Peringatan Isra Miraj 2026: Sejarah dan Hikmah yang Penting
Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati setiap tahunnya. Pada tahun 2026, perayaan Isra Miraj jatuh pada tanggal 16 Januari dan termasuk dalam daftar hari libur nasional. Peristiwa ini mengisahkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, lalu naik ke langit-langit untuk menerima wahyu dari Allah SWT.
Peringatan Isra Miraj tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga membawa banyak hikmah dan keutamaan bagi umat Muslim. Berikut beberapa hikmah dan makna penting dari peristiwa besar ini:
1. Waktu Salat
Salat lima waktu merupakan salah satu kewajiban utama bagi umat Muslim. Dalam peristiwa Isra Miraj, turunlah perintah untuk menjalankan salat lima waktu. Selain itu, firman Allah dalam surat Al-Muzammil ayat 2 menyebutkan bahwa salat harus dilakukan di malam hari, kecuali sedikit. Ini menunjukkan pentingnya kesadaran spiritual dan ketaatan kepada Tuhan.
2. Waktu Dikabulkan Doa
Hikmah lain dari Isra Miraj adalah waktu dikabulkan doa Nabi Yaqub AS. Dalam surat Yusuf ayat 98, Nabi Yaqub memohon ampunan kepada Tuhannya. Peristiwa ini mengajarkan bahwa doa yang tulus dan penuh keyakinan akan dijawab oleh Allah SWT.
3. Waktu Turun Wahyu Pertama
Isra Miraj juga menjadi tempat turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis HR Bukhari, disebutkan bahwa Malaikat Jibril datang ke gua Hira dan memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca. Peristiwa ini menjadi awal dari penyampaian wahyu dan berdirinya agama Islam.
4. Penjelasan Waktu
Peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam hari karena alasan tertentu. Dalam kisah Nabi Ibrahim AS, ia pernah menganggap bintang sebagai Tuhan, seperti yang disebutkan dalam surat Al-An’am ayat 76. Ini menunjukkan bahwa malam hari memiliki keistimewaan dalam konteks spiritual dan pengenalan kepada Tuhan.
5. Waktu Mustajab
Malam hari dalam peristiwa Isra Miraj dianggap sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan malam hari untuk berdoa dan memohon rahmat serta ampunan dari Allah SWT.
6. Waktu yang Terbaik untuk Pikiran
Dalam surat Al-Furqan ayat 47, Allah SWT menyebutkan bahwa malam adalah waktu untuk istirahat dan tidur. Hal ini menunjukkan bahwa malam hari sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan fokus dalam beribadah.
Keutamaan Isra Miraj
Selain hikmah-hikmah di atas, Isra Miraj juga memiliki keutamaan yang luar biasa. Salah satunya adalah doa malam Isra Miraj yang dianjurkan untuk dibaca. Doa tersebut berbunyi:
“Allahuma inni as-aluka bi musyahadati israari al-muhibbin, wabilhalawatillati khash-shashasta biha sayyidil mursalin, hina asrarta bihi lailata as-sab’I wal ‘isyriina,anirham qalbiia al-haziin,tujibta da’wati,yaa-akramil akramiin”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia para ahlul mahabbah dengan kemulian khalwat (pertemuan tersembunyi) yang hanya Engkau berikan kepada Nabi Muhammad pemimpin para Rasul ketika Engkau berikan kesempatan kepada beliau pada malam 27 Rajab, berikanlah hatiku yang sedang galau akan kasih sayang-Mu serta kabulkan doa-doaku, Wahai yang Maha memiliki kedermawanan.”
Menurut Al-Arif Billah Sayyidi Imam Muhammad Bin Abdul Wahid An-Nazhifiy, siapa pun yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab akan diijabah segala doanya, diangkat kedudukannya, dan dihidupkan hatinya dengan aneka kebaikan.
Kesimpulan
Isra Miraj bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga menjadi ajang untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan moral. Dengan memahami hikmah dan keutamaan Isra Miraj, umat Muslim dapat memperkuat iman dan ketaatan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











