"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

10 Makanan Khas Solo yang Wajib Dicoba Pemula

Wisata Kuliner Solo: Pengalaman Rasa yang Penuh Cerita

Liburan Tahun Baru sering kali menjadi momen yang dinantikan untuk melakukan perjalanan dan menikmati pengalaman baru. Salah satu hal yang tak pernah terlewat adalah wisata kuliner. Jika Solo masuk dalam rencana liburan Anda di awal tahun, siap-siaplah untuk dimanjakan oleh berbagai makanan khas yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh cerita dan sejarah.

Kota budaya di Jawa Tengah ini dikenal sebagai tempat yang ramah bagi para wisatawan. Jarak antar lokasi kuliner relatif dekat, harganya terjangkau, dan rasanya autentik. Tak heran jika Solo sering disebut sebagai surga kuliner tradisional yang tetap relevan lintas generasi. Dari menu berat hingga jajanan kecil, semuanya mudah ditemukan, bahkan sejak dini hari.

Berikut adalah 10 kuliner favorit dan legendaris di Solo yang kerap jadi incaran wisatawan dari berbagai daerah, cocok dijadikan panduan wisata rasa selama berada di Kota Bengawan.

1. Nasi Liwet, Ikon Kuliner yang Wajib Dicoba

Nasi liwet hampir selalu ada di urutan teratas ketika berbicara tentang Solo. Hidangan ini berupa nasi gurih yang dimasak dengan santan, lalu disajikan bersama suwiran ayam, telur rebus, sayur labu siam, dan kuah santan kental. Salah satu yang paling legendaris adalah Nasi Liwet Wongso Lemu, yang sudah ada sejak era 1950-an. Menikmati nasi liwet sambil lesehan di malam hari bisa jadi pengalaman tersendiri buat Anda yang ingin merasakan suasana Solo tempo dulu.

2. Serabi Notosuman, Camilan Legendaris Favorit Wisatawan

Serabi Notosuman sudah lama menjadi ikon kuliner Solo. Terbuat dari campuran tepung beras dan santan, serabi ini dimasak di atas tungku kecil sehingga aromanya khas dan menggoda. Teksturnya lembut dengan rasa manis-gurih. Tersedia varian polos dan cokelat, serabi ini cocok Anda nikmati sebagai camilan pagi atau dijadikan oleh-oleh khas Solo.

3. Selat Solo, Perpaduan Rasa Jawa dan Eropa

Selat Solo sering disebut sebagai “bistik Jawa”. Hidangan ini memadukan irisan daging sapi empuk dengan kuah manis gurih, kentang goreng, telur pindang, serta aneka sayuran rebus. Menu ini mencerminkan sejarah panjang akulturasi budaya di Solo. Rasanya ringan dan cocok untuk Anda yang ingin mencoba kuliner tradisional dengan sentuhan berbeda.

4. Timlo Sastro, Hangat dan Bersahaja di Tengah Kota

Jika Anda mencari menu berkuah yang ringan, Timlo Sastro adalah pilihan tepat. Sup bening ini berisi sosis Solo, suwiran ayam, hati ampela, telur pindang, bihun, dan ayam goreng. Warungnya yang berada di sudut Pasar Gede telah berdiri sejak 1952. Cocok Anda santap saat pagi atau siang hari, terutama setelah berkeliling kawasan wisata kota.

5. Tengkleng, Kuliner Rakyat yang Kini Jadi Primadona

Tengkleng dulunya dikenal sebagai makanan rakyat karena memanfaatkan tulang kambing dengan sisa daging. Namun kini, kuliner ini justru jadi incaran wisatawan. Kuahnya kaya rempah dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas. Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer menjadi salah satu yang paling populer dan hampir selalu ramai pembeli.

6. Sate Kere, Sederhana tapi Bikin Ketagihan

Meski namanya “kere”, sate ini justru digemari banyak orang. Terbuat dari tempe gembus atau jeroan sapi, sate kere disajikan dengan sambal kacang dan irisan lontong. Rasanya unik dan legit. Cocok untuk Anda yang ingin mencicipi kuliner khas Solo dengan cerita sosial di baliknya.

7. Gudeg Ceker Bu Kasno, Favorit Wisata Kuliner Dini Hari

Untuk Anda yang hobi berburu kuliner malam, Gudeg Ceker Bu Kasno wajib masuk daftar. Gudeg khas Solo ini terkenal dengan ceker ayamnya yang empuk dan kaya bumbu. Yang membuat unik, warung ini mulai buka sekitar pukul 01.30 WIB. Tak jarang, antrean sudah mengular sejak dini hari.

8. Soto Gading, Legenda yang Selalu Jadi Andalan

Soto Gading adalah salah satu warung soto ayam paling terkenal di Solo. Kuahnya bening tapi gurih, disajikan dengan suwiran ayam dan beragam lauk pendamping. Berdiri sejak 1974, tempat ini kerap jadi tujuan wisatawan sekaligus langganan warga lokal karena rasanya yang konsisten.

9. Es Dawet Telasih Bu Dermi, Segar Pelepas Dahaga

Setelah puas berkeliling kota, segelas es dawet telasih bisa jadi penutup yang pas. Minuman legendaris di Pasar Gede ini berisi bubur sumsum, ketan hitam, tape, cendol, dan biji telasih. Rasanya manis dan menyegarkan, cocok Anda nikmati saat siang hari di tengah cuaca Solo yang hangat.

10. Nasi Pecel dan Sambal Tumpang Bu Kis, Rasa Tradisi Sejak 1951

Menutup perjalanan kuliner, nasi pecel dan sambal tumpang Bu Kis menawarkan cita rasa tradisional yang kuat. Sambal tumpang berbahan dasar tempe semangit memberikan sensasi gurih dengan aroma khas. Warung ini sudah melayani pelanggan sejak 1951 dan tetap mempertahankan resep turun-temurun hingga sekarang.

Wisata Kuliner Solo, Liburan yang Kaya Rasa dan Cerita

Liburan ke Solo di awal tahun bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga soal menikmati kekayaan rasa yang diwariskan lintas generasi. Dari nasi liwet hingga es dawet, setiap kuliner punya cerita dan karakter tersendiri. Untuk Anda yang sedang mempersiapkan liburan Tahun Baru, menjadikan wisata kuliner sebagai agenda utama di Solo adalah pilihan tepat. Selain mudah dijangkau dan ramah di kantong, pengalaman rasanya juga bikin perjalanan Anda terasa lebih hangat dan berkesan.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *