Banjir Merendam Permukiman di Kota Padang
Banjir yang terjadi di Jalan DPR Ujung Gang Babussalam, Rt 04/Rw 08, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (2/1/2026), mengakibatkan permukiman warga terendam air. Kejadian ini disebabkan oleh hujan yang terus-menerus mengguyur sejak dini hari hingga siang hari. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan genangan air yang cukup tinggi di kawasan tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna, menjelaskan bahwa hujan dan angin kencang dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak dini hari menjadi penyebab banjir di wilayah tersebut. Pihaknya saat ini sedang fokus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir. Pada sore hari, delapan orang warga dievakuasi menggunakan perahu karet ke lokasi yang lebih aman, yaitu Masjid Al Manar.
Para warga yang dievakuasi antara lain Afrizal (54), Nelmawati (52), Syamsul (30), Fadlan (5), Aurel (3), Reni (32), Nisa (7), dan Rehan (13). Mereka dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko bahaya akibat banjir.
Debit Air Batang Kuranji Naik
Debit air Sungai Batang Kuranji di Kota Padang kembali meningkat pada Jumat (2/1/2026) akibat hujan lebat yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam hingga siang hari. Pantauan sekitar pukul 12.30 WIB di kawasan Kampung Chaniago, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo menunjukkan aliran sungai mulai mengkhawatirkan. Debit air tampak meningkat dan hampir meluap ke kawasan permukiman warga.
Aliran sungai bewarna coklat pekat dengan beberapa titik membentuk debur ombak. Arus yang deras juga terus menggerus bantaran sungai, sehingga sejumlah rumah di tepi sungai terancam roboh atau hanyut. Warga setempat terlihat berjaga di sekitar sungai untuk memantau perkembangan debit air.
Rudi (39), salah satu warga setempat, mengatakan bahwa kenaikan debit air sudah terjadi sejak malam hari seiring intensitas hujan yang tinggi. Namun, kondisi semakin memburuk pada pagi hari. Debit air semakin bertambah bahkan hampir meluap ke perumahan.
Ia juga menyebutkan, beberapa warga yang rumahnya berada dekat bantaran sungai telah melakukan evakuasi secara mandiri untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Menurut Rudi, kewaspadaan masyarakat kini semakin meningkat sejak terjadinya banjir bandang atau galodo pada akhir November 2025 lalu. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar aliran Sungai Batang Kuranji.
Debit Air Gunung Nago Padang Meningkat

Hujan deras di Kota Padang memicu kenaikan debit air di kawasan Jembatan Gunung Nago, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh sejak Kamis (1/1/2025). Hujan lebar mengguyur Kota Padang sejak pukul 20:00 WIB hingga Jumat (2/1/2025) siang ini. Pantauan di lapangan sekira 11:58 WIB menunjukkan debit air meningkat di kawasan Jembatan Gunung Nago tersebut.
Arus dari aliran sungai sangat deras di sekitar Jembatan Gunung Nago. Hempasan air juga kuat, sehingga menimbulkan embun dari butiran-butiran air. Aliran air itu sebelumnya sudah dihambat, namun kembali jebol sehingga mengalir ke bagian jalan yang baru dibangun. Jalan itu sudah dibuat menggunakan ekskavator beberapa waktu lalu, namun kembali dilalui air, bahkan setengahnya tertutup.
Salah satu warga Kapalo Koto, Zul Badri, mengatakan hujan sudah mengguyur daerahnya sejak Kamis malam, sekira pukul 20:00 WIB. Ia mengaku cemas saat debit air meningkat akibat hujan lebat sejak kemarin malam. Bahkan ia baru bisa tertidur sekira pukul 03:00 WIB dini hari.
Zul menjelaskan bahwa debit air membesar namun tidak sampai ke rumah-rumah warga di Kapalo Koto. Hal itu dikarenakan, sebelumnya alat berat sudah bekerja mengalihkan aliran air sungai. Meski limpahan air masih dekat dengan rumah, tetapi tidak besar. Sampai pukul 13:51 WIB, Zul masih berada di belakang rumahnya untuk memantau kondisi debit air. Bagian belakang rumahnya terlihat bolong akibat sempat terdampak saat banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











