"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

ASN Dharmasraya Diminta Adaptif Pasca Pindah Kantor, Wabup Tekankan Disiplin Kerja

Kedisiplinan ASN Jadi Fokus Utama di Kabupaten Dharmasraya

Kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Di tengah proses transisi perpindahan sejumlah kantor dinas ke lokasi baru, para abdi negara dituntut untuk menjaga ritme kerja dan profesionalitas demi memastikan hak-hak masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

Pesan penting ini disampaikan oleh Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, saat memimpin apel pagi di Komplek Perkantoran Eks RSUD Dharmasraya, Senin (26/1/2026). Momentum ini sangat penting karena kawasan tersebut kini menjadi pusat aktivitas baru bagi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam arahannya kepada ratusan pegawai, Leli Arni menekankan bahwa disiplin bukan hanya sekadar kehadiran tepat waktu, melainkan juga cerminan dari rasa tanggung jawab moral seorang ASN terhadap sumpah jabatan yang telah diucapkan. “Disiplin adalah kunci utama. Tanpa itu, mustahil kita bisa bicara mengenai kinerja tinggi atau profesionalitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada sejauh mana ASN menghargai waktu dan tugas mereka sendiri. Selain itu, ia juga menyoroti tantangan yang muncul selama masa transisi, termasuk adaptasi terhadap lingkungan baru. Pemanfaatan lahan eks RSUD sebagai pusat perkantoran terpadu merupakan strategi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset yang ada.

Perpindahan lokasi kantor sering kali membawa dampak psikologis maupun teknis bagi para pegawai. Oleh karena itu, Wakil Bupati meminta agar seluruh ASN segera melakukan sinkronisasi tanpa harus menunggu waktu lama untuk beradaptasi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus adalah penerapan jam kerja baru yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Penyesuaian regulasi waktu ini diharapkan menjadi pemacu produktivitas, bukan justru menjadi beban yang menghambat pelayanan. “Penyesuaian jam kerja ini hendaknya disikapi secara positif. Jangan sampai transisi tempat dan waktu ini mengurangi semangat kerja,” tambahnya.

Apel pagi tersebut diikuti oleh jajaran ASN dari lintas sektor yang kini menghuni komplek eks RSUD. Beberapa di antaranya adalah Dinas Komunikasi dan Informatika, BPBD, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Selain itu, tampak pula barisan pegawai dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Perhubungan.

Kehadiran dinas-dinas strategis ini menunjukkan bahwa komplek perkantoran tersebut kini menjadi jantung baru penggerak roda pemerintahan daerah. Sektor keamanan dan pemberdayaan juga turut terkonsentrasi di sana, dengan hadirnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Konsolidasi OPD dalam satu kawasan ini diharapkan mampu memangkas birokrasi koordinasi antar-instansi.

Secara sosiologis, pengumpulan sejumlah dinas dalam satu area berpotensi menciptakan sinergi yang lebih kuat. Komunikasi antar-pegawai lintas dinas diharapkan menjadi lebih cair sehingga ego sektoral dapat diminimalisir. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap, dengan dimulainya aktivitas rutin melalui apel pagi ini, terbangun sebuah etos kerja baru yang lebih segar.

Kehadiran pimpinan di tengah-tengah ASN juga berfungsi sebagai fungsi kontrol langsung terhadap kondisi di lapangan. Menutup arahannya, Leli Arni mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas birokrasinya. Jika mesin birokrasi bekerja dengan disiplin tinggi, maka visi dan misi kesejahteraan masyarakat Dharmasraya akan lebih mudah diakselerasi di masa mendatang.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *