Kenaikan Debit Air Sungai Riam Kiwa di Wilayah Pengaron
Debit air Sungai Riam Kiwa di wilayah Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan kondisi sehari sebelumnya. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, tinggi muka air tercatat berada di kisaran 38 sentimeter pada alat ukur di desa setempat.
Sekretaris Desa Benteng, Kecamatan Pengaron, Ahmad Sarpa’i, menyampaikan bahwa meski terjadi kenaikan debit, material banjir yang terbawa arus saat ini terpantau tidak terlalu banyak. Kondisi tersebut masih dalam pemantauan aparat desa dan pihak terkait. “Untuk material banjir ada, tetapi tidak banyak. Saat ini cuaca di wilayah Pengaron terpantau berawan,” ujar Ahmad Sarpa’i, saat menyampaikan laporan kondisi sungai.
Ia juga menambahkan bahwa hingga kini belum diperoleh informasi terbaru terkait kondisi debit air dari tiga sungai yang berada di wilayah hulu. Pihak desa masih menunggu laporan lanjutan guna memastikan perkembangan situasi secara menyeluruh.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Riam Kiwa, agar tetap waspada dan memantau perkembangan kondisi air, terutama jika terjadi perubahan cuaca atau hujan dengan intensitas tinggi.
Situasi Banjir di Wilayah Banjar
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, hingga Jumat, 2 Januari 2026 pukul 09.00 Wita, genangan air masih terjadi di sejumlah wilayah dan berdampak pada ribuan warga. Berdasarkan data sementara per Rabu, 1 Januari 2026 pukul 16.30 Wita, banjir telah melanda 10 kecamatan dengan total 124 desa terdampak.
Dampak tersebut mencakup 22.857 rumah terdampak, dengan 8.870 rumah di antaranya masih terendam. Jumlah kepala keluarga terdampak mencapai 37.884 KK, sementara total warga terdampak tercatat sebanyak 107.284 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat kelompok rentan yang ikut terdampak, terdiri dari 242 ibu hamil, 435 bayi, 1.220 balita, 1.986 anak-anak, 2.532 lansia, serta 264 penyandang disabilitas.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, S.Hut, menjelaskan BPBD bersama instansi terkait terus memantau kondisi kelompok rentan ini agar mendapatkan perhatian dan penanganan yang memadai. BPBD Kabupaten Banjar juga mencatat sebanyak 4.196 jiwa saat ini mengungsi, baik di lokasi pengungsian resmi maupun di rumah kerabat.
Lokasi pengungsian tersebar di sejumlah titik, di antaranya Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Kodim 1006 Banjar, Madrasah Manba’ul Ulum, Madrasah Hidayatus Sibian, Aula Kecamatan Martapura Barat, serta beberapa desa dan kelurahan seperti Tunggul Irang, Keraton, Pasayangan, Murung Kenanga, Tanjung Rema Darat, dan Abumbun Jaya. Sebagian warga juga mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau tempat yang lebih aman.
Sebaran Wilayah Terdampak
Genangan air masih terpantau di sejumlah kecamatan seperti Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, Martapura, Karang Intan, Astambul, Simpang Empat, Mataraman, Martapura Barat, Martapura Timur, serta Cintapuri Darussalam. Sementara itu, beberapa kecamatan lainnya dilaporkan dalam kondisi nihil genangan, di antaranya Aluh-Aluh, Gambut, Pengaron, Sungai Pinang, Aranio, Beruntung Baru, Sambung Makmur, Paramasan, Telaga Bauntung, dan Tatah Makmur.
Dari hasil pemantauan tinggi muka air oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan Selatan per 1 Januari 2026 pukul 17.00 Wita, Sungai Martapura berada pada ketinggian 9,8 meter dengan status bahaya. Sungai Riam Kanan tercatat setinggi 7,2 meter dan juga berstatus bahaya, sementara Sungai Riam Kiwa berada di level 6,8 meter dengan status normal. Adapun Bendungan Riam Kanan berada pada elevasi +58,795 meter dan Bendung Karang Intan pada ketinggian 10,4 meter, keduanya masih dalam kondisi normal.
Secara umum, kondisi daerah aliran sungai menunjukkan status bahaya pada Sungai Martapura dan Sungai Riam Kanan, sedangkan Sungai Riam Kiwa, Bendungan Riam Kanan, dan Bendung Karang Intan masih berada pada status normal. Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi debit air.
Perkembangan Cuaca dan Upaya Penanganan
Berdasarkan pantauan cuaca, kondisi visual wilayah Kabupaten Banjar terpantau cerah berawan. Namun, prakiraan cuaca pada siang hari menunjukkan potensi hujan disertai petir dengan suhu sekitar 26 derajat selsius, kelembapan mencapai 92 persen, serta kecepatan angin 17 kilometer per jam dari arah selatan.
Dalam penanganan banjir, BPBD Kabupaten Banjar bersama TNI, Polri, TRC, Satgas, PMI, relawan, pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan lapangan, pendataan warga terdampak, serta koordinasi lintas sektor. Pemantauan ketinggian air juga dilakukan melalui sistem Early Warning System (EWS) di sejumlah titik, disertai kegiatan apel siaga dan rapat koordinasi untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor selama musim hujan berlangsung.
BPBD Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing.











