"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Kabel PLN Terbakar, 3 Kecamatan Bangkalan Gelap Gulita, Warga: Kami Sedang Berdzikir

Masalah Pemadaman Listrik yang Terus Mengganggu Warga Bangkalan

Pemadaman listrik dan kondisi byar pet listrik masih sering terjadi di Kabupaten Bangkalan, khususnya di Kecamatan Socah, Burneh, dan Kamal. Kondisi mati-nyala berulang ini membuat warga merasa khawatir karena berpotensi merusak peralatan elektronik rumah tangga. Salah satu kejadian yang terjadi pada Kamis malam (23/1/2026) berlangsung hingga sekitar 3 jam setelah Shalat Isya.

Penyebab terbaru gangguan berasal dari kerusakan jaringan listrik, ditandai dengan percikan api dan ledakan pada kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di tiang listrik depan Ponpes Darul Hikmah. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar, terutama karena dampaknya bisa mengancam keselamatan dan kelancaran pasokan listrik.

Dampak Pemadaman Listrik terhadap Masyarakat

Kondisi pasokan daya listrik yang tidak stabil dan sering mati-nyala dikeluhkan oleh warga karena menyebabkan peralatan elektronik bekerja tidak sempurna atau bahkan rusak permanen. Salah satu warga, Husen, mengatakan bahwa pemadaman tanpa pemberitahuan dan diawali oleh byar pet sangat merugikan.

“Tidak ada angin tidak ada hujan, listrik padam. Kalau langsung padam tidak masalah, tetapi diawali byar pet secara berulang. Itu kan tidak bagus untuk perlengkapan elektronik di rumah,” ujar Husen.

Beberapa desa di Kecamatan Socah seperti Desa Parseh, Desa Jaddih, dan Desa Bilaporah, serta daerah di Kecamatan Burneh seperti Desa Langkap dan Desa Jambu, serta Desa Buluh di Kecamatan Kamal, juga mengalami pemadaman listrik. Wilayah-wilayah ini berada dalam satu garis penyulang Desa Parseh yang memiliki 40 trafo.

Video Percikan Api dan Ledakan di Tengah Pemadaman

Di tengah penantian warga menunggu kepastian pasokan listrik kembali menyala, beredar sebuah video berdurasi 37 detik di sejumlah grup WhatsApp yang menampilkan percikan api disertai suara ledakan sebanyak dua kali dari bawah kabel SUTM. Video tersebut dibenarkan oleh seorang santri bernama Syakur.

“Saat itu kami sedang menggelar dzikir bersama setelah Shalat Isya berjamaah, tiba-tiba di tiang listrik muncul api disertai suara ledakan sebanyak dua kali. Suara ledakan pertama bertahan selama lima detik, dan suara ledakan kedua hingga 10 detik,” kata Syakur.

Rekam Jejak Gangguan Listrik di Pulau Madura

Warga pelanggan PLN di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep pernah merasakan pemadaman bergilir secara merata di Pulau Madura sebanyak tiga kali selama periode tahun 2022-2023. Pertama, terbakarnya sistem kelistrikan di jalur transmisi 150 kV kawasan Jembatan Suramadu pada 26 Februari 2022, yang menyebabkan defisit daya sebesar 70 MW.

Kedua, masyarakat kembali merasakan pemadaman bergilir di akhir tahun 2022, yaitu selama dua hari perbaikan pada 23-24 Desember. Ketiga, terjadi gangguan pada transmisi SKTT 150 kV Ujung-Bangkalan yang menyebabkan trip pada PMT Bay Bangkalan pada 3 Februari 2023, sehingga pemadaman bergilir dilakukan selama 17 hari.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meminta bantuan hingga sebanyak 262 personil dari Pulau Jawa-Bali. Ratusan personil gabungan ini merampungkan proses penyambungan atau jointing pada Joint Pit (JP) 17 di Jembatan Suramadu sisi Bangkalan dan JP 5 di sisi Surabaya.

Perkuatan Jaringan Listrik di Pulau Madura

PLN melakukan penguatan jalur suplai listrik ke Pulau Madura dengan pembangunan SKTT 150 kV Sirkit III dan IV di Jembatan Suramadu yang rampung pada tahun 2023. Pembangunan line III dan IV ini bertujuan agar kejadian terganggunya pasokan listrik ke Pulau Madura tidak terulang di masa mendatang.

Keberadaan line III dan IV dengan masing-masing kapasitas 150 kV yang melintasi Jembatan Suramadu akan menambah total daya pasokan listrik di Pulau Madura hingga sebesar 600 MW. Dengan beban puncak pemakaian listrik di Pulau Madura sebesar 290-300 MW, PLN optimis Madura bisa menjadi kawasan industri karena surplus pasokan listrik.

Namun, warga masih merasa khawatir karena kondisi pemadaman dan byar pet listrik terus terjadi. “Seperti tidak ada dampaknya penambahan kabel di Jembatan Suramadu. Buktinya sekarang pasokan listrik masih sering terganggu, belum andal juga dan masih byar pet,” ujar Husen.

Penyebab Masih Terjadinya Pemadaman Listrik

Sistem kelistrikan di Pulau Madura ditopang melalui dua sirkuit interkoneksi; SKTT 150 kV Sirkit I Ujung-Bangkalan dan SUTT 150 kV Sirkit II Kenjeran-Bangkalan melalui Jembatan Suramadu. Sirkit I dan II memiliki daya masing-masing 165 MW yang disalurkan melalui 57 penyulang di Madura. Selama ini, kedua line itu memikul beban puncak pemakaian listrik di Pulau Madura yang mencapai kisaran sebesar 290-300 MW pada tahun 2022.

Meskipun telah ada penguatan jaringan, warga masih merasa tidak puas dengan keandalan pasokan listrik. Mereka berharap PLN dapat lebih memperhatikan kualitas dan stabilitas pasokan listrik agar tidak lagi mengganggu kehidupan sehari-hari.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *