"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

BPBD Pontianak Siap Hadapi Banjir Rob 2 Meter

Persiapan Menghadapi Potensi Banjir Rob di Kota Pontianak

Kota Pontianak, yang terletak di muara sungai, selalu menghadapi ancaman banjir rob. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, R.M. Nasir, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk menyikapi informasi dari BMKG terkait potensi banjir rob dengan ketinggian air mencapai dua meter pada awal Januari 2026.

Langkah Mitigasi yang Dilakukan BPBD

BPBD Kota Pontianak telah mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga pihak kecamatan guna mempersiapkan langkah mitigasi. Rapat koordinasi ini dilakukan untuk memastikan semua pihak siap menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan mencapai puncaknya antara tanggal 4 hingga 7 Januari 2026.

“BPBD sudah mengundang OPD-OPD terkait seperti PMI, Dinas Kesehatan, PU, juga Kecamatan. Kita rapat koordinasi dalam persiapan untuk menyikapi informasi dari BMKG ini sekitar tanggal 4 sampai tanggal 7 itu puncak ketinggian air,” ujar Nasir saat diwawancara.

Pengalaman Masa Lalu dan Peringatan

Menurut Nasir, ketinggian air hingga dua meter merupakan kondisi yang belum pernah terjadi selama dirinya bertugas di BPBD Kota Pontianak. “Ketinggian air itu dua meter. Nah ini mungkin selama saya bertugas di BPBD ini memang belum pernah terjadi sampai dua meter. Sebelum-sebelumnya itu 1,8 meter,” katanya.

Pengalaman banjir rob pada 20 Desember lalu menjadi pelajaran penting, meski saat itu ketinggian air hanya mencapai 1,8 meter. “Padahal pada saat itu hanya 1,8 meter, tetapi disertai dengan hujan dan angin sehingga banyak kawasan di lingkungan pesisir Sungai Kapuas tergenang cukup tinggi dan cukup lama,” jelasnya.

BPBD berharap pada puncak pasang air laut tanggal 4 hingga 7 Januari nanti tidak disertai hujan lebat dan angin kencang. “Kita berharap nanti tanggal 4 sampai tanggal 7 ini walaupun tinggi air itu sampai dua meter tidak disertai dengan hujan lebat dan angin. Tapi memang dari BMKG informasinya di Kota Pontianak akan ada hujan ringan dan sedang saja,” ungkapnya.

Kewaspadaan dan Koordinasi dengan Kecamatan

Meskipun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat Pontianak berada di wilayah muara sungai yang kerap terdampak kiriman air dari daerah sekitar. “Kota Pontianak ini berada di muara, biasanya itu imbas dari hujan lebat di kawasan sekitarnya, walaupun misalnya di daerah Kubu Raya,” kata Nasir.

Dalam upaya antisipasi, BPBD juga akan berkoordinasi dengan kecamatan terkait kemungkinan penyiapan lokasi pengungsian. “Nanti kita akan koordinasi dengan Kecamatan terutama berkaitan dengan mengantisipasi lokasi pengungsiannya apabila memang diperlukan pengungsian,” ucapnya.

Selain itu, OPD terkait akan disiagakan untuk membantu kecamatan dari sisi personel maupun peralatan. Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Pontianak agar camat dan lurah aktif memantau potensi banjir rob.

Pemantauan Intensif dan Peringatan Dini

Fokusnya memang di kecamatan, nanti dibantu oleh OPD-OPD yang lain termasuk dari BPBD, dari personil dan peralatannya. Kondisi seperti ini memang diperlukan peringatan dini, tegas Nasir.

BPBD bersama kelurahan dan kecamatan akan melakukan pemantauan intensif mulai tanggal 1 hingga 10 Januari 2026. “Jangan sampai nanti sudah berlarut-larut masyarakat sudah terdampak berat baru kita turun. Kita pantau terus-menerus dari tanggal 1 sampai tanggal 10. Kalau memang diperlukan, nanti ada posko dan dari BPBD personil kita akan terjun langsung untuk memantau,” pungkasnya.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *