrim Langsa Berjuang Melewati Jalur Ekstrem untuk Menyalurkan Bantuan ke Desa Rantau Panjang Bedari

Komunitas offroad Xtrim Langsa kembali menunjukkan dedikasi mereka dengan berani melewati jalur ekstrem menuju Desa Rantau Panjang Bedari, Aceh Timur, demi menyalurkan bantuan pascabanjir. Perjalanan ini penuh tantangan, mulai dari longsoran tanah, jalan berlumpur, hingga jembatan darurat yang harus dilewati.

Jalur yang Sulit dan Penuh Tantangan

Desa Rantau Panjang, yang terletak di antara hulu Sungai Lokop, Aceh Timur dan Aceh Tamiang, mengalami kerusakan parah akibat banjir besar pada 26 November 2025. Sebanyak 60 rumah rusak atau hanyut, sementara warga tinggal di tenda darurat. Akses menuju desa ini sangat terbatas karena jalan-jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan.

Komunitas Xtrim Langsa memilih jalur darat untuk mencapai desa tersebut. Mereka memulai perjalanan dari Keude Birem, Aceh Timur, melalui kawasan Blang Tualang. Setelah melewati perkebunan kelapa sawit PTPN IV Reg VI Langsa Tualang, tim harus masuk kembali ke kawasan perkebunan kelapa sawit PT 66. Selanjutnya, mereka harus melewati bukit dinding berbatu cadas yang mengalami longsoran parah.

Di bukit tersebut, tim terjebak selama hampir 4 jam. Untuk bisa melewati jalan yang tertutup longsoran, mereka harus membuka jalur baru yang lebih tinggi. Dengan bantuan tenaga mesin dan alat bantu, dua unit jeep berhasil melewati bukit tersebut. Namun, perjalanan masih panjang.

Jalan Berlumpur dan Jembatan Darurat

Setelah melewati bukit, tim harus melewati jalan hancur berlumpur dan batu cadas. Di tengah perjalanan, mereka juga harus melewati lima jembatan kayu darurat yang hanya bisa dilewati roda mobil. Akhirnya, setelah beberapa kilometer, tim tiba di Desa Rantau Panjang Bedari.

Namun, perjalanan terhenti di sebuah bukit tinggi yang juga mengalami longsoran parah. Di sana, masyarakat desa bersama Keuchik Said dan perangkat desa lainnya menemui tim Xtrim untuk menerima bantuan. Salah satu unit jeep Jimny harus menginap semalam di jalan karena mengalami kerusakan. Sementara itu, satu jeep lainnya kembali ke Langsa untuk mencari sparepart dan bantuan dari Anto Mekanik yang langsung datang ke lokasi esok harinya.

Bantuan yang Disalurkan dan Komentar Warga

Bantuan sembako seperti beras, migor, makanan ringan, susu, cabai, sayur, dan lainnya diserahkan oleh Wahyu Hidayat Lubis kepada Keuchik Desa Rantau Panjang, Said Ridwan. Keuchik Said menyampaikan terima kasih atas upaya tim Xtrim yang telah bersusah payah datang ke desa mereka.

Menurutnya, sebanyak 60 unit rumah warga di dua dusun berdekatan dengan sungai rusak parah dan ada yang hanyut dibawa air setinggi 5-6 meter. Meski semua warga selamat saat banjir, akses menuju desa ini sangat sulit. Jalan yang ada belum sepenuhnya terbangun, ditambah beberapa jembatan kayu darurat yang kini juga hanyut.

Selama ini, warga memilih berbelanja melalui jalur sungai menuju Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, karena hanya akses ini yang sedikit memudahkan. Setelah banjir, bantuan sembako dari pemerintah harus diambil dari kawasan Aceh Tamiang karena akses jalan darat dari Aceh Timur tidak bisa dilalui.

Harapan Masyarakat dan Tindakan Pemerintah

Keuchik Said menyebutkan bahwa Bupati Aceh Timur, Pak Alfarlaki, kabarnya akan datang ke sini dengan komunitas trail dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan karena jalan darat ke daerah mereka memang tidak bisa dilalui dengan mobil.

Banjir besar akhir tahun 2025 ini telah merusak lahan pertanian warga, terutama tanaman nilam yang selama ini dikembangkan petani. Masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan sulit diakses ini kini harus kembali memulai dari awal. Mereka berharap pemerintah bisa segera membantu membangun rumah mereka kembali dan memberikan dukungan untuk memulihkan mata pencaharian mereka.




Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *