"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Sungai Citarum di Muaragembong Jebol, Bupati Asep Minta Bantuan KDM

Permasalahan Tanggul Sungai Citarum di Muara Gembong

Plt Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kerusakan yang terjadi pada tanggul Sungai Citarum di Muara Gembong. Ia meminta bantuan dari Gubernur Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR untuk melakukan perbaikan permanen. Masalah ini sering muncul saat curah hujan tinggi, sehingga menimbulkan banjir yang meresahkan warga.

Asep menjelaskan bahwa solusi jangka panjang diperlukan, seperti penguatan tanggul menggunakan sheet pile, normalisasi sungai, serta penataan lingkungan. Meskipun hal ini akan berdampak pada pengungsian warga yang tinggal di bantaran sungai, ia yakin bahwa langkah ini sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Ratusan KK Terdampak Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 553 Kepala Keluarga (KK) di lima kampung terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong. Ketinggian air mencapai antara 10 hingga 60 sentimeter, dengan lima kampung yang terkena dampak.

Lima kampung tersebut adalah:
* Kampung Bendungan RT 03/05 dengan jumlah 141 KK
* Kampung Gedung Cinde RT 01/05 sebanyak 105 KK
* Kampung Singkil RT 02/06 sebanyak 152 KK
* Kampung Gedung Bokor RT 03/03 sebanyak 30 KK
* Kampung Biyombong RT 03/06 sebanyak 125 KK

Meski banyak rumah yang terendam air, tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan. Warga masih bertahan di rumah masing-masing meski kondisi arus air cukup deras.

Penanganan Darurat dan Bantuan Logistik

BPBD telah melakukan koordinasi dan pendataan bersama RT, kepala dusun, serta pemerintah desa. Selain itu, bantuan logistik seperti bronjong, karung, terpal, pop mie, air mineral, serta paket sembako telah disalurkan ke lokasi terdampak. Rekomendasi pembangunan turap permanen di sepanjang tanggul Kali Citarum juga diajukan sebagai langkah pencegahan.

Kesaksian Warga

Salah satu warga, Satibi (45), mengatakan bahwa tanggul jebol terjadi sekitar pukul 23.50 WIB. Tanah yang gembur membuat air cepat mengalir ke kampung. Firman, warga lainnya, menyebut kejadian serupa pernah terjadi pada 2020 di desa yang sama, dan penanganannya hanya bersifat sementara.

Solusi Jangka Panjang

Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus dilakukan melalui normalisasi sungai dan penataan lingkungan. Ia juga berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat agar ikut membantu pembangunan tanggul di sejumlah aliran sungai di wilayahnya. Dengan solusi permanen, diharapkan kejadian jebolnya tanggul dapat diminimalisir dan mencegah banjir yang terus terjadi.

Tantangan dalam Penanganan

Sungai Citarum di wilayah Bekasi menghadapi beberapa tantangan, termasuk pendangkalan dan kurangnya tanggul. Hal ini menyebabkan banjir terjadi meski hujan hanya berlangsung singkat. Asep menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan keruk dan membangun tanggul jika diperlukan. Alat berat sudah siap masuk untuk proses penataan lingkungan.

Dengan komitmen dari masyarakat dan pemerintah setempat, diharapkan kejadian banjir yang merugikan dapat dihindari. Penguatan tanggul dan normalisasi sungai menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah banjir di masa depan.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *